
Berselang sekitar dua jam kemudian, kue itu sudah dihiasi dengan nama Agam serta ucapan selamat ulang tahun yang ke 31. Mbak Ani dan Mbak Anna terkejut melihat tulisan yang bertuliskan angka tiga puluh satu tahun itu, mereka kemudian saling berpandangan satu dengan yang lainnya.
"Rasa manisnya pas kan? Soalnya suamiku gak terlalu suka kalau terlalu manis," tuturnya Elsa sebelum memasukkan adonan satu persatu ke dalam loyang khusus kue bolu yang berbentuk bulat itu tujuh buah dengan warna adonan yang berbeda-beda.
"Non 31 usianya Tuan Muda Agam?" Tanyanya Anna dan Bu Ani dengan secara bersamaan itu.
Elsa bukannya menjawab malah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari keduanya itu.
"Sudah tua yah suamiku?"
"Malah kami mengira usianya Tuan Agam itu baru 26 gitu, berarti dia awet muda banget yah atau orang bilang biasanya baby face gitu," pungkas Mbak Ani.
"Sudah aahh aku mau naik dulu, Ingat jangan sampai ada yang kacaukan hasil kue buatanku itu karena, aku mau keluar dulu, kalau aku dicariin sama suamiku bilang saja ketemu temannya," pintanya Elsa.
Elsa segera pergi dari rumahnya ke sebuah mall yang terdekat dari rumahnya itu tanpa pamit terlebih dahulu dengan suaminya.
"Semoga Abang tidak mengacaukan rencanaku ini," gumamnya Elsa lalu mengendarai mobilnya.
__ADS_1
Baru sekitar lima belas menit, Agam sudah berganti pakaian santainya dia berjalan menuruni tangga dan celingak-celinguk mencari keberadaan istrinya itu.
"Maaf Bi apa kalian melihat kemana perginya Elsa istriku?" Tanyanya Agam yang sudah berdiri di depan kedua perempuan yang sudah berusia 38 tahun itu.
"Ehh Nona Elsa katanya tadi ke temu temannya, dia pesan seperti itu pada kami," ujarnya Mbak Ani.
Raut wajahnya menyiratkan rasa jengkel yang sangat sejak sepulang dari bandara, "Kenapa meski pergi tanpa membangunkan aku, kan bisa aku antarin, Elsa juga melupakan hari ini ulang tahunku," gumamnya Abdillah Abqari Agam.
Agam kemudian berjalan ke arah keluar dan melihat pohon mangga yang penuh dengan kenangan itu. Dia kembali teringat dengan kejadian beberapa tahun silam, ia berkeliling melihat ke atas pohon tersebut. Wajahnya seketika tersenyum simpul ketika melihat ada beberapa mangga yang buahnya ranum dan sudah kekuningan.
Agam seperti seorang pemanjat pohon yang sudah terbiasa manjat pohon yang lincah bertengger dari dahan pohon yang satu ke yang lainnya itu.
"Alhamdulillah, mangganya lumayan banyak, Elsa kan doyang makan mangga pasti akan bilang padaku makasih banyak suamiku yang tersayang lalu menciumku," gumamnya Agam.
Mbak Ani yang melihat hal tersebut segera melakukan siara langsung di sosial medianya itu, dengan caption seorang CEO terkenal dari Jakarta manjat pohon mangga demi istrinya tersayang.
Ibu Ratih Ambar Purwatih yang melihat anak menantunya manjat segera berteriak ketakutan memanggil Agam.
__ADS_1
"Nak Agam apa yang kamu lakukan di atas sana? ayo cepat turun Nak!" pintanya Bu Ratih.
Agam membalas teriakannya Bu Ratih," Ibu masa aku lagi masak,yah manjat lah pohon mangganya ibu mertua," jawabnya Agam yang tersenyum cengengesan.
Bu Ratih hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala menanggapi sikap dari suami dari anak bungsunya itu.
"Ibu titip kantong plastik kreseknya yah!" teriaknya Abdillah Abqari Agam.
Mbak Ani segera bergerak cepat mengambil kantong kresek tersebut lalu memberikan ke atas dengan memakai tongkat kayu agar Agam lebih mudah mengambil kantong kereseknya.
Antusias Agam semakin bertambah ketika mencium aroma wangi dari buah mangga itu dan sudah membayangkan Elsa Safira Nadine Renald menikmati buahnya hasil petikan dari tangannya sendiri dengan penuh perjuangan dan semangat itu.
Berselang beberapa menit kemudian, Agam sudah turun dari pohon mangga. Tetapi, belum menyerahkan kreseknya yang berisi beberapa buah mangga, tiba-tiba tubuhnya Agam merasakan gatal.
"Auh semut merah!!" jeritnya Agam.
Bu Ratih dan Mbak Ani serta bi Anna secepatnya berlari ke arah Agam yang melihat kejadian Agam lompat saking menghindari dan mengurangi rasa gatal ditubuhnya itu akibat gigitan semut.
__ADS_1