
Elsa mendengar perkataan dari Abang hanya tersenyum tipis," ingat jika Abang membuat Mbak Nada menangis A-bang akan berurusan denganku Ingat itu baik-baik dan mulai detik ini tolong dengan sangat jangan sekali-kali Abang untuk memberikan hati kepada perempuan lain cukup Mbak Nada saja yang ada di dalam hatinya Abang, ingat cukup satu wanita okey."
Elsa kemudian meninggalkan dua pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta itu. Elsa merasa hari ini cukup melelahkan jiwa dan raganya.
Nada dan Ergi tersenyum, baru sepersekian detik Elsa tidak nampak dari penglihatan keduanya malah melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan. Ergi menggendong tubuh kekasihnya itu dan sesekali mengecup bibirnya Nada.
"Abang stop dong, kalau Elsa tahu gimana pasti akan keluar lagi tanduknya," tukasnya Nada.
"Dia tidak akan tahu palingan setelah mandi akan tertidur pulas karena seperti itu kebiasaannya, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, Abang janji ini yang terakhir kalinya Abang memintanya sama kamu sebelum kita menikah nanti,"
Nada pun menuruti perkataan dan permintaan pacarnya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Nada Humairah Azizah Razak mengalungkan tangannya ke lehernya Ergi Andrean. Mereka sesekali berciuman hangat hingga ke atas kamarnya Ergi.
Hubungan terlarang itu terjadi beberapa kali hingga malam hari. Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ergi jika, Elsa tidak turun lagi hingga pagi hari menjelang subuh.
Sedangkan di tempat lain, Agam cukup bahagia karena Muhamad Carlando Ronald memilih untuk bergabung dengan perusahaannnya. Padahal sehari yang lalu, Ando sudah memutuskan untuk kembali menolak tawarannya Abdillah Abqari Agam Muhtahar.
"Mery tolong segera ke ruanganku," pintanya Agam kepada asisten pribadinya itu.
"Baik Tuan Muda,"
Mery segera masuk ke dalam ruangan pribadinya Agam. Mery kemudian mendengarkan dengan seksama perintah dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja sebelum pulang.
"Tolong atur semuanya dengan baik jangan biarkan gadis itu tahu jika aku yang sudah mengatur semuanya,"
"Baik Tuan Muda, apa masih ada yang harus aku kerjakan?" tanyanya Mery yang sudah bersiap pulang undur diri dari hadapan pria yang baru mengenal cinta itu di dalam hidupnya pria yang sempat diisukan dan dirumorkan mengalami impoten.
"Kamu boleh pulang,"
__ADS_1
Agam segera meraih jasnya setelah Mery pergi dari ruangannya.
"Apapun akan aku lakukan agar kamu bisa jatuh cinta padaku gadis manggaku,"
Agam pulang ke rumahnya dengan perasaan yang bahagia. Di dalam hatinya seolah beterbangan kupu-kupu yang sangat banyak, sehingga senyuman yang jarang diperlihatkan olehnya semenjak adik bungsunya Mutia Almairah Ramadhani meninggal dunia. Sejak itu pula seolah senyuman itu langsung menghilang dari kehidupannya.
Agam bukannya pulang ke rumahnya yang biasanya pulang ke apartemennya. Tapi hari ini ia lakukan untuk menyampaikan kepada kedua orang tuanya niatnya untuk mendekati perempuan.
Agam baru ingin membuka pintu berdaun dua itu, tapi sudah terbuka sebelum tangannya menyentuh kedua pintu berdaun dua yang menjulang tinggi itu. Agam cukup heran melihat ternyata mamanya langsung yang membantunya untuk membuka pintu itu.
"Assalamualaikum Mama!" Sapanya Agam seraya meraih tangan kanan mamanya untuk dia cium punggung tangannya itu.
"Waalaikum salam Nak," sahutnya Bu Liviana Alexander Muhtahar dengan senyuman teduhnya itu.
"Papa sudah balik dari kantor?" Tanyanya ketika sudah berada di dalam ruangan rumahnya.
"Makasih banyak, tidak perlu repot-repot untuk melakukan hal itu bi," cegahnya Agam.
Apa yang dilakukan oleh putranya itu membuat perhatian khusus dari Bu Livia yang tidak pernah melihat putranya bertindak seperti itu. Karena selama ini Agam sejak lahir selalu dilayani dalam segala hal apapun itu, walaupun masalah kecil saja seperti membawa tas kerjanya.
"Kamu nginap disini kan sayang?" Tanyanya Bu Liviana sambil menggandeng tangan putranya itu.
"Insya Allah Ma, kemungkinannya juga Agam akan pindah ke rumah lagi," ujarnya Agam.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu,Bibi Inem tolong bersihkan kamarnya Tuan Muda karena mulai hari ini Tuan Muda Agam akan tinggal bersama kita lagi!" Perintah Bu Liviana Alexander yang sangat bahagia dan antusias menyambut hal baik itu.
Amarah adiknya yang baru pulang dari kampusnya segera berlari ke arah abangnya setelah melihat siapa pria yang bersama mamanya itu.
__ADS_1
"Abang Agam!" Teriaknya Amarah Meylani Ramadhani adalah kakak kembarnya Almairah Mutia Ramadhani yang mendonorkan jantungnya untuk Elsa Safira Nadine.
"Karena kalian sudah datang gimana kalau kita makan malam bareng, mumpung kalian semua ada di rumah," pintanya Bu Liviana.
"Saya mandi dulu sudah enggak ini beraktivitas dengan keadaan seperti ini," elaknya Amarah.
"Iya Ma, aku juga mau bersih-bersih dulu sambil nunggu papa pulang," tukasnya Agam sambil berlalu dari hadapan mamanya itu.
Setengah jam kemudian, suaminya Tuan Besar Mutahar Alexander sudah duduk di depan meja makan. Kedua anaknya juga sudah datang menyusul mereka.
"Syukur Alhamdulillah, akhirnya telah sekian lama kedua anakku bisa menemani kedua orang tua ini untuk makan bersama," tuturnya Pak Mutahar.
"Iya Mas apa yang kamu katakan benar adanya, mereka berdua ini sangat sibuk sehingga makan bersama saja sangat sulit mereka luangkan waktunya untuk kita," guraunya Bu Liviana.
Agam dan Amarah hanya saling bertatapan satu dengan yang lainnya.
"Tapi, Mama berharap semoga ada salah satu dari anaknya Mama segera membawa kemari calon pendampingnya, Mama sudah menginginkan menggendong seorang cucu semoga sebelum Mama semakin tua kalian segera mengakhiri masa lajang kalian," terangnya Bu Livia.
Agam segera menimpali perkataan dari mulut mamanya," doakan Agam Ma, semoga perempuan yang Agam sukai segera membuka hatinya dan menerima cintanya Agam sehingga jika waktu itu telah tiba, Agam akan membawa calon mantu kalian ke rumah ini," ungkap Agam dengan penuh keyakinan.
Kedua orang tuanya sangat bahagia mendengar perkataan dari Agam. karena inilah hal yang paling mereka inginkan beberapa tahun terakhir ini.
"Syukur Alhamdulillah Nak, Mama dan papa sangat bahagia mendengar berita gembira itu dan semoga kamu cepat nikahnya, karena hanya mama dari semua temannya Mama yang belum punya mantu dan juga cucu," ucapnya sendu Bu Liviana.
Mereka segera berjalan ke arah ruang makan beriringan dengan senyuman yang mengembang dari raut wajahnya mereka yang menyiratkan kebahagiaan.
Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...
__ADS_1