
Sepulangnya dari rumah sakit, Miska sangat merindukan sosok Chiko. Sampai gadis kecil itu tidak sabar ingin menemuinya. Setelah mobil Antony hendak memasuki pekarangan, Miska meminta satu hal yaitu menemui Chiko terlrbih dahulu. Awalnya Alea tidak mengijinkan, namun Antony tidak tega melihat wajah kecewa sang anak. Ia pun menuruti kemauan Miska. Mereka langsung mengantar ke Villa Chiko, kebetulan villa mereka bersebelahan. Sesampainya di villa itu Miska menunggu cukup lama sampai keluarlah seorang laki laki, dia adalah asisten pribadinya. Menurut ketarangannya Andriqn ada sedikit urusan di Belanda dan akan kembali untuk beberapa minggu kedepan. Betapa hancur hati Miska saat itu, padahal dia sangatvmeri dukan sosok laki laki yang baru saja dekat dengannya. Tidak hanya itu, dia juga sangat kecewa saat Chiko tidak menjenguknya setelah operasi selesai. Raut wajah girang berubah menjadi muram. Sesampainya di rumah, Misak banyak diam meski ayah dan Bundanya membujuk agar dia tidak merajuk.
Tok Tok.....
Terdengar pintu di ketuk dari luar, segera Alea berjalan menuju ke arah pintu "Ya sebentar..." Ucapnya sambil membuka pintu. Ada seorang kurir membawa setumpuk paket di tangan.
"Lho siapa yang pesan paket? saya tidak merasa pesan pekat" Alea terlihat kebingungan karena dia jarang sekali belanja Online.
"Tapi alamat paket di tujukan untuk rumah ini, Bu. Saya hanya mengantarnya saja" Menunjukkan alamat yang tertera di pekatan itu.
Dengan teliti Alea membolak balikkan satu paketan yang di ambilnya. Dalam balutan plastik hitam, di atasnya tertera alamat dan nama penerima "Iya benar ini alamat villa saya dan namanya pun juga benar"
__ADS_1
"Tolong di terima, Buk. Saya hanya sekedar kurir tidak tau menahu tentang pengirim dan isi di dalamnya, saya mohon pamit"
Alea masih tidak mengerti siapa pengirim paket ini, padahal dia tidak memasannya "Atau mungkin mas Anton? dia kan paling suka bikir kejutan" Meraih lima bungkusan paket lalu membawanya masuk.
"Bunda apa itu?" Tanya Miska yang tengah duduk di sofa sambil memegang remot televisi.
Saat itu Miska tengah duduk sendiri karena Ayahnya sedang ke kamar mandi.
"Bunda juga tidak tau, sayang. Tadi ada pak kurir ngaterin paketan ini, katanya buat mama" Meletakkan semua paketan di meja depan sofa.
"Susah Bun...." ketika tangan kecilnya hendak membuka lakban itu Miska sangat kesulitan.
__ADS_1
"Wah lagi pada ngapai sih?"Dari kejauhan Antony melihat anak dan istrinya sedang sibuk membuka sesuatu.
"Buka paketan, yah. Ayah sini bantuin Miska" Ucap Miska sambil terus membuka paketan itu.
Segera Antony mendekati mereka, kemudian mengambil salah satu paketan di atas meja "Tumben kamu balanja Online sayang, biasanya kamu tidak pernah belanja Online" Heran Antony.
"Bukan aku, mas. Nggak tau siapa pengirimnya tau tau ada pak kurir nganter semua ini" Betapa terkrjutnya Alea saat membuka pakutab itu, di dalamnya berisi sebuah tas mahal keluaran terbatas "Astaga....sultan mana yang kasih hadiah semewah ini?" Dengan tatapan terkejut, mulut sedikit terbuka, Alea membolak balikkan tas itu "Ini Ori lho mas, kira kira dari siapa ya" Alea sudah lama menyukai tas itu. Sudah lama ia impikan tas brended keluaran luar negri itu, tapi dia tidak mau membebani suaminya karena harganya sungguh mencengangkan. Melihat nolnya saja sudah pusing apa lagi kalau melihat semua angka di depannya, tambah lier.
"Wawwww.....baju princes, Bun" Kebetulan paketan yang di buka Miska adalah sebuah baju berukuran kecil seperti ukurannya.
"Yey....Miska mau coba"
__ADS_1
"Jangan dulu sayang, kita belun tau siapa pengirimnya. Jangan jangan ini bukan untuk kita, janga di pakau dulu ya sayang" Tutur Alea kembali memasukkan tas dan meraih baju di tangan Miska lalu memasukkan kembali kedalam Box masing masing.
"Ah, Bunda kok di masukin lagi, Miska belum mencobanya" Rengek Miska.