Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Untuk kesekian kali


__ADS_3

"Mau apa kamu?" Alea memundurkan langkah kala melihat sosok Chiko masuk menghampirinya. Terlihat wajah kusut Chiko juga amarah menggumpal dari balik matanya. Alea sangat ketakutan, tak bisa melawan apa lagi menolak.


"Tolong, jangan hari ini, saya sedang sakit" Sambil meremas bagian perut. Ada rasa nyeri di area perut sampai Alea meringis kesakitan, sakit itu bisa di sebabkan bebera faktor. Pertama faktor haid atau banyakya gemburan di ramih. Tapi sepertinya bukan faktor haid sebab belum waktunya dia haid.


Chiko mengernyit "Jangan membodohi saya" Dengan sigap ia meraih tubuh mungil Alea.


"Ah....jangan, lepaskan saya" Alea meronta kala Chiko memeluk tubuh mungilnya. Sekujur tubuh terasa lemas. Balum sembuh sakit di area terlarangnya, Chiko kembali ingin menggempur ketahanannya. " Please...jangan sekarang" Dengan wajah memelas Alea mendongak melihat wajah tampan laki laki itu. Pelukan Chiko semakin di pererat. "Kamu harus melayani saya kapan pun saya ingin"


"Ahhhh...." Tubuh Alea di lempar ke atas kasur sampai dres pendek yang ia kenakan menyingkap, memperlihatkan kemolekannya.


"Layani saya sebaik mungkin" Chiko melepas jas dan kemeja lalu naik ke atas ranjang. Di ciumilah kaki jenjang Alea dari bawah sampai ke pangkal paha.


"Lepas...." Tanpa sengaja Alea meronta, kakinya menendang perut Chiko.


"Mulai berani kamu, ya" Chiko menduduki kaki Alea, amarahnya meluap tak terkendali.


"To, to...long" Lehernya di cekik dengan kuat sampai Alea kesulitan bernafas.


Chiko marah bukan karena terkena kaki Alea ,tapi ia marah karena datangnya Kikan kembali. Tanpa di sadari dia telah melempiaskan amarah pada Alea.


"Astaga...." Chiko melepas kedua tangannya dari leher Alea, Nampak wajah Alea memarah dan mata terbelalak.


Uhuk uhuk...

__ADS_1


Alea terbatuk merasa sakit di tenggorokan.


Chiko panik melihat wanitanya.


"Minum dulu..." Chiko menuangkan air putih dalam gelas yang telah di siapkan di atas meja samping ranjang. Alea menerimanya lalu minum.


"Kamu tidak apa apa, kan?" Chiko mendekati Alea lagi. Namun, Alea ketakutan. Kakinya meringkuk begitu Chiko duduk di tepi ranjang.


"Pergi kamu, jangan menyentuhku..." Alea semakin meringkuk ketika tangan Chiko hampir menyentuhnya.


Brak..


"Kenapa kalian semua menyebalkan...." Chiko memukul tepi ranjang. Hatinya sedang tidak baik, jadi amarahnya terus meluap.


"Mood saya ancur gara gara dia(Kikan)" Menghembuskan asap rokok sambil melihat langit cerah.


"Kenapa nasib ku jadi seperti ini. Aku ingin keluar dari neraka busuk ini" Sekujur tubuh menggigil ketakutan hingga air mata pun berjatuhan.


Melihat punggung sosok laki laki itu membuatnya berkeringat dingin. Setiap Chiko menyentuh tubuhnya, terasa sangat menyakitkan. Sentuhan kasar darinya membuat sekujur tubuh sakit. Bahkan dengan keganasan Chiko saat berhubungan intim, area terlarang Alea terasa panas dan nyeri.


Chiko terus menghisap rokoknya sambil terus memikirkan bagaimana caranya supaya Alea cepat hamil.


Puas menangis Alea tertidur lelap

__ADS_1


Sudah hampir 1 jam Chiko duduk sambil menghisap beberapa batang rokok, kini ia masuk.


"Dia tidur" Sambil mendekati Alea.


"Maaf, ya. Karena mood saya hancur hari ini. Tapi lain kali saya tidak akan seperti ini lagi." Mengusap lembut rambut panjang Alea, bermain sedikit di rambutnya lalu menciuk kening Alea"


"Aaaa...." Alea terkejut mendapati wajah Chiko tengah berafa tepat di depan wajahnya.


Dug....


Alea hendak bangkit tapi malah keningnya terbentur oleh kening Chiko "Gila kamu, ya" Maki Chiko sambil mengusap keningnya.


"Maaf...." Sambil menggapai selimut menutupi sebagian tubuh. Ia takut akan di ssntuh lagi oleh Chiko.


Melihat raut wajah manis Alea membuat hasratnya bangkit, Chiko berjuang melawan hasratnya tapi dia tidak bisa.


"Saya mau kamu sekarang juga, menurutlah. Saya akan melakukannya dengan lembut" Menyentuh kedua lengan sang gadis.


Merasa tidak ada jalan lain akhirny Alea hanya diam takut jika memberontak akan berakibat fatal untuk dirinya. Tubuh mungil Alea perlahan di dorong ke belakang sampai keduanya tumpang tindih "Meski saya suka penolakan kamu tapi kali ini saya ingin mencoba lembut" Belaian demi belaian terus menyerang Alea.


"Ah...." Pekik Alea ketika jari jemari Chiko bermain di bagian sensitivenya.


Mereka pun berpacu dalam erangan kenikmatan. Kali ini Chiko benar benar berlaku lembut.

__ADS_1


__ADS_2