Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 21


__ADS_3

Kepulangannya Elsa Safira Nadine ke rumahnya sudah dibuat pusing dengan permintaan dan keputusan oleh Abdillah Abqari Agam memintanya untuk besok pagi berangkat ke Seoul Korea Selatan dalam rangka kunjungan kerja sama perusahaannya.


Tetapi, sepulang dari kantor ia baru ingin mendudukkan bokongnya ke atas salah satu sofa yang ada di ruang tamu. Telinganya menangkap suara perdebatan seorang pria yang tidak lain adalah abangnya sendiri Ergi Prayoga Renaldi dengan mantan kekasihnya Mila Agnesia.


Elsa kemudian bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah dapur karena, tenggorokannya tiba-tiba kering. Ia kemudian membuka lemari pendinginnya kemudian mengambil beberapa minuman kaleng dingin.


Elsa menyimpan beberapa minuman diatas meja sofanya," mungkin minuman dingin ini mampu meredakan emosi kalian dan bisa berfikir jernih terutama untuk Mbak Mila," tatapan mata jengahnya tertuju pada Mila.


Air matanya luruh tak terbendung lagi, penyesalan sudah menghampiri hati jiwa dan raganya Mila. Perempuan yang cukup matre itu tergugu dalam tangisnya. Ergi dan Elsa turut prihatin melihat penderitaan dan keterpurukan yang dialami oleh Mila.


Setelah perdebatan dan berbagai tangis penyesalan dan ratapan langsung dari mulutnya Mila. Akhirnya masalah itu segera terselesaikan dengan keputusan Ergi untuk sama sekali tidak akan bertanggung jawab atas kehamilannya Mila, sangat jelas bukan dia pria yang menghamilinya Mila.


Mila cukup malu karena ulahnya sendiri yang terlalu ceroboh dan bodoh untuk dengan mudah menjebak Ergi Prayoga yang tidak mudah dikibuli dan dibodohi.

__ADS_1


"Mila, hiduplah dengan normal dan jangan sekali-kali berfikiran negatif untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, saya yakin jika kamu berbicara baik-baik dengan Antonio saya yakin dia mau bertanggung jawab atas kehamilanmu," ujarnya Ergi.


"Mbak Mila pulanglah, saya harap Mbak tidak akan pernah kembali dan menginjakkan kakinya Mbak di rumahku jika Mbak tidak bersedia mendengarkan dan memenuhi perkataanku maka Mbak akan berurusan dengan kantor polisi, jadi camkan itu baik-baik Mbak Mila!" Ancamnya Elsa.


Mila meninggalkan rumah itu dengan penuh sedih, kecewa dan terpuruk dalam penyesalan. Ia berjalan tertatih meninggalkan rumah yang cukup besar itu dengan perasaan yang sulit untuk digambarkan saking hancurnya dan harus hidup dalam penyesalan.


"Ini semua salahku, aku terlalu bodoh dan mudah ditipu sehingga Anton dengan mudahnya menipuku," lirihnya Mila yang berjalan hingga ke jalan raya dengan berjalan kaki.


"Ya Allah… cukup Mbak Mila saja yang kehidupan nasibnya seperti itu, saya berharap tidak akan ada lagi perempuan yang mudah dibohongi dengan rayuan dan gombalan mautnya mulut berbisa seorang pria," cicitnya Elsa.


Elsa menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size-nya. Betapa lelah hati, tubuh dan pikirannya hari itu. Ia tidak menduga jika hari ini harus ia lalui dengan penuh ujian dan cobaan.


"Apa besok aku tolak saja tugas dari pak Agam,masa sih aku ke Korea Selatan bukan dengan kekasihku? Kan aku sudah janji jika suatu hari nanti aku berangkat ke Korsel minimal dengan pacarku atau dengan suamiku makanya tawaran dari Papa dan Abang beberapa kali untuk berangkat ke Korsel selalu aku tolak karena dengan alasan itu, tapi kalau aku tolak keinginannya pak Agam pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi itu akan menjadi taruhannya, aahh tolong aku pusing!!" Teriaknya Elsa yang kebingungan dengan langkah apa yang harus ia pilih itu.

__ADS_1


Elsa berguling ke sana kemari ke arah kanan kiri hingga larut malam. Hingga tanpa ia sadari kedua bola matanya terpejam hingga ia belum sempat membersihkan seluruh tubuhnya dan juga pakaian kerjanya dalam keadaan yang terpasang lengkap dengan hijabnya.


Agam masih duduk dibalik kursi kebesarannya itu sambil menghayal apa saja yang nantinya akan ia lakukan ketika berada dy Korea bersama dengan perempuan yang sangat ia cintai itu.


"Semoga cincin tunangan yang aku pesan sudah jadi, aku tidak ingin menunda semua rencanaku tersebut apa lagi banyak pria yang sudah terang-terangan menyatakan perasaannya, termasuk Ando, hanya saya yang berhak menikahi dan menjadi pendamping hidupnya gadis manggaku bukan laki-laki lain," gumam Agam pria dewasa yang baru merasakan jatuh cinta yang sebenarnya.


Elsa sudah dibuai mimpi yang indah sedangkan Agam hingga larut malam tidak bisa memejamkan matanya karena, terus memikirkan gimana caranya untuk mengungkapkan perasaannya itu.


Ergi menelpon kekasihnya sekaligus calon istri dan juga calon Ibu dari anak yang di dalam kandungannya Nada Khaerani Azizah Rozak. Hanya dalam hitungan hari saja, mereka akan resmi menjadi sepasang suami istri.


Ergi membuka aplikasi hpnya dan melihat beberapa foto yang dikirimkan oleh Nada khusus untuknya.


"Entah apa yang telah kamu lakukan padaku hingga dari sekian banyaknya gadis yang sudah menjadi teman kencan, pacarku dan juga kekasihku tapi hanya kamu yang mampu menggetarkan hatiku sejak awal kita pertama kali berjumpa kala itu, Nada i love you calon pendamping hidupku," Ergi mengecup layar hpnya yang terdapat fotonya calon istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2