
Elsa Safira Nadine Renald sudah bangun dari tidurnya yang cukup panjang karena, pengaruh obat bius ketika dokter melakukan tindakan untuk menolongnya.
Tapi matanya terbelalak ketika melihat, beberapa luka yang terdapat ditubuhnya Abdillah Abqari Agam. Ia sangat ketakutan dan menyesali dengan apa yang telah terjadi, karena dia sengaja berpura-pura tidak selamat karena, ingin mengetahui bagaimana perasaannya Agam padanya.
Satu fakta kembali terungkap malam itu, yaitu Elsa baru tersadar dan mengetahui jika, pria dewasa yang menolongnya beberapa tahun silam ketika dia hampir saja terjatuh disaat hendak memetik buah mangga yang ranum.
"Ya Allah… ternyata Pak Agam adalah pria yang aku sukai itu, masya Allah… entah ini yang dinamakan jodoh dan takdir yang mempertemukan dan akan menyatukan kami juga insha Allah… dalam ikatan pernikahan," gumamnya Elsa yang sudah menekan tombol untuk memanggil perawat.
Elsa mengelus rambut hitam kecokelatan miliknya Agam, menoel hidung mancungnya pria yang tersisa menghitung waktu akan menikahinya dan menjadikannya sahabat dan teman hidupnya untuk selamanya dalam ikatan tali suci pernikahan.
"Umur kita beda jauh tapi, cintaku padamu tidak akan pernah berubah, karena aku yakin dengan sifat dewasa dan bijaksana yang kamu miliki akan mampu melindungiku, menjagaku dan membimbing aku ke jannah Allah SWT."
Elsa yang masih mengeluh sedikit pusing,ia terpaksa memanggil perawat untuk membantu dirinya mengobati semua luka yang terdapat ditubuhnya Agam.
"Maaf Nona kami sedikit terlambat ka…" ucapan suster itu terpotong karena Elsa memberikan kode kepada dua perawat untuk diam dengan menaruh telunjuknya di depan bibirnya itu.
"Sus, tolong obati semua luka yang terdapat di tubuhnya, tapi usahakan jangan sampai dia bangun," pintanya Elsa.
"Pasien harus disuntik terlebih dahulu Nona karena pelipisnya harus dijahit dan kemungkinannya mendapatkan dua jahitan," jelas salah satu dari perawat yang bername tag Dini Susanti.
"Silahkan Sus, kalau itu yang terbaik untuk calon suamiku," timpalnya Elsa yang tidak segan mengatakan bahwa Agam adalah calon suaminya itu.
__ADS_1
Keduanya segera bertindak untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Elsa kepada kedua perawat itu. Elsa dengan teliti memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh keduanya sama sekali tidak mengusik atau pun menggangu kenyamanan tidurnya Agam yang baru sekitar satu jam bisa terlelap dalam tidurnya. Karena suntikan bius yang semakin membuatnya terlelap dalam tidurnya itu.
Elsa merasa sedih melihat kekasihnya itu menderita dan terluka karena, berniat untuk menolongnya ketika kejadian tabrakan maut tersebut hingga menyebabkan mobilnya ludes terbakar dan dilalap si jago merah.
Setelah beberapa menit, akhirnya selesai juga pengobatannya. Elsa sangat bahagia karena, kondisinya Agam tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.
"Makasih banyak ya Mbak atas bantuannya," ucapnya Elsa dengan penuh keramahan.
"Sama-sama Non, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami, ini obatnya sudah ada keterangannya tolong diminumkan setelah makan cukup sekali sehari," jelas sus Dian Pelangi yang menjelaskan tata cara meminum obatnya.
"Kalau begitu kami permisi yah Nona kalau Anda butuh bantuan tolong tidak perlu segan untuk memanggil kami," imbuh Dini Kayla Susanti.
"Iya, thanks," timpalnya Elsa.
Elsa menepuk keningnya," ya Allah… selamat jalan hp kesayangan semoga esok gajian masih bisa beli hp baru lagi," cicitnya Elsa.
Ia bergerak dari atas ranjangnya, berjalan dengan perlahan dan sedikit tertatih ke arah Agam dan merogoh saku celananya Agam.
"Alhamdulillah,dapat semoga saja tidak terkunci,jadi aku bisa memanggil anak buahnya kemari," gumamnya.
Elsa mendapatkan hpnya Agam, tapi ia lesu karena layar hpnya terkunci dengan kode pin bukan pakai sidik jari.
__ADS_1
"Kode PINnya apa yah, apa tanggal lahirnya yah aku coba itu saja dulu," lirihnya Elsa.
Sudah ia coba tapi,gagal juga hingga ia mencoba tanggal mereka pertama kali bertemu karena tanggal itu cukup bersejarah untuk keduanya jadi Ia sudah coba saja.
"Aku coba kalau gagal tepaksa aku keluar berjalan untuk mencari anak buahnya," cicit Elsa dan betapa bahagianya karena percobaan ketiganya berhasil.
Elsa senangnya bukan main karena tanggal penting keduanya dijadikan sebagai kode pinnya yang kebetulan nomornya mudah dihafal.
"Halo, tolong ke sini ke ruangan Seroja nomor kamarnya 008 secepatnya kalau perlu bawa beberapa orang bersamamu," perintahnya Elsa yang hanya asal menelpon orang saja yang paling penting yang ada di panggilan keluarnya.
Aldian Kim pria yang ditelpon oleh Elsa, untungnya Aldian berada di sekitar rumah sakit, sehingga tidak butuh waktu lama untuk sampai di ruangan inap perawatan Elsa.
Pintu itu terbuka lebar dan masuklah sekitar empat orang pria yang memakai jas serba hitam dengan wajah yang cukup dingin dan datar.
"Al, tolong pindahkan Agam ke ranjang satunya khusus penjaga pasien, kasihan jika harus tertidur seperti ini terus," terangnya Elsa yang kembali naik ke atas ranjangnya karena merasakan pusing di kepalanya jika terlalu lama.
Anak buahnya Agam segera bertindak untuk memenuhi keinginan dari calon nyonya mudanya itu. Aldian memperhatikan dengan seksama Elsa.
"Pantesan Abang dibuat budak cinta kekasihnya cantik sih, aku kapan ketemu dengan gadis cantik seperti Mbak Elsa yah," bathin Aldian.
"Makasih banyak, tugas kalian sudah selesai silahkan keluar dan Ingat jaga baik-baik di sekitar tempat ini dan jika ada yang menurut kalian tidak beres segera hubungi kami," ujar Aldian adik sepupunya Agam dari papanya itu.
__ADS_1
Pintu itu tertutup rapat dari luar, tapi baru saja Aldian ingin buka suara setelah Elsa menyelimuti sebagian tubuhnya Agam, pintu itu kembali terbuka lebar. Masuklah seorang perawat yang memakai hijab dengan lesung pipinya yang menbuatnya terpesona pada pandangan pertamanya.
"Cantik," beonya Aldian yang membuat Elsa dan Dini Kayla Susanti menoleh ke arah Aldian.