
Tanpa menunggu lama-lama Mery tak lupa mengambil gambarnya Elsa Safira Nadine Renaldi. Mery sebenarnya dipekerjakan oleh kedua orang tuanya Agam sebagai orang yang akan memantau dan memata-matai semua gerak geriknya Agam lalu melaporkannya kepada Tuan Besar Muhtar dan Nyonya Liviana tentang apa saja yang dikerjakan oleh putra tunggalnya itu.
Mery memperhatikan dengan seksama penampilan Elsa dari ujung hijabnya hingga ujung sepatunya," cantik, pantesan Pak Agam bersikap tidak biasanya kalau seperti ini aku harus segera menghubungi Tuan Besar Muktar Nababan dengan Nyonya Lusiana pasti mereka akan cukup terkejut dengan perubahan besar yang dialami oleh anaknya yang dikatakan impoten itu," sudut bibirnya Mery terangkat menyadari pikirannya sendiri.
"Tidak perlu minta maaf, wajar saja itu terjadi kamu kan orang baru datang ke sini jadi belum mengetahui peraturan perusahaan kami," balasnya Mery.
Elsa cukup terkejut melihat respon dan reaksi dari Mery, padahal biasanya jika bekerja di tempat perusahaan sebesar ini melakukan kesalahan sekecil apapun pasti akan mendapatkan teguran bahkan hukuman.
"Syukur Alhamdulillah deh kalau keterlambatan aku membawa berkah untukku," senyuman Elsa mengembang karena terselamatkan.
"Kalau gitu silahkan duduk dulu sambil menunggu giliran kamu," pintanya Mery.
"Eh makasih banyak Mbak," jawab Elsa lalu berjalan sedikit tertatih karena punggung kakinya merasakan ngilu dan berdenyut sehingga mau tidak mau Elsa mengeluh kesakitan.
Elsa berjalan ke arah kursi lalu membuka sepatunya untuk memeriksa kondisi kakinya itu. Lukanya yang sempat basah terkena air sehingga berdarah dan juga bergesekan dengan kulit sepatunya yang semakin memperparah kondisi lukanya.
Elsa melirik ke arah samping kiri dan kanannya kebetulan ada beberapa orang yang duduk di sebelahnya itu sehingga mau tidak mau harus meminta ijin terlebih dahulu untuk mengangkat kakinya.
"Maaf Mbak aku angkat kaki aku yah soalnya aku ingin olesi dengan obat salep ini," harapnya Elsa sambil menunjukkan salep ke hadapan orang yang berada di sampingnya.
Untungnya Elsa semalam sudah memasukkan kotak p3k mini ke dalam tasnya sehingga dapat memudahkan ia mengobati lukanya itu. Elsa mengerang kesakitan saat salep itu menyentuh permukaan kulitnya yang terluka.
"Auhh!" Keluhnya.
Apa yang dilakukan oleh Elsa dilihat langsung oleh Nada. Nada segera berjalan cepat ke arah Elsa.
__ADS_1
"Ya Allah… Els kaki kamu kenapa kok bisa seperti ini? Padahal kemarin kamu baik-baik saja!"
Elsa hanya nyengir lebar saja menanggapi perkataan dari mulut Nada yang sudah khawatir seperti dia adalah emaknya Elsa saja.
"Tidak apa-apa kok Mbak ini hanya luka ringan jadi tidak perlu lebay gitu," kilahnya Elsa.
"Luka ringan, apanya luka ringan kalau keringat kamu tuh buktinya jika kamu kesakitan menahannya,jangan sok pemberani deh di depannya Mbak," tukasnya Nada Elmira perempuan yang sekaligus sahabat terbaiknya dan juga tetangganya yang sebenarnya diam-diam menyukai abangnya Elsa tapi, tidak pernah berani untuk mengutarakan perasaannya sendiri mengingat Ergi Andrean playboy.
Mery yang melihat situasi itu segera mengambil gambar dan video itu lalu diam-diam mengirimkan kepada nomor hpnya Agam CEO perusahaan tempat ia bekerja.
"Kita lihat gimana reaksi dari Tuan Muda Agam jika melihat Elsa terluka kalau seperti dugaanku berarti dia sudah jatuh cinta dan tandanya Tuan Muda itu normal pria dewasa yang cukup umur yang masih punya ketertarikan dengan lawan jenisnya,"
Abdillah Abqari Agam yang sedang serius memperhatikan perwakilan relasi bisnisnya menjelaskan konsep rencana kerjasama bisnis kedua perusahaan besar itu sedikit terganggu karena sedari tadi Agam terus menggenggam erat hpnya yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya.
