Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
persidangan


__ADS_3

Tiba hari di mana sidang perebutan hak asuh anak di mulai. Dalam sidang tersebut Chiko selaku ayah kandung Miska menuntut hak sebagai seorang ayah yang sejak lama tidak di pertemukan dengan anak kandungnya. Alasan itu memberatkan Alea dan Antony, meski begitu mereka terus memperjuangkan hak asuh Miska sekuat tenaga. Dalam sidang terjadi keributan besar antara kedua belah pihak. Ketika itu Chiko tidak bisa menahan emosi. Akhirnya hakim ketua memutuskan menunda persidangan beberapa hari kedepan. Alea sangat terpukul. Tidak tau lagi caranya menghantikan perebutan hak asuh anak.


"Kamu itu seharusnya sadar kalau hak yang kamu maksud itu nggak pantas kamu minta. Ayah macam apa yang tidak bertanggung jawab atas anaknya? Pantas tidak kamu di sebut ayah?" Dengan nada tinggi Alea melempar kata paling menyakitkan.


Antony langsung memeluk sang istri kala air mata terlihat luruh "Sudahlah, sayang. Tidak perlu pikiran orang tidak tau malu ini. Sekarang kita pulang saja. Miska pasti sudah menunggu kita"


Alea menepis tangan Antony seraya mengacungkan jari telunjuk "Hey....kamu ingat ya, tidak ada satu pun orang yang bisa misahin aku dan Miska, termasuk kamu sekali pun. Sampai mati Miska akan bersamaku."

__ADS_1


Chiko tersulut emosi "Berani sekali kamu menganggat suara di depan ku. Asal kamu tau sampai kapan pun aku punya hak atas Miska. Seberapa kamu menutipi kenyataan tidak akan merubah kenyataan bahwa aku adalah ayah kandung Miska. Kamu mempertanyakan tanggung jawabku? bukan aku tidak mau tapi kamu tidak ada memberitahu tentang kehamilan mu itu" Terlihat wajah memerah dan mata melotot.


Plak...


"Bukankah dulu kamu membuangku? kamu yang menyuruhku peegi sejauh mungkin. Apa kamu sudah lupa, ha? dan kenapa setelah semua kesulitan telah ku lalui, dengan sombong kamu menyatakan bahwa Miska adalah putri kandung mu.(Mendorong badan Chiko) Pantaskan dulu diri kamu sebelum mengaku sebagai seorang ayah."


"Harusnya dia itu sadar kalau saya adalah ayah kandung Miska...apa hak dia menyembunyikan kenyataan dari saya selama bertahun lamanya, itu sama saja mereka telah menipu saya. Pokoknya Miska harus jatuh ke tangan saya" Amarah Chiko meluap di dalam mobil. Adam hanya bisa mendengar semua ocehan Chiko, karena percuma jika dia ikut campur pasti Chiko tetap dengan presepsinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa masih diam saja, ayo jalan" Dengan nada tinggi.


"Iya, Iya nggak usah ngegas gitu napa...." Sembari melajukan kendaraan.


Di sisi lain ada Alea yang merasa ketakutan jika nanti hakim benar memutuskan hak asuh sang putri jatuh ke tangan Chiko. Sampai kapan pun dia tidak akan rela jika putrinya di ambil. "Mas, aku nggak akan bisa hidup tanpa Miska. Aku nggak mau pisah dari dia walau sedikit saja" Dalam pelukan sang suami ia luapkan air mata kesedihan.


"Kamu tenang saja, tidak akan saya biarkan dia mengambil hak asuh atas Miska. Memang dia pikir dia itu siapa? selama ini kita berdualah yang berjuang untuk Miska lalu dengan tiba tiba dia ingin merebut Miska dari kita. Itu tidak akan pernah terjadi, sampai kapan pun." Ucapnya sembari menguatkan diri sang istri.

__ADS_1


Merangkul Alea kemudian membawanya keluar dari ruang sidang.


__ADS_2