Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Kikan


__ADS_3

Setelah hampir satu tahun lamanya berada di luar negri, tiba saatnya Kikan mengunjungi keluarga calon mertuanya. Saat ini Kikan baru saja mendarat di indonesia. Di lepasnya kaca mata yang di kenakan sambil turun dari pesawat.


"I'm back, Honey." Senyum sumringah di bibir wanita cantik itu memperlihatkan kebahagiaannya.


Kikan sengaja tidak mengabari keluarga Chiko mau pun Chiko sendiri, dia memilih memberi kejutan pada mereka.


Langkah kaki jenjang meliuk liuk bagai ombak lautan menjadi pusat perhatian para kaum adam, Rambut pirang menjuntai indah, dan badan sempura bagai bidadari. Banyak laki laki melotot melihat lekuk tubuhnya, hingga tenggelam dalam angan angan.


"Waw....cantik sekali" seseorang menatapnya penuh kekaguman.


"Heh....ngapain liat liat, gue colok mata lu tau rasa" Meski parasnya cantik dan anggun tapi dia sangat sombong. Kecantikan wajahnya tidak sebanding dengan hati dan ucapannya.


"Idih, cakep cakep songong" Celetuk bapak bapak yang tengah berjalan di belakangnya.


"Bicara apa kamu, dasar tua bangka...." Langkah kakinya terhenti sembari berbalik melihat sosok orang yang mengatainya.


Bapak itu memutar bola mata seolah jijik melihat sikap angkuh da sombong Kikan.


"Heh....jangan kabur kamu" Dengan tidak sopan Kikan meraih lengan pak tua tersebut.

__ADS_1


"Jangan sentuh saya dengan tangan kotor kamu ini" Di tepislan tangan Kikan dengan kasar.


Kikan melongo mendapat perlakukan seperti iru dari orang yang tidak ia kenal. Dengan marah Kikan terus mengatai si bapak.


"Dasar tua bangka sudah bau tanah masih aja sok sokan"


Tuntu bapak itu tersulut emosi, beliau memanggil keamanan lalu Kikan dan bapak tadi di amankan.


"Anda sangat menggangu ketenangan di sini, harap hubungi pihak keluarga untuk menjamin anda"


Kikan memukul meja di depannya "Oke, kalian lihat saja siapa orang yang sedang kalian sidang ini." Mengeluarkan ponsel lalu menghubungi Chiko, berkali kali menelepon tapi tidak ada respon, akhirnya Kikan menghubungi keluarga Chiko untuk datang ke bandara.


"Baik, Ma. Kikan tunggu"


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanpa mama Chiko.


"Begini buk, putri ibu ini membuat kegaduhan di sini dan beliau menyinggung bapak ini(sambil menunjuk bapak tua tersebut) kata kata kasar putri anda bisa di bawa ke meja hijau oleh bapak ini. Tapi, bapak ini memilih di selesaikan secara baik baik. Bagaimana menurut kalian?"


"Loh kok jadi saya yang di salahkan? harusnya dia itu yang salah"

__ADS_1


"Kikan, sayang. Kamu tenang dulu, nak." Ucap mama Chiko sambil mengusap lengan calon menantunya.


"Begini saja kita selesaikan dengan ini.." Papa Chiko mengeluarkan segepok uang tunai dari saku celananya. Bagi mereka uang adalah jalan kelaur yang paling mudah.


"Kalian pikir bisa membeli kesalahan putri kalian ini?" Bapak tadi tidak terima dan marah kepada mereka.


"Saya tidak jadi menyelesaikan ini baik baik, saya akan bawa kasus ini ke meja hijau" Bapak tersebut memilih menempuh jalur hukum.


"Heh...kamu belum tau siapa ayah saya" Ancam Kikan.


"Siapa ayah kamu dan apa pangkatnya saya tidak perduli, karena hukum tidak memandang jabatan dan nama"


Perdebatan pun mulai memanas dan akhirnya mereka harus menempuh jalur hukum.


"Ihh....si bapak itu nyebelin banget deh, ma. Sok kaya, peke nolak duit segala" Kesal Kikan saat kedua orang tua Chiko keluar dari ruang keamanan.


Proses hukum akan di lanjuykan di kantor polisi dan Kikan terpaksa harus menerima keputusan itu.


"Kamu tenang saja, sayang. Papa pasti carikan pengacar terbaik di seluruh dunia. Papa pastikan dia akan kalah di persidangan" Ucap Papa Chiko sambil mengusap kepala Kikan manja.

__ADS_1


"Benar ya, Pa?"


Papa Chiko mengangguk.


__ADS_2