Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 53


__ADS_3

Ergi terenyuh hatinya mendengar nasehat dari papanya Pak Renaldi Hutabarat. Ia sangat menyesal karena gara-gara keegoisannya selama ini sehingga membulkan dendamnya gara-gara sifatnya yang casanova gonta ganti pasangan sebelum jadian dengan Nada Khaerunnisha Azzahrah Lukman.


"Ini pelajaran yang sangat baik dan penting kita ambil hikmah dan pelajaran, untuk kedepannya bertindak jangan selalu mementingkan ego sendiri sehingga menimbulkan kekacauan yang berakibat fatal, untungnya Istrinya Ergi pelurunya tidak mengenai tulangnya jika, tidak akan berakibat fatal, Ergi apa kau sudah sadar dengan khilafmu yang gara-gara kekeliruan kamu sehingga adik, istrimu dan teman harus dalam keadaan yang berbahaya, jadi Papa mohon kedepannya harus lebih bijaksana dalam bertindak dan khusus untuk yang lain juga jangan bertindak karena memikirkan keegoisan sendiri," ungkap Pak Renaldi.


Ergi Andrean memegangi tangannya Nada," maafkan Abang yah, ini semua gara-gara kebodohan Abang sendiri sehingga mengorbankanmu hingga kamu harus terkena tembakan peluru," ratapnya Ergi.


Keesokan harinya, beberapa anggota keluarganya Abdillah Abqari Agam sudah balik ke Jakarta. Hanya Agam dan Elsa Safira Nadine belum balik ke Jakarta, menunggu perkembangan operasinya Nada. Agam bersama istrinya dalam satu mobil, Agam membawa mobilnya sendiri ketika pulang dari bandara.


Elsa yang sibuk main hp mulu tanpa memperhatikan Agam yang sebenarnya pengen punya teman bicara. Elsa tersenyum sendiri melihat beberapa hal lucu dari layar hpnya.


"Istriku sepertinya lebih mentingin hpnya dari pada suaminya yang gantengnya paripurna ini," ketusnya Agam.


Elsa hanya menoleh sekilas ke arah Agam,ia kembali melanjutkan chatingannya dengan Amarah Meylani Ramadhani adik iparnya itu. Elsa sebenarnya sengaja melakukan hal itu untuk melihat sampai di mana tingkat kemarahan, kesabarannya Agam dengan niat yang tersembunyi yang sudah direncanakan oleh adik iparnya dengan dirinya.

__ADS_1


"Ya Allah… aku serasa ngomong dengan setir mobil saja," sarkasnya Agam.


Perjalanan terasa lama baginya Agam, tapi baginya Elsa hanya singkat saja.


"Nanti malam aku akan tunjukkan padamu siapa Agam sebenarnya," Gumamnya Agam lalu segera mematikan mesin mobilnya itu.


Elsa Safira Nadine Renald turun dari mobilnya tanpa sepatah kata, ia kembali sibuk sms-an dengan seseorang yang akan membantumu untuk membantunya merencanakan rencananya itu. Agam sama sekali tidak menggubris Elsa hingga berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Agam melaksanakan shalat dzuhur tanpa menunggu Elsa istrinya biasanya mereka melaksanakannya berjamaah bersama. Agam dengan khusyuk melaksanakan shalatnya itu. Elsa bukannya naik ke atas lantai dua tempat kamarnya berada, malahan berjalan ke arah dapur. Ia hendak menemui asisten rumah tangganya.


"Alhamdulillah semuanya sudah siap Nona Elsa, apa mau buat sekarang atau besok?" Tanyanya Bibi Ani.


"Rencananya sekarang saja," imbuhnya Elsa lalu segera meraih appron yang berwarna biru tua itu kemudian memasangkan ke tubuhnya.

__ADS_1


Dengan arahan dari Elsa dan beberapa art lainnya yang berjumlah dua orang itu segera melaksanakan sesuai dengan perintahnya Elsa.


"Nona Elsa,kok enggak mesan saja di toko bakery langganan Nyonya saja, kenapa meski harus repot-repot segala," imbuhnya Bu Ana.


Elsa tersenyum manis," rasanya pasti akan beda jika kita makan kuenya dibuat penuh rasa cinta dari orang yang tersayang dan terkasih dengan beli langsung,"


"Ohh gitu yah," pungkas Mbak Anna.


"Ngomong-ngomong Non Elsa buat kue tart apa hari ini ulang tahunnya Tuan Muda Agam yah suaminya Nona?" Tanyanya Mbak Ani mulai kepo sambil mengayak terigu yang sebenarnya walaupun tidak diayak masih bisa dipakai.


Karena Mbak Ani kepo dan tidak mau ketinggalan sehingga mau tidak mau ikut gabung juga. Sedangkan Mbak Anna mulai mencampurkan beberapa bahan kue ke dalam wadah khusus untuk mencampurkan semua bahannya menjadi satu kemudian mulai memikatnya hingga telur mengembang dan adonannya lembut sehingga tercampur rata.


Elsa hanya menjelaskan takaran dari bahan-bahannya saja, mereka yang melanjutkan pekerjaannya tersebut. Karena sudah menguasai cara membuat reinbow cake yang akan nantinya dihiasi, sehingga Elsa tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan satu persatu tahapannya.

__ADS_1


"Rasa manisnya pas kan? Soalnya suamiku gak terlalu suka kalau terlalu manis," tuturnya Elsa sebelum memasukkan adonan satu persatu ke dalam loyang khusus kue bolu yang berbentuk bulat itu tujuh buah dengan warna adonan yang berbeda-beda.


Elsa membuatnya tipis tidak terlalu tebal sehingga kuenya mudah disusun dan tidak terlalu ketinggian ketika akan dihiasi. Elsa dan kedua asisten rumah tangganya itu bekerja dengan telaten dan sesekali bercanda bersama. Hingga pekerjaan terasa ringan dan selesai dengan tepat waktu.


__ADS_2