Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 35


__ADS_3

"Abang Abdillah Abqari Agam!" Sapanya seseorang yang berdiri di belakangnya yang masih setia berlutut.


Agam tidak menolehkan kepalanya karena menganggap itu hanya ilusi belaka saja.


"Aku pasti hanya berhalusinasi mendengar suara dari Elsa," cicitnya Agam.


"Mas Abdillah Abqari Agam calon suami sekaligus calon imamku kelak, calon papa dari anak-anakku kelak, apa kamu sudah tidak ingin melihatku lagi?!" Lirihnya Elsa Safira Nadine yang sengaja mengecilkan suaranya dan begitu lembut mendayu-dayu tepat di telinganya Agam


Agam semakin meneteskan air matanya karena ia merasa jika arwah kekasihnya yang tidak tenang meninggal dalam kecelakaan itu mendatanginya.


"Elsa, maafkan Abang, ini demi gara-gara Abang kau tidak marah kan dan membenci Abang yang sudah lalai tidak menjaga kamu dengan baik hingga kamu harus menderita seperti ini pergi tidak bahagia dan tidak tenang," cicitnya Agam.


Aldian Faiz Albert dan Carlando Arland Roland sudah tidak bisa menahan tawanya itu.


"Hahaha!" Tawa mereka yang sedari tadi berusaha untuk menahan terus tawanya akhirnya pecah juga.

__ADS_1


Aldian tertawa terpingkal-pingkal melihat raut wajah kakak sepupunya yang tidak pernah ia lihat seperti itu selama hidupnya. Bahkan dia sudah merekam video aksi heroik dan kesedihan yang dilakukan oleh Agam CEO perusahaan ternama dan terbesar di Indonesia.


Ando pun tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Aldian, ia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lakunya Agam yang bucin akut itu.


Agam segera berdiri dan hendak maju ke arah mereka dengan genggaman tangannya yang seakan-akan ingin meninju dan memukul kedua pria itu, tapi langkahnya terhenti ketika melihat sosok wanita yang tiba-tiba berdiri di depannya itu.


Tanpa ragu dan membuang waktunya, Agam menarik tubuhnya Elsa Safira Nadine Renaldi calon istrinya itu sekaligus cinta pertamanya tersebut.


Agam tidak mampu berkata-kata dan berucap sepatah katapun saking bahagianya melihat kekasihnya dan pujaan hatinya itu masih hidup dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan apapun, hanya pakaiannya yang kotor.


Darah menetes membasahi pergelangan tangannya Elsa, tapi ia berusaha untuk tutupi kenyataan itu, dia tidak ingin ada yang melihatnya sehingga membuat mereka khawatir dan cemas dengan kondisinya itu.


Mereka berpelukan erat dengan penuh kasih sayang dan memperlihatkan kemesraan mereka dy depan dua pria yang masih jomblo dan single itu. Sehingga jiwa jomblo mereka meronta-ronta melihat kebahagiaan budak cinta itu. Kepalan tangannya Agam pun terluka ketika meninju sekuat tenaga aspal malam itu.


"Abang apa benar yang Abang katakan jika Abang kakak baik hati yang menolongku waktu itu?" Tanyanya Elsa yang ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


"Gadis manggaku, kamu adalah gadis remaja yang aku sukai disaat pertama kali aku melihatmu, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama hingga hari ini aku tidak sanggup dan tak bisa untuk menggantikan posisimu di dalam hatiku," ungkapnya Agam dengan penuh dramatis.


"Saya sangat bahagia mendengarnya Abang, aku juga sangat mencintaimu Abdillah Abqari Agam seumur hidupku hingga akhir waktuku," lirih Elsa yang tubuhnya luruh dalam pelukannya Agam karena sudah banyak kehabisan darah.


"Elsa… Elsa sayangku apa yang terjadi padamu?" Jeritnya Agam.


Agam segera menggendong tubuhnya Elsa walaupun tangannya juga sakit dan terluka tapi, demi keselamatan calon istrinya dia rela melakukan apapun itu.


"Ando!! Siapkan mobil kita ke rumah sakit secepatnya, cepat hubungi rumah sakit yang terdekat dari sini, kabari papa jika Elsa terluka!" Teriak Agam dengan raut wajahnya yang sudah berubah pucat saking takutnya melihat kondisi Elsa yang sudah tidak sadarkan diri dalam pingsannya.


Agam yang awalnya sudah bisa bernafas lega dan bahagia karena, kekasihnya itu selamat dari amukan ledakan sijago merah yang berhasil melahap habis sebuah mobil sedan putih milik Elsa.


Sedangkan di tempat lain, seorang berteriak kencang dan histeris sembari melempar semua barang-barang dalam kamarnya itu.


"Brengsek! kenapa bisa perempuan jaaa laang itu selamat, kalian tidak becus, bego dan tidak pantas untuk dijadikan anak buah," geramnya seorang perempuan.

__ADS_1


Pria yang sedari tadi menemaninya di dalam kamar hotel itu segera memeluk tubuh kekasihnya itu yang hanya terbungkus bedcover saja, "Sayang sabarlah,kalau percobaan pertama kita gagal, kan masih ada yang kedua, jadi tenanglah sayang yang paling penting kamu puaskan dan bahagiakan aku malam ini,"


__ADS_2