
"Aku tidak apa-apa, Alhamdulillah aku selamat tapi, ngomong-ngomong siapa yang tega menarik tanganku," gumamnya sambil membuka matanya lebar-lebar melihat tangan siapa yang sudah berani menariknya hingga ia harus ketinggalan mobil.
"Kamu baik-baik saja karena aku dengan cepat menarikmu jika tidak, kamu akan celaka keserempet motor," ketusnya.
"Iya tapi, jangan seperti ini juga!?" Kesalnya sambil menunjuk ke arah bawah tepat di pelukannya Aldian.
"Makasih banyak atas bantuannya, maaf saya harus pergi karena buru-buru ada urusan yang sangat penting," imbuhnya Dini Kayla Susanti.
Tanpa persetujuan Aldian Kim menarik tangannya Dini menuju ke tempat parkir mobil.
"Tenang saja kamu akan lebih cepat sampai jika aku yang mengantarmu," tegasnya Aldian.
"Tapi, aku sama sekali tidak mengenal Anda, karena Anda bukan teman, keluarga juga bukan dan juga bukan sahabat terus apa alasannya saya harus mendengarkan perkataan dari kamu!" Ketusnya Dini yang berusaha melepaskan pegangan tangannya Al dari pergelangan tangannya itu.
"Diam! Kamu jadi suster cerewet juga yah, kalau kau terusan cerewet aku semakin ingin menggendong tubuhmu agar kamu diam dan nurut!" gertaknya Aldian yang melakukan apa yang dikatakannya barusan.
Dini berusaha memberontak dan memukul-mukul punggungnya Aldian pria pemaksa. Aldian menggendong tubuhnya Dini seperti karung goni saja. Aldian segera melempar tubuhnya Dini di jok belakang mobilnya itu. Al segera mengunci rapat pintu mobilnya itu.
Dini berusaha memukul pintu itu, tapi Aldian bukannya membuka malah terus mengemudikan mobilnya menuju alamat rumahnya Dini. Aldian sudah mendapatkan informasi dari asisten pribadinya yang berkerja dibagian iT perusahaan milik Agam.
__ADS_1
Dini ingin bangkit dari duduknya,tapi selalu saja mobilnya goyang sehingga ia kehilangan keseimbangan dan kepalanya terantuk ke jok kursi mobil yang diduduki oleh Aldian.
"Kalau kamu ingin cepat sampai dengan selamat tolong tenanglah,duduk yang manis karena mulai hari ini,saya akan menjadi supir pribadimu hingga sampai kapanpun,"
Dini tidak membalas perkataan dari Aldian hanya menatap sinis ke arahnya Aldian yang tersenyum sembari mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, karena kebetulan jalan yang dilaluinya cukup aman, stabil dan lebih kurang kendaraan yang melewati jalan itu.
"Gimana caranya kamu antar aku pulang sedangkan kau sama sekali tidak mengetahui alamatku!" Dengusnya Dini.
"Tenang saja, karena semua tentangmu aku sudah tahu tanpa terkecuali hingga ukuran bagian terdalam pun juga sudah dalam genggamanku," ucapnya Aldian
Spontan langsung membuat Dini menutupi seluruh tubuhnya yang bagian sensitifnya itu. Dini menyilangkan kedua tangannya di dibalik sweater Hoodie yang kebetulan dipakainya pagi itu. Aldian tertawa terbahak-bahak melihat reaksinya Dini yang menurutnya lucu itu.
Bu Ratih yang berniat untuk mengambil sesuatu di atas ranjangnya Elsa terkejut melihat seorang pria yang bangun dari tidurnya. Pria yang masih muda seumuran dengan anak sulungnya itu.
"Aahhh! Kamu siapa? Kenapa bisa ada di dalam ruangan perawatan putriku!" Teriaknya Bu Ratih yang mempertanyakan keberadaan Agam di tempat itu juga.
Elsa Safira Nadine yang baru saja berniat untuk memejamkan kembali matanya langsung terhenti dan gagal total.
Pak Renald Hutabarat dan Ergi Andrean Renaldi segera berjalan ke arah dalam karena, dibuat cukup terkejut dengan teriakan dan perkataan dari istrinya itu.
__ADS_1
Nada pun menuruti perkataan dan permintaan pacarnya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang. Nada Humairah Azizah Razak mengalungkan tangannya ke lehernya Ergi Andrean. Mereka sesekali berciuman hangat hingga ke atas kamarnya Ergi.
"Mama apa yang terjadi? Kenapa meski berteriak?!" Tanya Pak Renald.
"Apa yang terjadi pada Elsa?" Tanyanya Ergi.
Kedua pria itu sudah berdiri di depannya Bu Ratih dengan tangannya yang sedari tadi menunjuk ke arah Agam yang juga berjalan ke arah ketiga orang itu.
”Maaf Anda siapa?" Tanyanya Pak Renaldi dengan penuh selidik.
"Saya Abdillah Abqari Agam Pak," ucapannya Agam.
"Papa, mama Pak Agam Ini adalah CEO pimpinan di perusahaan tempat Elsa bekerja," jelasnya Elsa agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di dalam ruangan itu.
Pak Renaldy menyuruh Elsa untuk diam dengan hanya memberikan kode saja, Elsa pun menuruti papanya itu.
"Terus apa yang kamu lakukan disini? Setahu saya kamar VVIP itu khusus untuk satu orang pasien saja, jadi apa niat dan tujuan yang Anda miliki sebenarnya?"
Agam tersenyum smirk menanggapi perkataan dari mulut keluarganya Elsa," Saya berniat dan memiliki tujuan untuk melamar sekaligus meminang putri semata wayangnya bapak," ucapannya Agam seraya berlutut di hadapan Pak Renaldy.
__ADS_1
Semua orang yang hadir di dalam ruangan perawatan inap Elsa sekretaris CEO perusahaan besar milik keluarga besar Mutahar saling bertatapan satu sama lainnya karena, mendapatkan kejutan yang tidak terduga sama sekali.