
Elsa Safira Nadine tidak menyangka jika kepulangannya dari kantor akan disuguhi pemandangan yang sangat meresahkan, merusak mata dan pikiran.
"Abang Ergi Andrean Renaldi!!" Pekiknya Elsa yang dibuat geram oleh kekakuan kakaknya dengan perempuan yang berada di bawah kunkungan kakaknya itu.
Keduanya tersentak terkejut mendengar teriakannya Elsa. Keduanya cukup kaget dan raut wajah mereka langsung pucat pasi. Ergi tidak menyangka jika perbuatannya kali ini kedapatan dan dilihat langsung oleh adiknya itu. Karena selama ini apa yang sering ia lakukan dengan kekasihnya sama sekali tidak diketahui oleh Elsa sang adik kesayangan.
"Abang!!" Teriaknya Elsa di sore hari itu.
Ergi Andrean segera memakai pakaiannya dengan asal sedangkan kekasihnya itu nampak malu-malu dan tidak berani menatap ke arah Elsa Safira Nadine yang raut wajahnya yang cantik berubah jadi murka dan penuh dengan amarah.
"Cepat pakai pakaian kalian, lalu aku tunggu di bawah!"perintahnya Elsa yang menggeleng kepalanya melihat sikap kedua insan anak muda itu.
Elsa menutup pintu kamar abangnya dengan penuh kekuatan dan amarah yang menggebu-gebu.
Bruk!! Prang!!
Elsa duduk di salah satu sofa ruang tamunya itu sembari memijit tengkuk dan pelipisnya secara bergantian. Elsa seperti seseorang yang mendapati anaknya melakukan perbuatan yang tidak baik saja.
Ergi menuruni tangga sambil menggandeng tangannya Nada Humairah Azizah Razak. Ternyata wanita yang sedang bercumbu dengan abangnya itu adalah sahabatnya sendiri. Perempuan yang mengajak Elsa ke kota Jakarta pusat untuk mencari pekerjaan.
"Jangan takut, Abang akan bertanggung jawab atas semua ini," bisiknya Ergi di telinganya Nada.
Elsa memutar bola matanya dengan jengah ketika melihat dua pasangan muda-mudi itu yang kedapatan berbuat yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Ergi untuk pertama kalinya tidak berani berhadapan dengan adik semata wayangnya itu, sedangkan Nada tidak berani menatap ke arah Elsa yang menatapnya dengan tatapan membunuhnya.
"Duduk! Tidak perlu berdiri seperti itu apa kalian tidak capek setelah main kuda-kudaan!" Cibirnya Elsa.
__ADS_1
Ergi dan Nada patuh mendengar perintah dari perempuan yang selama ini terlihat ceria, aktif dan periang ternyata menyimpan segala misteri sifat dewasanya. Mereka berdua hanya saling bertukar pandangan satu sama lainnya.
"Katakan padaku Abang melakukan hubungan seperti ini sudah berapa lama?"
Ergi terpojok dengan kenyataan tersebut, entah apa Ergi berani untuk berterus terang di hadapan adiknya dan juga Nada karena bukan hanya Nada teman tidurnya, tapi Mila juga dan masih ada satu perempuan yang sudah tidak pernah datang lagi. Tapi perlu digaris bawahi hanya Nada yang membuat pria Casanova itu bertekuk lutut dihadapan Nada.
Dengan perempuan lain Ergi pasti bermain aman dan cantik karena selalu memakai pengaman. Sedang dengan Nada tidak sama sekali.
"Kenapa Abang diam! Apa sulit untuk mengingat atau menghitungnya!" Sarkasnya Elsa yang masih duduk sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
Ergi tiba-tiba lidahnya keluh seketika karena, tidak mungkin akan berbicara jujur di hadapan Nada perempuan yang perlahan sudah mulai ia cintai itu. Nada gemetaran dan terlihat jelas dari mimik wajahnya jika,ia ketakutan.
"Ya Allah… Abang sudahkah menjawab pertanyaanku? Mbak Nada sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Abang Ergi?"
Elsa mengalihkan perhatiannya dan pertanyannya ke Nada karena Ergi Andrean tidak mampu untuk berucap sepatah katapun. Nada melirik sekilas ke arah Ergi sebelum membuka mulutnya untuk berterus terang.
"Apa Mbak Nada tidak berfikir konsekuensinya? Mbak Abang Ergi ini adalah seorang Casanova yang suka main celap celup dengan kekasihnya, apa Mbak tidak tahu masalah itu? Sadar enggak Mbak jika Abang punya banyak wanita di luar sana gimana dengan nasibnya Mbak kalau sudah tidak…," ucapannya Elsa terpotong dan tidak mampu untuk melanjutkan perkataannya itu.
Nada yang mendengar perkataan tegas dari Elsa langsung refleks menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya itu.
