Hikayat Cinta Elsa Agam

Hikayat Cinta Elsa Agam
Bab. 23


__ADS_3

Agam dibuat terkejut sekaligus terpesona melihat penampilan Elsa Safira Nadine pagi hari itu. Elsa yang merasakan kedinginan segera menarik selimutnya dengan kuat walaupun matanya masih terpejam.


"Siapa sih yang narik selimutku, woy aku masih ngantuk!" Teriaknya Elsa yang matanya masih tertutup.


Agam berjalan masuk lebih dalam lagi dan melihat ada benda seperti tumpukan kain di atas ranjang. Agam segera menarik selimut itu dengan sekuat tenaganya tanpa memikirkan konsekuensi dari apa yang dia kerjakan.


Selimut itu tertarik dengan satu kali tarikan hingga kedua matanya Agam melotot saking kagetnya melihat sosok gadis yang cantik dalam balutan pakaian yang cukup seksi dan terbuka. Elsa hanya memakai tentop dan celana yang cukup pendek. Agam kesusahan menelan air liur sendiri saking terkejutnya melihat bentuk tubuhnya Elsa yang cukup menarik untuk dilihat oleh siapapun terutama kaum Adam.


Agam tidak mau mengalah sedikitpun, ia juga menarik kuat selimutnya Elsa.


"Sudah jam sepuluh bangun!" Teriaknya Abdillah Abqari Agam yang semakin gencar membangunkan Elsa.


Elsa tersentak terkejut mendengar teriakan seseorang dalam kamarnya itu. Dia tidak menduga jika, ada orang yang berani masuk ke dalam kamarnya terus berteriak lantang dan kencang hingga suaranya menggelegar di pagi itu.


"Saya masih ngantuk, kenapa meski berteriak seperti itu," ketusnya Elsa yang baru berniat membuka matanya.


Wajah seseorang yang membuatnya tidak bisa tertidur dengan tenang semalaman yang sedang berdiri dipelupuk matanya itu.


"Kenapa Pak Agam ada di sini!? Mungkin aku salah lihat kali mana mungkin pria arogan,pemaksa dan bujang lapuk itu tahu alamat rumahku dan juga kamarku ini, itu tidak mungkin pasti aku saja yang banyak pikiran sehingga melihat wajahnya yang cukup ganteng itu diusianya yang sudah om-om," racaunya Elsa yang berucap tanpa filter deduktif.

__ADS_1


Agam tersentak terkejut dan tidak menyangka jika, Elsa akan berbicara seperti itu dan menilainya. Agam kemudian menyeringai lebar dengan penuh kelicikan setelah mendengar Elsa terdiam kembali.


Agam mulai mengerjai Elsa, pria itu merangkak naik ke atas ranjangnya Elsa. Agam kemudian membaringkan tubuhnya di sampingnya Elsa. Ia memeluk tubuh rampingnya Elsa yang sangat menggoda iman dan nalurinya sebagai seorang pria tulen.


Elsa segera tersadar dengan apa yang terjadi di dalam kamarnya itu. Ia merasa ada benda yang menimpa pinggangnya yang cukup berat. Hingga perlahan ia mulai membuka matanya dengan mengerjapkan beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya.


Hingga teriakannya di pagi hari itu mampu membuat Agam cukup tertawa terbahak-bahak.


"Aahh!! Kenapa Bapak ada di sini! Keluar dari kamarku pak!" Teriaknya Elsa yang menutupi seluruh tubuhnya dengan bedcover yang cukup tebal itu.


Agam bukannya bicara malah semakin mendalami aktingnya itu.


Elsa meringkuk dalam selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang seksi itu yang sudah terekspos di depan matanya Agam, "Tidak perlu banyak basa-basi dan bicara lagi tolong keluar dari kamarku!!" Teriaknya Elsa.


Agam segera turun dari ranjangnya Elsa lalu berjalan ke arah pintu, tapi sebelum menutup pintunya ia kembali berbicara," ingat dalam jangka waktu setengah jam kamu belum selesai juga aku akan datang lagi ke dalam kamamu, kamu tahu tidak kita sudah ketinggalan penerbangan pertama ke Seoul Korea Selatan,jika kamu kembali mengulur waktu,maka aku tidak akan segan-segan lagi untuk menuntut ganti rugi padamu!" Tegasnya Agam yang sebenarnya tidak mampu mengontrol baik suasana hati dan debaran jantungnya itu.


Dengan cara berbicara seperti itu, dia sengaja menyembunyikan perasaannya yang bahagia dan juga jantungnya berdetak kencang ketika melihat Elsa yang sangat cantik dimatanya dengan pakaian seperti itu.


"Ya Allah… pria tua itu sudah melihatku dengan pakaian yang sangat terbuka, aahh!!" Jeritnya Elsa yang menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Elsa sudah selesai berpakaian dan membereskan beberapa barang bawaannya yang akan ia bawa ke Korsel negara ginseng itu dalam rangka kunjungan perusahaannya ke perusahaan relasi bisnisnya Agam.


"Kok bisa pak Agam masuk ke dalam kamarku, apa jangan-jangan aku lupa menguncinya dengan rapat terus dengan mudahnya masuk ke dalam, tapi pria tua itu tahu alamatku dari siapa?" gumamnya Elsa seraya merapikan hijabnya itu.


Elsa menuruni tangga dengan tatapan matanya yang tidak ingin bertatapan langsung dengan Agam. Wajahnya Elsa cemberut dan tidak ingin tersenyum sedikitpun.


"Aku akan balas mengerjai Pak Agam tapi,tunggu waktu yang baik dulu," senyuman seringai liciknya nampak terlihat diwajah cantiknya.


Bi Sumi sama sekali tidak mengerti dengan arti tatapan kedua orang itu. Padahal karena gara-gara dia yang mengijinkan Agam naik ke atas lantai dua.


"Bi Sumi, tolong info sama Abang Ergi kalau aku ke Korea Selatan mungkin baliknya lima hari kemudian," jelasnya Elsa.


"Baik Nona Muda," jawabnya Bibi Sumi.


Elsa masuk ke dalam mobilnya Agam tanpa ucapan sepatah katapun. Ia tidak ingin berbicara sedikitpun dengan Agam. Saking jengkelnya karena Agam sudah melihatnya dalam keadaan yang tidak seperti biasanya itu.


"Kamu cemberut seperti itu semakin membuat aku jatuh cinta padamu," bisiknya Agam ketika mengunci pintu mobil disebelahnya Elsa.


Elsa langsung mengalihkan perhatiannya ke arah luar mobil karena tidak ingin melihat wajahnya Agam yang selalu tersenyum kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2