Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 32


__ADS_3

Raungan tangisan kesedihan dari Amarah Meylani Ramadhani tidak terbendung lagi. Hatinya sangat sedih dan hancur karena sudah pasti pria yang dia sayangi, cintai sepenuh hati dan jiwa raganya akan menikahi sepupunya.


Hatinya menangis, menjerit dan berteriak untuk berontak dengan apa yang sudah terjadi;Ku kumpulkan kepingan hati


Yang kau hancurkan jadi serpihan


Kali ini kamu terlalu


Hingga harga diriku terinjak.


Menancapkan di hati


Perihnya meradang tak sembuh sembuh


Walau aku s'lalu bertahan


Tapi kali ini aku runtuh.


Kamu terlalu tau lemah aku


Mencintaimu dan mudah memaafkan


Hanya bila nanti kamu terluka


Seperti yang kurasa


Anggaplah ini karmamu.


Air matanya menetes membasahi pipinya itu, sesekali ia menyekanya," aku jadi perempuan bodoh tak mampu menjaga kehormatanku sendiri dengan baik hingga aku harus mengandung anak dari pria yang sama sekali tidak mencintaiku dan aku juga tidak mengenalnya," ratapnya Andira seraya mengelus perutnya yang masih datar itu karena baru berusia satu bulan.


"Rudi, persiapkan cepat mobil untukku karena aku akan diam-diam mengikuti Elsa hingga pulang ke rumahnya dengan selamat," perintahnya Agam pada anak buahnya itu.


Disisi lain,ia juga bakal menikahi pria yang tanpa sengaja mengantarnya pulang ketika mesin mobil sahabatnya mogok hingga terjadi kesalahpahaman yang berujung pria itu jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Pria yang kebetulan adalah relasi bisnis papanya sehingga dengan sekali datang melamar, mereka sudah resmi bertunangan dengan Ariel Satrya Muller.

__ADS_1


Matanya sembab, hidungnya memerah dan suaranya sudah serak barulah bisa memejamkan matanya menuju alam mimpi indahnya. Ariel sangat bahagia, karena penghalang cintanya sudah teratasi dengan baik tanpa harus ikut campur dalamnya.


"Amarah, ini pertama kalinya Abang jatuh cinta, dan kamu perempuan yang sangat beruntung mendapatkan cintaku, hanya kamu yang mampu menggetarkan hatiku, aku berjanji akan membuat kamu perlahan jatuh cinta padaku dan aku akan sabar menunggu sampai hari itu terjadi kamu sendiri yang langsung mengatakan padaku on love you Abang Ariel," gumamnya Ariel yang sedari tadi berdiri di depan kap mesin mobilnya seraya menatap intens ke arah jendela kamarnya Amarah Meylani Ramadhani.


Ariel telah berjanji untuk merebut hatinya Amarah dengan cara yang terhormat tanpa ada campur tangan kedua orang tuanya itu.


Sedangkan masih di area tempat yang sama walaupun agak menjauh dari tempat berdirinya Ariel. Seorang perempuan menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang begitu malang. Harus kehilangan kesuciannya dan juga kehormatannya sebagai seorang perempuan, karena adanya campur tangan dari pria yang sedari dulu terobsesi padanya.


Tetapi,dari kejadian dan niat jahat dari pria tersebut berhasil digagalkan oleh pria yang berhasil merenggutnya karena, keinginannya sendiri atas dasar pengaruh obat yang sudah diminumkannya.


Obat pee raang saan itu sudah menguasai hati, jiwa dan pikirannya Andira malam itu sehingga pria yang berniat baik kebetulan berada di unit apartemen melihat kejadian tersebut segera menolong seorang gadis yang ingin dianiaya oleh laki-laki brengsek dan hidung belang.


Carlando Arland Rolando pria yang kebetulan datang disaat yang tepat menyelematkan dari kejaran pria brengsek malam itu. Tapi,naas lolos dari mulut buaya darat malah masuk dan terjatuh ke dalam pelukan manusia singa.


"Mami, papi maafkan Andira yang tidak bisa menjaga kesucianku dengan baik, aku sudah lalai dan bodohnya hingga tertipu dengan tipu muslihat pria bajingan itu," umpatnya Andira adik sepupunya Agam dari pihak mamanya itu.


Andira meremas perutnya itu dengan sekuat tenaganya, hingga suara seseorang mampu untuk menghentikan apa yang dilakukannya terhadap calon anaknya. Bukan hanya meremas tetapi, memukul dan meninju perutnya.


"Kamu seharusnya tidak hadir didalam rahimku, kamu adalah kesalahan yang terbesar dalam hidupku!" umpatnya Andira yang terus memukuli perutnya itu.


Andira menatap tajam ke arah Ando pria yang akan menikahinya sekaligus calon dari ayah dari anaknya itu.


