
Secepat kilat, Elsa segera membersihkan seluruh tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan bergerak cepat. Elsa ingin sebelum terbangun semua persiapannya sudah selesai dan beres sesuai dengan rencana dan harapannya.
Elsa memerintahkan kepada artnya itu sebelum naik kembali ke atas undakan tangga, "Mbak Anna tolong dipasang ini di belakang kursi yang dipakai oleh suamiku dan Mbak Ani ini di atas televisi kalau balonnya Mbak atur secantik mungkin panggil Mang Jono Iskandar untuk membantu kalian, tapi ingat jangan sampai suamiku bangun usahakan jangan sekali-kali mengusik ketenangan tidurnya itu,"
Elsa kembali menuruni tangga dengan raut wajahnya yang bahagia dan segar karena, baru saja selesai mandi membersihkan seluruh tubuhnya itu lalu berpakaian cantik. Elsa mengacungkan jempol kearah ketiga orang yang bekerja di rumahnya selama hampir sepuluh tahun lamanya.
"Nona keunya gimana,apa lilinnya sudah di pasang?" Tanyanya bi Ani yang berbisik ketika berbicara.
Elsa hanya memberikan kode kepada ketiga orang itu untuk mengikuti langkahnya menuju dapur yang terletak di bagian paling belakang rumahnya itu.
"Alhamdulillah sudah jadi, gimana menurut kalian?" Tanyanya Elsa ketika selesai menghiasi permukaan cake tar rasa reimbow cakenya.
"Woooo amazing! cantik banget loh Non Elsa kalau seperti ini Nona bisa buka bakery saja, karena Non punya skill untuk membuat kue yang sangat lezat rasanya," pujinya pak Jono.
"Makasih banyak atas berbagai pujiannya, tapi Mang coba kedepan lihat apa sudah bangun Tuan Muda Agam," harapnya Elsa.
Mang Jono segera berjalan mengendap-endap menuju ke ruang tengah untuk memeriksa apa suaminya Agam sudahlah bangun. Mang Jono memberikan kode, agar mereka segera memakai atribut ulang tahun dan membawa kuenya ke depan. Elsa segera menyalakan korek gas nya.
Agam baru saja terbangun dari tidur siangnya di sore itu dan kembali terkejut melihat kedatangan Elsa dengan yang lainnya sambil membawa kue yang di tengahnya terdapat lilin yang sudah menyala.
"Happy birthday to you…"
"Selamat ulang tahun…"
__ADS_1
Lagu itu mereka nyanyikan semakin mengeraskan suaranya ketika semakin dekat dengan tempatnya Agam berada. Agam begitu kaget sekaligus bahagia melihat surprise kejutan party dari istrinya itu.
Hingga air matanya menetes membasahi pipinya itu saking bahagianya dan terharunya mendapatkan kejutan yang luar biasa.
Elsa tersenyum manis, suamiku jangan nangis dong, ayo ucapkan harapan dan doanya terlebih dahulu sebelum tiup lilinnya,"
Agam segera menyeka air matanya itu lalu membaca doa dalam hatinya," ya Allah… jadikanlah keluargaku keluarga yang sakinah mawadah warahmah, harmonis, saling mencintai, menyayangi dan menghormati satu dengan lainnya, semoga saya segera dapat momongan yang sholeha dan sholeh yang lebih dari tiga orang semoga anakku kembar, amin ya rabbal alamin," batinnya Agam.
"Tiup lilinnya Tuan Abdillah Anwari Agam Alexander Mutahar," tutur Elsa yang melihat suaminya memejamkan matanya sambil menghayati setiap doa yang dipanjatkan kehadirat Allah SWT.
Pak Renaldi dan istrinya Bu Ratih juga sudah datang membawa sebuah kotak kado spesial untuk anak mantunya itu. Elsa belum menyadari jika suaminya masih dalam keadaan belum memakai baju gegara serangga kecil yang menggigit hampir sekujur tubuhnya itu.
Mang Jono segera merekam kegiatan mereka sore menjelang magrib itu. Semua tersenyum penuh kebahagiaan dan ikut bahagia dengan perayaan ulang tahun Agam yang ketiga puluh satu tahun itu.