Agam buru-buru membuka layar hpnya dan melihat dengan seksama video rekaman kiriman dari Mery. Sedangkan Mery mendapatkan informasi dan sekaligus perintah dari tuannya untuk selalu mengupdate apa saja yang terjadi antara kedua orang itu. Elsa dan Agam.
Mery pasti dengan senantiasa dan tangan terbuka mendapatkan tugas tambahan itu dengan imbalan bonus yang cukup besar itu.
"Bagaimana Pa, apa Papa sudah mendapatkan informasi dari gadis yang mampu menaklukkan hatinya putra kita?" Tanyanya Bu Liviana ketika duduk berdampingan dengan suaminya di dalam ruangan pribadi milik suaminya itu.
"Papa sudah menugaskan Aryan untuk mencari tahu siapa perempuan itu, bersabarlah semoga perempuan kali ini mampu membuat putra kita berniat untuk menikah dan mengakhiri masa lajangnya," jelasnya Pak Muhtar Alexander.
"Kerja yang bagus suamiku, aku tidak permasalahkan latar belakang bibit bebet bobot perempuan itu yang paling penting dia bisa buat bahagia putraku itu sudah cukup," timpalnya Bu Liviana Alexander.
Baru sepersekian detik Bu Livia berbicara,data tentang Elsa Safira Nadine sudah berada di dalam genggaman pria berkuasa itu yang penuh dengan kebijaksanaannya.
__ADS_1
"Namanya Elsa Safira Nadine Renaldi anak dari kepala dinas pendidikan provinsi Kalimantan Timur dan sekarang mendaftar menjadi calon sekretarisnya Agam putra kita," terangnya Pak Muktahar.
Bu Livia menggantikan suaminya memegang hpnya itu, ia langsung tersenyum gembira melihat fotonya Elsa.
"Gadis yang cantik dengan hijabnya yang semakin mempercantik penampilannya semoga saja belum punya tunangan yah Pa," ujarnya Bu Liviana Alexander yang tertarik dengan penampilannya Elsa melalui beberapa foto yang terdapat di dalam hp suaminya itu.
"Amin, Mama harus bertindak cepat dan membantu anak polosmu itu jangan sampai salah mengambil sikap dan menimbulkan kemarahan dan kebencian terhadapnya karena sikapnya yang kaku dan datar itu," terangnya Pak Muktahar.
Perusahaan Alexander Kontaktor Tbk…
"Tidak perlu khawatir seperti itu juga kali Mbak Nada, aku ini cuma terluka kecil bukan punya penyakit mematikan," candanya Elsa yang masih sempat-sempatnya bercanda padahal Nada sudah sangat mencemaskannya.
Agam berniat untuk meninggalkan rapat itu, tapi mengingat rapatnya sangat penting dan juga tidak mungkin ia menunjukkan langsung kepada gadis mangganya jika dia punya perhatian khusus kepada Elsa.
"Aku tunggu informasi selanjutnya dari Mery saja, aku tidak perlu terlalu khawatir karena ada Mery disampingnya yang selalu mengawasinya, maaf kamu terluka gara-gara saya yang sudah teledor dalam mengendarai mobilku,"
Apa yang dilakukan oleh Agam ternyata menjadi pusat perhatian dari beberapa orang yang kebetulan ikut meeting tersebut. Mereka keheranan sambil mengerutkan keningnya karena apa yang dilakukan oleh Agam tidak biasa bahkan diluar dari kebiasaannya.
"Apa yang terjadi padanya, sepertinya aku ketinggalan berita baik nih," batinnya Amarah adiknya Agam yang kedua.
Meeting itu berlangsung cukup alot dengan beberapa perdebatan untuk mendapatkan kesepakatan bersama dengan nantinya keuntungan yang cukup besar.
Elsa menjalani serangkaian tes yang diberikan khusus oleh Mery," cukup bagus hasil tesnya, memang layak jadi sekretarisnya Tuan Muda karena kemampuan dan skillnya cukup bagus padahal belum memiliki pengalaman sedikitpun."
Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...
__ADS_1