Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 48


__ADS_3

Berbagai ritual adat pagi itu berlangsung cukup meriah untuk menyambut kedatangan dari anggota keluarga besar Pak Alexander Mutahar Lubis dari ibu kota Jakarta. Kedatangan rombongan disambut hangat dengan prosesi adat suku Makassar yaitu asal kakeknya Elsa Safira Nadine.


Sedangkan di tempat lain yang masih di sekitar pulau Kalimantan itu.


Perempuan yang menjadi kekasihnya yang identitasnya ditutupi oleh Muis karena sesuatu hal seraya memainkan dada bidangnya muis sang bos mafia itu, "Aku sudah tak sabar melihat kehancuran mereka sayang, semoga rencana kita besok berhasil dengan baik tidak seperti sebelumnya yang selalu gagal,"


Kedatangan rombongan dari Ibu kota Jakarta ke Samarinda Kalimantan Timur, mereka disambut hangat oleh adat Akngaruk, yaitu akan ada seorang orang yang dianggap petuah untuk menyambut mempelai perempuan dalam bahasa Makassar. Selanjutnya berbagai rangkaian tradisi pun dilangsungkan. Mulai dari adat Sunda, Arab Timur Tengah dan juga adat Minangkabau.


Semua paman, bibi dan sepupunya Agam terpukau dengan pertunjukan tersebut, mengingat sebagian besar dari mereka adalah dari luar negeri. Sehingga hal semacam itu, sudah jarang mereka lihat dengan kehidupan budaya barat yang sudah modern yang jarang memperkenalkan dan memakai tradisi mereka sendiri.


"Selamat datang Pak Mutahar Alexander dengan Nyonya Liviana Pradita Mutahar di tempat kami yang sederhana ini," sambutannya Pak Renaldy Hutabarat.


"Makasih banyak atas sambutannya untuk kami, saya mewakili dari keluarga besar kami mengucapkan sambutan kalian sungguh luar biasa, kami terpesona melihatnya," timpalnya pak Alexander.


"Kami yang sudah lama tinggal di Prancis jarang sekali melihat hal serupa seperti ini lho Pak," imbuhnya Bu Annie Maria maminya Aldian Aslam Kim.


"Benar sekali yang kamu katakan, kami sering lihat sih tapi, tidak seperti ini, betul-betul pertunjukan yang luar biasa menurut saya," pungkas Pak Albert Papanya Andira Farhana Albert.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah kalau bapak-bapak dan ibu-ibu menyukainya apa yang kami pertontonkan kalau begitu yuk kita masuk karena ijab kabul antara calon menantu dan putra tunggalku akan segera dimulai," imbuhnya Bu Ratih Rahayu Purwatih.


Mereka sudah bergantian memasuki pelataran masjid tempat akan diadakan dua akad nikah sekaligus dalam sehari itu. Sedangkan pesta pernikahan Nada Khaerunnisha Lukman akan diadakan sore harinya di salah satu gedung di hotel ternama di Samarinda itu.


Sedangkan untuk acara resepsi Ergi Andrean Renald pihak mempelai pengantin pria akan terlaksana malam harinya. Sedangkan Elsa pun ikut bersama acara kakak kandungnya itu.


"Bagaimana Pak Ergi apa sudah untuk saya nikahkan dengan putri perr bapak Lukman Hakim yang bernama Nada Khaerunnisha Azzahrah Lukman anak pertamanya tapi, sehubungan karena Pak Lukman telah tiada jadi menyerahkan kepada saya pamannya adik dari mendiang bapaknya Nada," jelasnya Pak Danu.


"Siap Paman," jawab Ergi dengan sedikit grogi.


"Ananda Ergi saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kemanakan saya yang bernama Nada Khaerunnisha Azzahrah Lukman binti Lukman Hakim dengan mas kawin uang sebesar lima puluh juta, seperangkat alat sholat dan emas 25 karat seberat 30 gram dibayar tunai,"


"Bagaimana dengan saksi apakah sah?" Tanya Pak penghulu yang mengambil alih untuk bertanya masalah sah tidaknya.


"Sah!!" Menggema di dalam ruangan itu.


Nada yang berada di dalam ruangan khusus mempelai perempuan bahagia hingga meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah, pernikahan yang pertama sudah selesai sekarang saatnya mempelai pengantin satunya yaitu Elsa Safira Nadine Renaldi anak bungsunya Pak Renald Hutabarat, Pak Renaldi apa sudah siap untuk menikahkan putri tunggal Anda?" Tanyanya Pak Jabal selaku kua setempat yang ditujuk untuk menjadi saksi pernikahan mereka kedua pasangan tersebut.


"Siap lahir batin untuk menikahkan putriku satu-satunya Pak Jabar," imbuhnya.


"Silahkan Pak Renald, mempelai pengantin pria Abdillah Abqari Agam silahkan berjabat tangan dengan menggenggam tangan calon mertuanya hingga selesai lafal ijab kabulnya selesai," tuturnya Pak Jabar Nur.


"Siap Pak," pungkas Agam yang tersenyum tipis untuk menetralkan perasaannya yang pastinya gugup dan hal itu pasti berlaku untuk semua mempelai pria dibelahan dunia manapun.


"Ananda Abdillah Abqari Agam saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan putriku yang sangat aku banggakan dan sayangi yang bernama Elsa Safira Nadine dengan Mas kawin emas murni 24 seberat 50 gram dengan uang tunai sebesar 100 juta dan seperangkat alat sholat dibayar tunai,"


"Bismillahirrahmanirrahim saya terima nikah dan kawinnya Elsa Safira Nadine Renaldi binti Renaldi Hutabarat dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai!" Ucapnya Agam dengan lantang dan hanya dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi apakah Sah!?"


"Sah Pak Penghulu?" Teriaknya beberapa anggota keluarga maupun tamu undangan yang bersedia datang menghadiri acara mereka.


"Syukur Alhamdulillah," ucapnya Bu Liviana Alexander Mutahar Lubis yang terharu melihat putra tunggalnya sekaligus anak sulungnya yang selama ini dirumorkan tidak normal karena tidak pernah terlihat dekat dan punya hubungan spesial dengan seorang perempuan itu.

__ADS_1


Air matanya Bu Ratih Amber Purwatih terisak dalam tangisnya saking sedihnya melihat kedua anaknya sudah menikah dan menemukan kebahagiaan masing-masing.


__ADS_2