Usianya yang cukup dewasa, sehingga ia berjanji dan bertekad pada dirinya sendiri untuk mencetak anak dengan jarak yang sangat dekat sehingga ia tidak terlalu jika anaknya sudah besar. Agam membuka kelopak matanya lalu tersenyum sebelum meniup lilinnya itu.
"Ya Allah… aku sangat bahagia dengan kejutan yang kamu berikan padaku istriku," timpal Agam seraya mengecup sekilas keningnya dan juga bergantian ke bibirnya Elsa.
"Ini ada kado kecil untuk Abang semoga suka," Elsa mengarahkan paper bag yang berisi sebuah kotak kado berwarna hijau sesuai dengan warna kesukaannya Agam.
"Thanks wife, kenapa meski repot-repot sih sayang berikan kado segale," ucapnya Agam sekedar berbasa-basi itu padahal ia sangat bahagia dengan semua yang diberikan khusus untuknya itu.
"Saya sangat bahagia kok melakukannya jadi cukup resapi dan hayati serta rasakan setulus hati apa yang istrimu ini lakukan," candanya Elsa Safira Nadine yang tak hentinya keningnya mendapatkan ciuman yang hangat.
__ADS_1
"Ini dari Mama dan Papa semoga kamu suka dan maaf kalau harganya murah karena, dadakan soalnya," ucap Bu Ratih Ambar Purwanti.
"Semoga kamu panjang umur,sehat selalu, sukses terus dan kalian selalu bahagia hingga Kakek nenek," sebait doa yang dihaturkan oleh ayah mertuanya Pak Renaldi Hutabarat.
"Amin ya rabbal alamin," jawab semua yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Sayangnya kakak dan istrinya masih di rumah sakit jadi mereka tidak bisa bergabung dengan kita," ujar sendu Bu Ratih.
"Ini hari bahagianya Agam jangan seperti ini Istriku, setelah ini kita akan ke sana jenguk Erga dan Nada mereka dan doakan semoga secepatnya sehat dan kembali berkumpul bersama kita," terangnya Pak Renald.
Ergi Andrean Aswin Renald dan istrinya Nada Khairunnisa Azzahra Lukman terkena insiden dan musibah sehari yang lalu, tepatnya di hari pesta dan akad nikahnya kedua pasangan suami istri baru itu. Sehingga kedua belah pihak keluarga menunda perjamuan pesta pernikahan Elsa dan Agam yang di Samarinda Kalimantan Timur.
"Potong kuenya potong kuenya sekarang juga sekarang juga sekarang juga…" beberapa orang itu kembali menyanyikan beberapa bait penggalan lagunya khusus untuk Agam yang sedang berulang tahun hari itu juga.
Agam segera mengambil pisau kue dan piring beserta garpu dan pasangannya si sendok kue itu dari dalam genggaman tangannya bi Anna yang sigap membantu kedua pasangan suami istri itu yang baru dua hari menikah.
Agam memotong kue itu dengan ucapan basmalah," bismillahirrahmanirrahim," lalu menyerahkan potongan kuenya untuk perempuan kedua di dunia yang paling ia sayangi dan cintai setelah maminya Bu Liviana Alexander Mutahar Lubis.
"Terimakasih banyak sayang atas surprise party nya, Abang sangat bahagia dan ini pertama kalinya Abang rayain tanpa mami dan papi," ucapnya Agam yang sedikit sedih karena harus berada jauh dari kedua orang tuanya itu dan juga adik semata wayangnya Amarah Meylani Ramadhani.
"Tidak perlu berterima kasih lagian kita ini suami istri bagiku tidak ada kata terimakasih dalam hubungan suami istri," pungkasnya Elsa Safira Nadine.
"Buka dong kadonya Tuan Muda Agam,kita pengen juga lihat nih kira-kira apa yang diberikan oleh Nona Elsa," bujuknya Bu Anni.
__ADS_1
"Ya elah bi Anni sesekali kek ajakin kekasihnya untuk rayain ulang tahun bareng supaya tahu gimana rasanya diberikan kado spesial dari orang tersayang," celetuk Bi Anna.
"Boro-boro diberikan kado,pacar saja kagak punya," ucapnya memelas bi Ani yang membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak dan cekikan mendengar perkataan dari mulutnya Bu Ani yang sangat jujur itu.