"Apapun yang aku lakukan adalah urusanku, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu jadi jangan mencampuri urusanku apapun itu!" Sarkasnya Andira.


Ando hanya tersenyum smirk menanggapi perkataan dari mulutnya Andira sembari memegang dengan kuat pergelangan tangannya Andira," apa kamu bilang tadi, aku tidak punya hak atas apa yang kamu lakukan haa!! Ingat baik-baik di dalam perutmu itu ada calon anakku penerus keluarga besar Roland jadi kamu jangan sekali-kali berniat untuk menggugurkan, menyakiti ataupun menyiksa calon anakku karena, jika kamu bertindak seperti itu lagi aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan kehidupanmu, jadi mulai detik ini semua kehidupanmu berada di dalam genggaman tanganku!"


Ando menggenggam kuat kepalan tangannya di hadapan Andira yang hanya bisa terdiam dan menatap nyalang ke arahnya Ando. Dia segera menghempaskan tangannya Andira dengan kuat hingga ia meringis menahan sakit di pergelangan tangannya itu.


Air matanya luruh seketika itu, ia cukup terkejut dengan sikap kasar yang dia dapatkan," ternyata ia hanya berniat menikahiku hanya karena janin yang ada di dalam kandunganku, Ando meninggalkan Andira yang terduduk diam terus meratapi dan merenungi nasib malang kehidupannya.


"Aahh!!" Teriaknya Andira Farhana Albert.


Berselang beberapa menit kemudian, Abdillah Abqari Agam sudah berada du belakang mobilnya Elsa Safira Nadine Renald yang sedari tadi membuntutinya itu. Tapi, sudut ekor matanya melihat ada beberapa motor dan juga sebuah mobil yang mengikuti laju mobilnya Elsa sejak lepas dari lampu merah.

__ADS_1


Agam segera menghubungi secepatnya anak buahnya,dia bisa menghadapi kalau hanya beberapa orang saja, tapi sesuai yang dilihatnya ada sekitar lebih dua puluh orang yang membuntuti mereka.


"Siapa mereka sebenarnya,apa maksudnya hingga terus mengikuti mobilnya Elsa?" Cicitnya Agam seraya meraih hpnya yang terletak di atas dasboard mobilnya.


Jalan yang dipilih untuk dilalui Elsa cukup sepi malam itu sehingga memudahkan geng mobil dan motor itu bertindak anarkis. Baru saja menekan tombol hijau di layar hpnya itu, sudah ada suara tembakan ke arah mobilnya Elsa.


"Aahh!! Apa yang terjadi pada mobilku ya Allah… siapa orang-orang itu?" Elsa sekuat tenaga untuk mengendalikan mobilnya yang sudah melaju oleng hingga mau tidak mau harus menabrak pembatas jalan.


"Ahhh!!" Jeritnya Elsa kemudian mobilnya berhenti.


Tiba-tiba kepulan asap dan api segera keluar dari mesin mobilnya itu. Elsa mulai panik dan terkejut melihat api itu.


"Api! Tolong!!" Pekik Elsa sambil sekuat tenaga mendorong pintu mobilnya.


Segerombolan Pria mengerumuni mobilnya Elsa dengan membawa beberapa senjata tajam, "Hahaha!! Jangan harap kamu akan lolos dengan mudah karena kami akan membunuhmu bersama mobilmu ini!" Ancamnya seorang pria yang terlihat sangar dengan tampan yang begitu tinggi dan besar.


"Ini tidak boleh dibiarkan, aku harus segera keluar dari sini," cicitnya Elsa.


Agam segera keluar dari mobilnya lalu berlari dengan kecepatan tinggi menuju Elsa.


"Hey! Kalau kalian berani jangan sama perempuan tapi,lawan aku!" Gertaknya Agam yang sudah melipat ujung kemejanya itu.


"Ada pahlawan kesiangan yang datang rupanya yang berniat untuk membuang nyawanya dengan sia-sia?" Ketusnya penjahat itu.


Elsa menolehkan kepalanya ke arah Agam, betapa bahagianya melihat Agam yang datang menolongnya. Ia pun mencari alat yang bisa dipakainya untuk meloloskan diri sebelum mobil itu terbakar.


Tangannya meraih sebuah tabung gas yang biasa dipakai untuk memadamkan api bersamaan dengan api yang semakin membesar pula.


"Saya tidak boleh kalah dengan keadaan ini," lirihnya Elsa.


Buummm… Buum…!!


Tak berselang beberapa menit kemudian, suara ledakan dari mobilnya Elsa membuat beberapa orang terkejut dan berlindung dari amukan serpihan pecahan mobil itu yang hancur seketika.

__ADS_1


"Tidak!!" Agam tidak percaya melihat kekasihnya masih terjebak di dalam mobil itu.


__ADS_2