Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 7


__ADS_3

"Rusak dong kukuku yang tadi pagi selesai aku bawa ke salon untuk pedicure yang sudah nampak cantik ini, untungnya pake atmnya jadi uangku sendiri tidak terganggu sedikitpun," umpatnya Mila.


Mila dengan terpaksa menjalankan perintah dari kekasihnya itu. Walaupun mulutnya tidak berhenti komat kamit dan mendengus kesal tapi, Ergi sama sekali tidak peduli dengan sikapnya Mila yang bersikap aneh menurutnya itu.


Malam pun datang menyapa, Elsa sedikit terganggu pergerakannya karena akibat luka yang dideritanya itu diatas punggung kakinya dan juga pergelangan tangan kanannya.


"Auh! Sakit juga ternyata ini semua gara-gara om-om itu yang bertanggung jawab terhadap kekakuannya yang sudah menyerempet ku," kesal Elsa sambil memberikan obat salep pada kulitnya yang terluka dan juga tidak lupa meminum obat yang diresepkan khusus untuknya.


Elsa kemudian membaringkan tubuhnya dengan perlahan di atas ranjang yang sudah lebih lima tahun terakhir tidak pernah ia sentuh.


"Masih seperti dulu, kamu tahu gak ranjang aku sangat menyukai semua yang ada di dalam kamarku ini,aku sangat merindukan kalian apa kalian juga kangen denganku," gumam Elsa.


Elsa baru saja berniat untuk memejamkan kedua pasang matanya tapi, ketukan pintu di kamarnya harus membuat mengakhiri kegiatannya yang baru saja akan memulai istirahatnya itu.


Tok… tokk..


"Siapa sih malam-malam begini datang, apa dia tidak tahu kalau aku ngantuk banget," ketusnya yang berteriak kencang di dalam kamarnya itu.


Elsa sebenarnya enggan sekali untuk bangkit dari baringnya, tetapi Ia juga sedikit penasaran dan kepo ingin mengetahui siapa orang yang datang tersebut. Elsa berjalan sedikit tertatih karena kakinya yang sedikit terluka sehingga jalannya agak terganggu.


Pintu itu terbuka dan muncullah wajah perempuan paruh baya yang selama ini ditugaskan untuk menjaga dan merawat rumahnya. Elsa tersenyum walaupun dalam hatinya sedikit kesal karena istirahatnya harus terpaksa terganggu.


"Maaf ada yang bisa aku bantu Bu Sumi?"


"Ehh Nona Muda maaf bibi hanya ingin berbicara sebentar saja masalah yang menurut bibi itu sangat penting," ujarnya Bi Sumi.


Elsa melirik ke arah kanan dan kiri mencari keberadaan Mak Lampir, Bu Sumi yang melihat gelagat dan tingkahnya Elsa yang menurutnya aneh segera bertanya.


"Maaf ada yang sedang Non cari? Kalau ada yang Nona butuhkan katakan saja sama Bibi insya Allah bibi akan membantu Nona semampu Bibi," imbuhnya Bu Sumi.


Elsa berjalan ke arah pintu lalu segera menutup rapat-rapat, ia hanya tersenyum cengengesan menangapi perkataannya Bu Sumi.

__ADS_1


"Eh itu aku mau tanya Bi, apa perempuan Mak Lampir itu setiap hari datang ke sini yah?" Tanyanya Elsa yang sembari duduk di ujung ranjangnya.


Bi Sumi menatap keheranan anak dari majikannya itu," mak-sud-nya Non? Bibi tidak ngeh dengan pertanyaan Nona," sanggahnya Bu Sumi.


Elsa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu saking gemesnya dengan sikapnya perempuan tua yang berdiri di depannya itu, "Itu pacarnya Bang Ergi maksudnya aku Bibi yang paling baik hati sedunia, apa dia sering datang yah dimari?"


"Oohh itu Non Mila, sebenarnya gak tiap hari juga sih Non datangnya,tapi setiap akhir pekan selalu datang," jawabnya Bu Sumi.


Elsa mendudukkan Bu Sumi di sampingnya, "Dengarkan dengan seksama perkataan saya yah Bi, mulai sekarang ini perintahku yah kalau perempuan genit dan gatel itu datang lagi tolong larang masuk dan menginjak lantai keramik rumahku bagiku najis jika ia menginjaknya apapun alasannya! perempuan itu tidak boleh datang lagi oke!" Tegasnya Elsa Safira Nadine yang mempersilahkan Bibi Sumi untuk duduk di salah satu sofa yang ada di dalam kamarnya.


Kedua bola matanya Bu Sumi menyiratkan keraguan dengan permintaan dari Nona mudahnya itu, "Tapi, Non gimana kalau Tuan Ergi marah sama bibi, saya harus ngomong apa?" elaknya bibi Sumi yang mulai ketakutan sambil memikirkan amarahnya Ergi.


Elsa menggenggam tangannya Bi Sumi," bibi tidak perlu takut jika Abang marah katakan padanya ini perintahku dan amanah langsung dari Mama jika menolak keputusanku suruh telpon mama saja Bi, gimana apa bibi sudah paham?"


Bu Sumi menganggukkan kepalanya tanda setuju,"rebes Non,bibi akan jalankan sesuai dengan perintah dan petunjuk dari Nona."


Elsa tersenyum licik karena pekerjaannya cukup mudah dan berjalan lancar sesuai dengan yang dia inginkan. Bu Sumi baru saja akan membuka pintu kamar Elsa tapi, niatnya dia urungkan.


