Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 43


__ADS_3

"Sepertinya jawabannya ini semua saya harus tanyakan langsung pada Ando, karena tidak mungkin saya bertanya pada Amarah," batinnya Andira Farhana Albert.


"Semua ini pasti karena penyebabnya adalah karena Carlando Arland Rolando, cinta segitiga atau segiempat kah yang sedang terjalin atau bisa jadi cinta segi banyak, kenapa Amarah tidak bisa berdamai saja dengan masa lalunya lagian pak Ando sama sekali tidak pernah membalas cintanya Amara kok Ariel Satrya Muller juga ganteng kalau disejajarkan dengan wajahnya Ando, Aldian dan Ariel mereka sulit untuk dipilih tapi, ketiganya belum ada yang mengalahkan ketampanan calon suamiku Abdillah Abqari Agam Mutahar, sungguh cinta itu penderitaannya tiada berakhir," batinnya Elsa Safira Nadine.


Keesokan harinya, Elsa memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dan sisanya rawat jalan saja. Suster Dini sedari tadi berada menemani Elsa Safira Nadine karena Agam pulang duluan karena,ada meeting penting yang harus segera ia adakan dan tidak mungkin ia tunda rapat penting itu.


Andira yang menginap di rumah sakit atas perintah dari Agam segera membantu apapun yang diinginkan oleh Elsa.


"Andira,apa saya boleh minta tolong?" Pintanya Elsa.


Andira segera mengalihkan perhatiannya dari layar hpnya yang sedang membaca beberapa berita tentang kehamilan seorang perempuan di hamil pertamanya yang masih muda usia kehamilannya itu.


"Iya bisa kok kakak ipar, emangnya Mbak mau minta tolong apaan sih? Kenapa meski pakai segan seperti itu," pungkasnya Andira.


"Mbak aku pengen keluar jalan-jalan cari angin segar bosan rebahan mulu," candanya Elsa Safira Nadine Renald.


"Baik, kita keluar tapi ngomong-ngomong mau jalan kemana?" Tanyanya balik Andira Farhana Albert.


"Saya pengen ke taman saja sepertinya bunga-bunga di tamanya cantik-cantik," tuturnya Elsa yang sudah memakai sendal jepit rumahannya itu.


Mereka pun berjalan ke arah taman sambil berbincang-bincang santai. Tapi, tanpa mereka duga ada seseorang yang sedang ribut karena beradu argumentasi.

__ADS_1


Keduanya penasaran ingin mendengar langsung perkataannya keduanya dan penyebab lainnya karena, punggung kedua orang itu seperti mereka kenali.


"Amarah harus berapa kali aku katakan padamu jika, hatiku sejak dulu hingga detik ini hingga sampai kapanpun aku Carlando Arland Roland sama sekali tidak pernah mencintaimu sedikitpun, karena perempuan yang aku sayangi adalah calon istriku saja bukan wanita lain," jelas Ando yang menghempaskan tangannya Amarah Meylani Ramadhani dari lengannya.


"Abang, saya mohon katakan semua itu tidak benar, katakanlah padaku jika itu hanya kebohongan semata!" Teriaknya Amarah dengan linangan air matanya itu.


”Entah apa yang aku harus katakan padamu lahi agar kamu mengerti dengan maksud dari semua perkataanku ini, aku heran denganmu kamu ini seorang jangan rendahkan harga dirimu sebagai seorang perempuan dengan mengemis cintaku sedangkan kau akan menikah dengan pria lain sedangkan aku juga akan menikah, karena satu hal yang perlu kamu ketahui jika saya hanya menganggap kamu sebagai adikku dan tidak lebih ingat camkan baik-baik perkataan ku ini jika kamu masih mengganggu aku tidak akan segan melaporkanmu kepada kedua orang tuamu!" Ancamnya Ando.


Ando pergi dari sana dengan menahan amarah dan kekesalannya, tapi dia tidak sengaja dan menyangka akan melihat calon istrinya berdiri dibalik pohon cemara bersama dengan Elsa Safira Nadine. Tapi, Ando hanya pergi dan berlalu dari tempat itu begitu saja. Andira akhirnya pun mengerti dengan apa yang sedang terjadi diantara mereka.


Ando tanpa sengaja berpapasan dengan Ariel Satrya Muller menepuk pundaknya Ando, sedangkan Ando hanya menatapnya dengan tatapan dinginnya dan sama sekali tidak menggubris perkataan dari mulutnya Ariel.


Ariel menepuk pundaknya Ando," kerja yang bagus dan thanks sudah memberikan pengertian pada gadis keras kepala itu," Ando hanya terdiam tanpa reaksi dan mimik wajah apapun itu.


Aku bisa mengendus baumu


Jangan pernah lari dariku


Karena kita telah berjanji


Biar matahari bohong pada siang

__ADS_1


Pura-pura tak mau panas


Tak perlu menyiksa diri sendiri


Sembunyikan cinta yang ada


Aku tak perlu bahasa apapun


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise


Seribu wajah menggoda aku


Yang ku ingat hanya wajah kamu


janjiku tak pernah main-main


Sekali kamu tetap kamu, ungkapan perasaannya Amarah untuk pria yang akan menikah dengan perempuan lain siapa lagi kalau bukan Ando.

__ADS_1


Elsa menyentuh lengannya Andira sedangkan Andira memutar kepalanya ke arah Elsa calon istri dari kakak sepupunya itu Abdillah Abqari Agam. Andira hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Elsa dan tidak mungkin berkata jujur ikatan apa yang terjalin dengan calon suaminya itu.


"Ando sebenarnya kamu itu mencintai siapa, kenapa kamu begitu angkuh dan dinginnya, hingga menyakiti hati seorang wanita," lirihnya Andira.


__ADS_2