Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Cemburu Buta


__ADS_3

Antony menatap mata istrinya "Kalau bicara sama anak jangan bentak kaya gitu bisa nggak, dia itu masih kecil hatinya sangat rapuh. Kalau ada yang harus di salahkan di sini itu kamu(Jari telunjuk Antony mendarat di depan wajahnya) kamu tidak bisa menjaganya dengan baik." Antony sangat murka dengan Alea, karena dia sangat tidak suka kalau Alea membentak Miska.


"Mas tunggu, saya bisa jelaskan" Alea memeluk Antony dari belakang "Maafkan saya mas, lain kali saya akan lebih berhati hati. Karena keteledoran saya mas jadi marah seperti ini, maafkan saya" Lirihnya sambil terus membujuk suaminya. Wajahnya terbenam di punggung Antony. Deru nafas Alea terasa begitu hangat di punggungnya.


"Mereka menunjukkan keromantisan di depan saya..."Gumamnya sambil menuntun tangan Miska.


"Om kenapa?" Tanya Miska sambil melihat wajah Chiko. Dari bawah terlihat wajah garangnya, si tambah lagi kedua alis mengerut seolah menahan emosi tingkat tinggi.


"Ommmm...." Manja Miska di lengan Chiko.


Dia baru tersadar bahwa ada Miska di sampingnya, hampir saja ia lepas kendali. Setelah menyadarinya Chiko melepas tangan Miska karena tadi ia menggenggam terlalu erat.


"Sakit tidak? biar Om tiup ya..." Menunduk kemudian meraih tangan Miska "Huuuuuuuuuu....maafkan Om sayang tadi nggak sengaja"


Perasaan nyaman kembali pChiko dapatkan dari senyum gadis kecil di hadapannya itu. Semua tingkah laku Miska mampu membuatnya meredam amarah.


"Om boleh bertanya sesuatu sama Miska?"


"Apa Om?"


Sebelum mengungkapkan isi hatinya, lebih dulu Chiko menarik nafas penjang lalu menghembuskan perlahan "Apakah selama ini Bunda sama Ayah Miska tidur bereng? Emmm... maksdunya kalian bobok bareng gitu"

__ADS_1


Chiko merasa canggung telah menanyai hal seperti itu sama anak kecil.


"Iya, Om. Ayah sama Bunda tidur sama Miska di tempat tidur yang sama. Kadang Ayah memeluk Bunda, kadang juga Bunda meluk Ayah. Terus miska di tengah." Dengan kepolosan seorang anak kecil ia memamerkan kemesraan kedua orang tuanya.


Kenapa pertanyaannya sendiri menjadi bumerang untuk diri sendiri. Kenapa rasanya sangat menyakitkan. Seketika bayangan kotor terbesit dalan otaknya, hingga ia kembali memperlihatkan wajah garang.


Cuppp....


"Misak sayang Om Ganteng"


Betapa terkejutnya Chiko mendapat satu kecupan di pipi. Senyumnya pun merekah indah. Meski masih ada bara api dalam hati, setidaknya Miska menjadikan bahagia tersendiri untuknya.


"Om sayang sekali sama Miska" Chiko pun memeluk gadis kecil itu


Sesaat Antony terdiam lalu beberapa saat meraih tangan sang istri lalu berbalik badan "Iya sayang, maafkan Mas juga karena takut kehilangan Miska sampai marah berlebihan. Jujur kalian adalah hidup mas. Jika ada terjadi hal buruk maka itu sebuah petaka dalam hidup mas ini" Antony pun memeluk sang istri.


Miska yang melihat keduanya langsung berlari.


"Miska hati hati nak" Teriak Chiko.


Teriakan Chiko membuat mereka melihat ke arah Miska.

__ADS_1


"Ayah, Bunda...." Dengan tersenyum Miska pun memeluk mereka berdua.


"Miska minta maaf telah membuat kalian cemas" Gadis kecil itu tenggelam dalam pelukan kedua orang tuanya.


Perasaan macam ini yang saya takutkan....


Kenapa dulu kamu tidak mengandung anak saya, tapi kamu malah mempunyai anak dari laki laki ini...


Di bandingkan dia, saya jauh lebih segalanya.


Hati Chiko saat ini bagaikan debu jalanan tertimpa angin, berhamburan kesana kemari tanpa tahu berlabuh di mana. Andai hati bisa berbicara, ia akan mengungkap gumpalan lara di jiwa.


"Iya sayang, tapi jangan ulangin lagi ya" Antony mengusap kepala putri kecilnya.


"Maafkan saya juga sudah membuat kalian khawatir. Kalau begitu saya pamit dulu" Chiko pun berpamitan lalu melangkah pergi.


"Maafkan kami juga karena terlalu cemas jadi marah sama Anda" Ucap Antony.


"Tidak masalah" Chiko pun pergi dari tempat itu.


"Dah Om ganteng, besok main lagi ya" Miska melambaikan tangan.

__ADS_1


Chiko menoleh lalu melambaikan tangan sembari tersenyum manis "Dah sayang"


Chiko masih tidak terima melihat wanitanya di sentuh laki laki lain yang dia sebut suami. Kenyataan ini membuatnya hancur, kalau saja dia masih Chiko yang dulu, pasti ia sudah mengahabisi Antony. Karena identitasnya sekarang ia harus menahannya demi menutupi semua kepalsuan.


__ADS_2