
Bu Ratih bukannya menjawab pertanyaan dari Tuan besar, malahan dia berjalan mendekat ke arah telinganya suaminya lalu membisikkan kata-kata yang sangat penting, Pak Renald hanya tersenyum. Beliau mendengarkan dengan seksama sembari manggut-manggut dan manut dengan apa yang dikatakan, dijelaskan oleh istrinya tercinta itu yang sudah bersamanya melewati suka duka kehidupan selama hampir dua puluh sembilan tahun itu.
Pak Renaldi Hutabarat dengan istrinya Ratih Ambar Purwanti bekerja sama untuk membantu mensukseskan rencana apa yang sudah dibuat oleh putri semata wayangnya itu. Keduanya meninggalkan Abdillah Abqari Agam yang sedang tertidur lelap di dalam ruangan keluarga itu.
Sedangkan Elsa Safira Nadine Renald sedang asyik berbelanja di mall tanpa mengetahui apa yang telah terjadi pada suaminya itu. Setelah membeli beberapa barang yang dicarinya, Elsa juga mencari kado spesial khusus untuk suaminya tercinta.
Langkahnya terhenti ketika berjalan melewati beberapa tahun toko yang menjual jam tangan dengan merk dan brand ternama dengan kualitas selangit dan harga yang cukup tinggi. Elsa melihat-lihat beberapa etalase kaca yang berisi jam tangan berbagai merek. Salah seorang penjaga toko nyamperin Elsa yang kebingungan dengan jam tangan apa akan dia pilih.
"Kenapa jamnya bagus-bagus, kalau gini aku semakin kesulitan untuk memilih salah satu diantara kalian," gumamnya Elsa.
"Kalau Mbak bingung gimana kalau saya rekomendasikan barang bagus dan kebetulan toko kami minggu ini punya koleksi terbaik dan barangnya limited edition loh," jelasnya Mbak penjaga toko itu sambil menunggu jawaban dari Elsa.
"Oke Mbak, kalau menurut Mbak itu yang terbaik, tapi kira-kira ada gak yang couple gitu jamnya?" Tanyanya Elsa.
__ADS_1
"Ada dan juga termasuk barang limited edition di toko kami dan modelnya serta keunggulannya belum dimiliki oleh produsen jam di dunia," imbuhnya Pelayan itu.
Mereka kemudian berjalan ke arah etalase kaca yang khusus jam itu berada. Elsa dibuat kagum dan takjub dengan koleksi jam tersebut, hingga pilihannya jatuh pada jam couple berwarna hitam metalik itu dengan harga yang mentereng lumayan merogoh koceknya dalam-dalam.
"Saya pilih yang warna hitam saja," ucapnya Elsa.
Pegawai toko itu tersenyum ramah," pilihan Anda sangat tepat dan bagus kalau boleh jujur, ini baru kami pajang di etalase loh pagi ini, silahkan melakukan pembayaran di kasir Mbak," pintanya Mbak pegawai itu.
"Saya ingin jam ini dibungkus kado secantik dan serapi mungkin, kalau jam ini tidak perlu dikemas cantik masukin saja ke paper bag dengan kotaknya," pinta Elsa lalu berjalan ke arah kasir toko.
"Semoga saja Abang Agam menyukai apa yang aku berikan padanya," cicitnya Elsa.
Elsa kemudian berjalan ke arah kasir lalu menyerahkan kartu kreditnya, awalnya hendak memakai kartu kredit tanpa batas itu, tapi ia segera mengurungkan niatnya sehingga kartu kredit black cartnya ia masukkan kembali. Awalnya ia menyodorkan sebuah kartu kredit pemberian suaminya, tapi malah ia menarik kembali kartu itu dan membuat penjaga kasir toko itu mengerutkan keningnya karena melihat apa yang dilakukan oleh Elsa menurutnya aneh.
__ADS_1
"Pakai ini saja Mbak," ujarnya Elsa.
Setelah menyelesaikan pembayarannya, Elsa kembali melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke rumahnya.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, Elsa sudah sampai di garasi rumahnya. Baru saja berniat memutar kenop pintu rumahnya itu, segera dicegah oleh Mbak Ani.
"Nona Muda, lewat pintu samping saja, karena Tuan Muda tertidur pulas di atas sofa ruang keluarga," Tuturnya BI Ani.
Elsa segera menuruti perintah dari asisten rumah tangganya itu," thanks Mbak Ani,"
"You are welcome Nona cantik," pungkasnya Mbak Ani.
Elsa tersenyum simpul lalu melangkahkan kakinya menuju pintu samping sesuai anjuran dari artnya itu. Elsa segera berjalan ke arah atas tangga dan menaiki satu persatu anak tangga dengan sangat hati-hati agar Agam suaminya tidak melihat kedatangannya itu.
__ADS_1
Elsa memerintahkan kepada artnya itu sebelum naik kembali ke atas undakan tangga, "Mbak Anna tolong dipasang ini di belakang kursi yang dipakai oleh suamiku dan Mbak Ani ini di atas televisi kalau balonnya Mbak atur secantik mungkin panggil Mang Jono Iskandar untuk membantu kalian, tapi ingat jangan sampai suamiku bangun usahakan jangan sekali-kali mengusik ketenangan tidurnya itu,"
"Siap empat lima komandan!"