Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 30


__ADS_3

Malam itu sebuah teka teki dan rahasia besar terbongkar, fakta yang menyatakan jika jantung yang sudah beberapa tahun ini berada di dalam tubuhnya Elsa Safira Nadine Renald jantungnya Almairah Mutia Ramadhani.


"Elsa Terima saja," perkataan itu terngiang-ngiang di dalam rongga telinganya itu.


Elsa mencari pemilik suara itu, tapi ia hanya berdua dengan Agam di sekitar tempat itu. Sedangkan yang lainnya berada di tempat yang agak jauh dari mereka berdua. Agam masih dengan setia berlutut menanti dan menunggu jawaban dari mulutnya Elsa.


Elsa menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup kuat," bismillahirrahmanirrahim, aku bersedia menikah dengan Pak Agam," ujarnya Elsa dengan serius penuh keyakinan.


Jantung yang sangat berperan penting dalam arti kehidupannya selama ini. Sejak kecil Elsa sudah divonis mengidap penyakit jantung koroner bawaan. Sehingga jalan satu-satunya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencangkokkan jantung yang cocok dengannya.


Usaha yang dilakukan oleh kedua orang tuanya sering mengalami kegagalan. Hingga Elsa dan keluarganya hampir putus asa dan menyerah dengan keadaan. Tapi, kejadian yang sangat tidak diinginkan terjadi ketika Elsa masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas satu tepatnya.


Ada beberapa teman kelasnya yang membulynya mengatakan bahwa dia anak cacat sehingga saat itu ia pingsan dan tak sadarkan diri di kelasnya. Keluarganya pun panik dan tidak tahu apa yang harus mereka perbuat untuk mengobati penyakitnya Elsa.


Karena jalan satu-satunya sekaligus jalan yang terakhir mereka tempuh adalah segera operasi dan mencari pendonor jantung yang tepat. Tapi, Tuhan berkehendak lain dan memperlihatkan kepada mereka bukti kebesarannya.


Dihari yang sama,ada anak gadis seumuran dengannya mengalami kritis dan permintaan terakhir dari anak gadis itu adalah, untuk mencari orang yang membutuhkan jantungnya yang cocok dengan dirinya.


Awalnya saudara dan kedua orang tuanya sangat menentang keputusan dan keinginan dari putrinya itu, tapi mengingat betapa gigih ia memohon kepada papanya sebelum ia menghembuskan nafasnya yang terakhir,ia memohon dengan sangat kepada keluarganya untuk memberikan jantungnya pada orang yang membutuhkan dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan apapun.


Tapi, karena permintaan dari Mutia sendiri dia tidak ingin ada yang mengetahui jika dialah yang menolong Elsa kala itu. Tapi, karena sudah lama kejadian itu dengan permohonan papanya Elsa untuk mengetahui siapa perempuan yang berbaik hati menolongnya itu, pihak rumah sakit atas ijin Pak Alexander Mutahar mengijinkan Pak Renaldy untuk mengetahui identitas dari penolong putrinya itu.


Elsa seolah menatap ke keseluruh ruangan sebelum menjawab pertanyaan sekaligus permintaan dari Abdillah Abqari Agam pria yang sejak Elsa masih duduk di bangku sekolah menengah atas sudah membuatnya terpikat dan terpesona pada pandangan pertama.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim, baiklah jawaban saya ya tapi, Bapak harus datang langsung menghadap kedua orang tuaku untuk melamar putrinya, jika mereka setuju barulah aku memakai cincin dari Bapak yang sangat cantik ini," tukasnya Elsa.


Agam kemudian berdiri dari posisi berlututnya," oke insya Allah… besok kita akan ke Kalimantan Timur Samarinda untuk melamarmu, bagaimana dengan Mama dan Papa apa bersedia mengantar Agam untuk melamar wanita pujaan ku?" Tanyanya Agam yang menatap ke arah kedua orang tuanya itu.