"Nona, selama kalian tidak ada ada beberapa orang yang hampir setiap bulan datang mengawasi rumah ini dan juga ada seorang pria muda yang cukup ganteng datang dua kali, dia mencari Nona dan Tuan Besar katanya ini berhubungan dengan orang yang menerima donor jantung," terangnya Bibi Sumi.


"Apa jangan-jangan itu salah satu keluarga dari gadis yang dengan sukarela dan ikhlas memberikan jantungnya padaku sebelum dia meninggal dunia," batinnya Elsa yang menerawang jauh ke kejadian beberapa tahun lalu.Waktu terus berlalu,sudah hampir jam dua belas malam tapi matanya Elsa belum terpejam juga. Dia masih sibuk memikirkan siapa pria itu dan apa maksud dan tujuannya untuk mencarinya.


Elsa berguling ke arah kiri kanan walaupun pergerakannya sedikit terbatas dan terganggu tapi, tidak menyurutkan semangatnya untuk berguling-guling seperti guling saja.


"Ya Allah… sebenarnya apa tujuannya datang ke sini mencariku, apa jangan-jangan dia meminta bayaran dari jantung yang sekarang ada di dalam tubuhku ini?" Gumamnya sambil menyentuh tubuh bagian dadanya yang menebak dengan asal saja yang sesuai dengan apa yang terbersit di benaknya.


Elsa dibuat pusing dengan pemikirannya sendiri yang belum tentu seperti kenyataannya. Hingga ayam mulai berkokok barulah Elsa merasakan tidur yang nyenyak. Tapi, alarm yang dipasangnya sudah berdering sedari tadi. Elsa bukannya bangun malah semakin merapatkan selimutnya dan bergelung dalam selimut tebalnya yang berwarna biru tua itu.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria tersenyum bahagia karena apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya terjadi sesuai dengan apa yang dipikirkannya beberapa jam ini.


"Muhammad Ando Ronald kerja yang bagus bro, aku akan transfer bonus yang sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya, oiya ngomong-ngomong apa kamu belum mau menerima tawaranku untuk bekerja di perusahaan?"

__ADS_1


"Kalau masalah itu Bos saya belum sempat memikirkannya lagi karena masih banyak yang ingin aku lakukan dan juga aku masih ingin terbang bebas ke sana kemari seperti elang," pungkasnya Ando.


Ando adalah salah satu sahabatnya yang selalu bisa dia andalkan jika masalah mencari keberadaan seseorang tapi, masalah siapa penerima donor jantung adiknya hal itu sangat sulit terjadi dan berhasil.


"Kalau kamu sudah siap bekerja datanglah karena aku butuh orang seperti kamu," tuturnya Agam.


"Oke, aku pasti akan berikan jawaban nanti pasti itu. tapi bukan dalam waktu yang dekat,"


Sambungan telpon pun terputus, mereka kembali ke aktifitas masing-masing.


"Ternyata kamu adalah gadis mangga itu yang selama ini aku cari semoga kita segera bertemu lagi,"


Waktu terus berlalu,sudah jam hampir dua belas malam tapi matanya Elsa belum terpejam juga. Dia masih sibuk memikirkan siapa pria itu dan apa maksud dan tujuannya untuk mencarinya.


Elsa berguling ke arah kiri kanan walaupun pergerakannya sedikit terbatas dan terganggu tapi, tidak menyurutkan semangatnya untuk berguling-guling seperti guling saja.


"Ya Allah… sebenarnya apa tujuannya datang,apa jangan-jangan dia meminta bayaran dari jantung yang sekarang ada di dalam tubuhku?" Gumamnya sambil menyentuh tubuh bagian dadanya.


Elsa dibuat pusing dengan pemikirannya sendiri yang belum tentu seperti kenyataannya. Hingga ayam mulai berkokok barulah Elsa merasakan tidur yang nyenyak. Tapi, alarm yang dipasangnya sudah berdering sedari tadi. Elsa bukannya bangun malah semakin merapatkan selimutnya dan bergelung dalam selimut tebalnya yang berwarna biru tua itu.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria tersenyum bahagia karena apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya terjadi sesuai dengan apa yang dipikirkannya beberapa jam ini.


"Saya sangat suka kamu cepat tanggap dan ini kerja yang bagus bro, aku akan transfer bonus yang sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya, oiya ngomong-ngomong apa kamu belum mau menerima tawaranku untuk bekerja di perusahaan?"


"Kalau masalah itu Bos saya belum sempat memikirkannya lagi karena masih banyak yang ingin aku lakukan dan juga aku masih ingin terbang bebas ke sana kemari seperti elang," pungkasnya Ando salah satu sahabatnya yang selalu bisa dia andalkan jika masalah mencari keberadaan seseorang tapi, masalah siapa penerima donor jantung adiknya hal itu sangat sulit terjadi dan berhasil.


"Kalau kamu sudah siap bekerja datanglah karena aku butuh orang seperti kamu," tuturnya Agam.


"Oke, aku pasti akan berikan jawaban nanti pasti itu."


Sambungan telpon pun terputus, mereka kembali ke aktifitas masing-masing.

__ADS_1


"Ternyata kamu adalah gadis mangga itu yang selama ini aku cari semoga kita segera bertemu lagi,"


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...


__ADS_2