
Setelah makan malam selesai Chiko dan Adam keluar menuju rumah tukang pijat langganan Adam. Tadinya tukang pijat itu di panggil ke rumah, tapi karena sudah larut malam Chiko memutuskan ke rumah tukang pijat itu, tidak enak kalau sampai larut malam di rumah Adam nanti bisa mengganggu istri dan anak anak Adam istirahat.
"Maaf ya Dam saya sudah mengganggu waktu istirahat kamu" Ucap Chiko sambil memegang ponsel.
"Nggak apa apa, tenang saja" Ucap Adam semabari fokus dengan stir kemudi.
"Dam...."
"Hemmm....ada apa?"Jawab Adam sambil fokus dengan stir kemudi. Jalanan sedikit licin karena baru saja di guyur hujan.
"Gimana kabar keluarga saya"
Seketika Adam mengerem mendadak. Mobil pun sedikit terpelintir dari jalurnya, untung saja Adam bisa mengendalikannya.
"Apa apaan kamu ini bikin jantungan saja. Menepi dulu bahaya tau" Maki Chiko. Untung saja jalanan sepi jadi tidak hal yang membahayakan diri dan orang lain.
"Sorry, sorry, jalanan licin banget" Adam pun menepikan mobil.
Adam melihat wajah Chiko "Chiko, sebenarnya Mereka sudah...." Ketika hampir keceplosan, Adam pun menepuk mulut.
__ADS_1
"Kenapa Dam? mereka baik baik saja kan?" Chiko melihat ada gelgat tidak enak di mata sahabatnya.
"Jawab Dam bagaimana kondisi mereka saat ini"Menghuyung lengan Adam meminta jawaban atas pertanyaannya. Kalau melihat dari tingkah laku Adam yang mendadak aneh seolah menggambarkan gelagat tidak baik.
Adam menundukkan kepala.
"Hey jawaban macam apa ini" Chiko yakin ada hal yang terjadi kepada kedua orang tuanya tapi Adam masih menutup mulut rapat. Dengan sikap Adam membuat Chiko semakin curiga.
"Katakan..." Dengan nada Tinggi dan sedikit menekan Adam.
Adam pun menatap kedua mata Chiko dengan mata berkaca kaca "Mereka sudah baik baik saja"
"Kamu tidak bohong kan?"
Adam berlaih pandang sambil memegang stir kemudi "Besok saya akan antarkan kamu ke rumah baru kedua orang tua kamu.
Chiko mengernyitkan kedua alisnya "Mereka pindah rumah, pindah kemana?"
Adam diam lalu ia melajukan kembali mobilnya "Besok saja biar kamu tau sendiri"
__ADS_1
Drtttt...
Tiba tiba saja ponsel Chiko bergetar.
"Iya pa ada apa? saya masih ada kerjaan nanti saja saya telepon balik"
Kedua orang tua angkat Chiko menelepon mananyakan bagaimana kabarnya, meski mereka melepas kepergian Chiko waktu itu tapi mereka tidak bisa memungkiri bahwa rasa rindunya mulai menyiksa dada. Mereka takut tragedi beberapa tahun lalu kembali terulang.
"Mama tenang saja jangan banyak pikiran nanti sakitnya kambuh lagi. Saya sudah besar bisa menjaga diri, tapi kalau mama sakit nanti saya jadi ikut sedih. Mama harus rutin minum obat jangan sampai lupa ya. Pokoknya harus minum obat teratur, cek up jangan lupa"
Di keluarga barunya, Chiko nampak merasa bahagia, kehangatan dari mereka membuat Chiki nyaman seolah itu keluarga kandung.
"Iya, ma, Saya sudah makan. Kalau begitu sudah dulu ya ma masih banyak kerjaan yang harus saya kerjakan" Chiko pun menutup teleponnya.
Setelah beberapa menit sampailah mereka di depan rumah tukan pijat tersebut.
"Saya tunggu di sini saja ya" Adam menunggu Chiko di kursi depan rumah.
Setelah Chiko masuk ke rumah tukang pijat tersebut, Adam terlihat termenung. Pasalnya setahun yang lalu kedua orang tua Chiko mengalami kecelaan tunggal. Mereka berdua mengalami luka parah sampai di rawat di rumah sakit sekitar 3 hari lamanya, awalnya Adam hendak memberitahu Chiko tentang kondisi orang tuanya tapi Ayah Chiko berpesan untuk tidak mengabari putranya karena dia menganggap Chiko sudah bukan lagi putranya. Sementara ibunya tidak sadarkan diri sampai hembusan nafas terakhir.
__ADS_1