"Apa yang dikatakan Elsa memang benar adanya, gimana kalau Abang tidak mau bertanggung jawab padaku setelah aku dengan sukarela merelakan dan ikhlas memberikan semuanya untuk Abang Ergi," Nada membatin memikirkan tentang masa depannya.
Nada kemudian berlutut bersimpuh di hadapan Elsa seraya menangis tersedu-sedu meratapi penyesalannya.
"Maafkan Mbak Elsa, Mbak sangat mencintai abangmu jauh-jauh hari sejak kami masih di Samarinda, aku sangat mencintai Abang Ergi hingga aku rela melepaskan mahkotaku demi Abang, aku sangat tahu Abang punya banyak perempuan yang mengelilingi kehidupannya tapi, aku tidak bisa menolak keinginannya juga walaupun aku sudah tahu kalau aku hanya dijadikan hanya sebatas teman tidurnya saja, bagiku itu tidak masalah tapi aku minta padamu jangan katakan pada Ibu dan adik-adikku di kampung Elsa," ratapnya Nada.
Ergi pun berlutut di hadapan adiknya," aku akan bertanggung jawab padamu dengan apa yang aku lakukan beberapa hari belakangan ini dan aku juga berjanji padamu untuk memutuskan semua perempuan itu demi kamu," imbuhnya Ergi sembari menggenggam tangannya Nada dengan erat.
__ADS_1
Elsa tidak tahu harus gimana lagi menghadapi kedua pasangan kekasih yang dimabuk cinta itu.
"Nada perlu kamu tahu jika Abang juga sedari dulu mencintaimu karena alasan inilah aku tidak tinggal di Samarinda setelah tahu kamu memilih untuk bekerja di Jakarta tapi, aku pernah kecewa ketika melihat kamu berdekatan dengan pria lain sejak itu aku memutuskan untuk memiliki kekasih yang banyak aku ingin membuktikan kepada kamu bahwa aku juga bisa punya kekasih lain," terangnya Ergi yang mulai jujur di hadapan kedua wanita itu.
Nada tidak menyangka jika Ergi juga mencintainya sedari sejak lama. Ia cukup bahagia mendengar kejujuran dari mulutnya Ergi. Elsa hanya menatap jengah kakak satu-satunya yang dimilikinya itu.
"Kalau begitu Abang harus secepatnya segera melamar Mbak Nada sebelum Mbak hamil ataupun terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kedepannya, dan satu hal lagi tolong mulai detik ini Abang harus memutuskan semua perempuan lain itu yang ada di luar sana karena aku tidak mau jika sampai Abang menyakiti hati sahabatnya Elsa,"
Elsa serba salah tidak mungkin memisahkan keduanya atau pun dengan terang-terangan menentang hubungan yang sudah terjalin dengan lama.
Nada langsung berlari ke hadapannya Elsa lalu memeluknya," maafkan Mbak Elsa yang sudah khilaf, makasih banyak kamu merestui hubungan kami berdua."
"Mbak tidak perlu berbicara seperti ini, lagian ini sudah tanggung jawabnya Elsa untuk menjaga dan mengawasi kelakuan jeleknya Abang lagian Elsa mendapatkan amanah dari mama dan papa juga, tapi satu hal yang Elsa minta sama kalian tolong jangan main kuda-kudaan lagi dan cukup main kucing-kucingan, pantesan Mbak Sum enggak ada di rumah pasti Abang suruh pergi kan?" Ketusnya Elsa yang mengakhiri ucapannya dengan senyuman penuh maksudnya itu.
"Abang akan secepatnya menghubungi Mama untuk meminta melamar Nada karena aku tidak ingin sepupunya Nada datang melamarnya, setelah ini aku akan menelpon papa untuk secepatnya bertindak sebelum terlambat," ujarnya Ergi.
"Walah Abang ternyata punya saingan nih rupanya, hati-hati Abang entar ditikung loh sekarang tuh lagi jamannya tikungan tajam," candanya Elsa.
Elsa menarik nafasnya lalu membuangnya secara perlahan-lahan," entah semalam aku mimpi apa sehingga mataku harus ternoda dengan perbuatan kalian, aku sepertinya harus mandi kembang tujuh rupa kalau gini," kelakarnya Elsa lalu kemudian berjalan ke arah atas lantai dua dimana kamarnya berada.
Ergi tersenyum smirk," thanks adek kamu memang adikku yang paling mengerti dengan kondisi kakaknya,"
Elsa mendengar perkataan dari Abang hanya tersenyum tipis," ingat jika Abang membuat Mbak Nada menangis A-bang akan berurusan denganku Ingat itu baik-baik dan mulai detik ini tolong dengan sangat jangan sekali-kali Abang untuk memberikan hati kepada perempuan lain cukup Mbak Nada saja yang ada di dalam hatinya Abang, ingat cukup satu wanita okey."
Elsa kemudian meninggalkan dua pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta itu. Elsa merasa hari ini cukup melelahkan jiwa dan raganya.
Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...
__ADS_1