"Kami bersedia dan siap selalu untuk melakukan apapun yang terbaik untuk putra tunggal kami, walaupun harus mendatangi negara yang sangat jauh kami akan jabanin apalagi hanya Samarinda yang masih di daerah tanah air tercinta kita," imbuhnya Pak Alexander Mutahar.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, berarti bulan depan akan ada dua pernikahan di dalam rumah kita ini satu putriku Amarah Meylani Ramadhani dengan calon suaminya Ariel Satya Muller dengan Elsa Safira Nadine Renaldi dan Putra tunggal kami Agam, ini berita yang sangat menggembirakan saya selaku mamanya mereka pasti akan mengadakan pesta yang cukup besar, kalian yang ada disini kami harapkan datanglah untuk memeriahkan pernikahan putra putri kami," terangnya Bu Liviana Dirga Alexander Muhtahar.


Mereka bertepuk tangan mendengar berita tersebut, sedangkan seorang gadis yang duduk di pojok berusaha tersenyum dengan berita bahagia dan gembira atas saudaranya. Karena,ia mengetahui hal besar sekitar beberapa menit yang lalu. Dirinya hamil tanpa suami dan pria yang telah melakukan itu, ikut berada di dalam pesta tersebut.


Andira mengepalkan tangannya saking marahnya dengan apa yang terjadi padanya. Ia tidak menyangka jika hidupnya akan seperti ini, ia kalut dengan permasalahan yang menerpa hidupnya karena, kesalahannya sendiri yang masuk jebakan seorang pria licik hingga jatuh ke dalam pelukan pria yang menolongnya.


"Aku harus segera pergi dari sini sebelum aunty Livia dan uncle Muhktar mengetahui jika aku hamil," gumamnya yang segera berdiri dari duduknya itu.


Carlando Orlando Roland membuka suaranya dan mengikuti jejak yang dilakukan oleh sahabatnya itu. Ando berlutut di hadapan Pak Alexander Mutahar dan istrinya Bu Livina.


"Tuan dan Nyonya ijinkan saya untuk menikahi keponakan Tuan yang bernama Andira Farhana Albert,"


Nada dan Ergi tersenyum, baru sepersekian detik Elsa tidak nampak dari penglihatan keduanya malah melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan. Ergi menggendong tubuh kekasihnya itu dan sesekali mengecup bibirnya Nada.


"Abang stop dong, kalau Elsa tahu gimana pasti akan keluar lagi tanduknya," tukasnya Nada.


"Dia tidak akan tahu palingan setelah mandi akan tertidur pulas karena seperti itu kebiasaannya, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi, Abang janji ini yang terakhir kalinya Abang memintanya sama kamu sebelum kita menikah nanti,"

__ADS_1


Nada pun menuruti perkataan dan permintaan pacarnya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Nada Humairah Azizah Razak mengalungkan tangannya ke lehernya Ergi Andrean. Mereka sesekali berciuman hangat hingga ke atas kamarnya Ergi.


Hubungan terlarang itu terjadi beberapa kali hingga malam hari. Benar sekali apa yang dikatakan oleh Ergi jika, Elsa tidak turun lagi hingga pagi hari menjelang subuh.


Sedangkan di tempat lain, Agam cukup bahagia karena Muhamad Carlando Ronald memilih untuk bergabung dengan perusahaannnya. Padahal sehari yang lalu, Ando sudah memutuskan untuk kembali menolak tawarannya Abdillah Abqari Agam Muhtahar.


"Mery tolong segera ke ruanganku," pintanya Agam kepada asisten pribadinya itu.


"Baik Tuan Muda,"


Mery segera masuk ke dalam ruangan pribadinya Agam. Mery kemudian mendengarkan dengan seksama perintah dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja sebelum pulang.


"Tolong atur semuanya dengan baik jangan biarkan gadis itu tahu jika aku yang sudah mengatur semuanya,"


"Baik Tuan Muda, apa masih ada yang harus aku kerjakan?" tanyanya Mery yang sudah bersiap pulang undur diri dari hadapan pria yang baru mengenal cinta itu di dalam hidupnya pria yang sempat diisukan dan dirumorkan mengalami impoten.


"Kamu boleh pulang,"


Agam segera meraih jasnya setelah Mery pergi dari ruangannya. Dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya yang ganteng paripurna.


"Apapun akan aku lakukan agar kamu bisa jatuh cinta padaku gadis manggaku," cicit Agam yang sangat bahagia dan happy setelah mengetahui kenyataan yang ada.


Semua orang kembali tercengang dengan apa yang terjadi kembali di dalam keluarga besar itu. Lamaran dadakan kembali terjadi, Andira yang baru selangkah menaiki undakan tangga, segera menghentikan langkahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2