Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
tentang Antony


__ADS_3

Baru berselang beberapa menit Adam menerima sebuah pesan singkat dari salah satu karyawannya tadi. Isi pesan tersebut membuat Adam tercengang "Coba kamu lihat ini" Adam menunjukkan pesan singkat tersebut.


"Jadi Dokter itu resign 4 tahun yang lalu(Terdiam sejenak) coba lihat tanggalnya" Chiko meraih ponsel Adam, melihat lebih teliti.


"Tanggal ini sama persis sesaat setelah Alea hilang. Kemungkinan besar mereka sudah saling mengenal, atau dia yang telah menyembunyikan Alea waktu itu" Tanpa sengaja Chiko memekul meja di depannya sampai orang di sekitar memperhatikannya.


"Sabar dulu jangan ambil kesimpulan sepihak. Lebih baik kita selidiki dulu lebih lanjut nanti jatuhnya Fitnah. Siapa tau mereka itu menikah karena unsur yang lain " Ucap Adam.


Brak...


Kembali Chiko memukul meja di depannya sampai segelas jus alpukat hampir jatuh tapi Adam sigap menggapainya


"Marah sih marah tapi jangan gitu juga kali...Ganggu aja." Celetuk seorang pengunjung cafe.


Adam melihat tatapan beberapa orang di sana, ada yang menatap sambil bisik bisik ada juga yang melihat sambil memicibgkan mata.


Chiko pun bangkit lalu meraih gelas melemparkan ke lantai sampai hancur.

__ADS_1


"Aaaaaaa...." Teriak beberapa wanita yang ada di dekat meja mereka.


"Jangan seperti itu di lihat banyak orang tau" Lirih Adam.


"Mohon maaf semuanya sahabat saya lagi galau" Adam menyeret Chiko menepi dari keramaian.


"Saya mau mereka menggali semua informasi lebih dalam lagi" Di lihat dari raut wajahnya sudah jelas Emosi Chiko tengah membara.


"Saya mau bayar dulu, kamu tunggu di sini bentar" Ketika Adam hendak pergi, lagi lagi Chiko membuat ulah. Ia menendang kursi di sampingnya.


"Astaga orang ini susah sekali di kendalaikan(Sambil menggeleng kepala) kamu tenang dulu tahan emosi kamu, nanti saya akan menyuruh mereka mencari info pernikahan Alea dan Dokter itu, kamu tenang saja"Adam pun menepuk pundak Chiko.


Adam mengiyakan ucapan Chiko sambil mengetik sesuatu kepada kedua karyawan tadi.


Setelah beberapa saat kemudian merek keluar dari cafe.


"Om......." Seorang gadis kecil berlarian ke arah Chiko.

__ADS_1


"Hey, sayang" Chiko pun berlari ke arah gadis itu lalu meraih tubuh kecilnya.


"Kok Miska ada di cafe sini, mau makan ya" Tanya Chiko sambil terus menggendong Miska. Dari mobil warna hitam keluarlah dua orang, Alea dan Antony.


"Astaga, bukankah itu Alea dan Dokter Antony" Gumam Adam.


Mereka berdua terlihat menghampiri Chiko yang tengah menggendong Miska. Yang membuat Adam terkejut adalah senyuman keduanya mengarah kepasa Chiko "Kok bisa mereka tersenyum kepada Chiko, apa mereka tidak bisa mengenalinya sedikit pun. Apa Alea benar benar lupa dengan Chiko. Padahal hanya perubahan wajah tapi fisik dan sifatnya masih sama" Adam masih terheran heran di tempatnya.


"Anda juga mau makan di cafe ini..." Tanya Antony pada Chiko.


"Kebetulan saya sudah selesai makan sama teman saya" Sambil melihat ke arah Adam. Adam yang terdiam langsung mendekati mereka.


"Hallo, Saya Adam, teman dari chi....(Belum sempat Adam berkata, chiko lebih dulu menginjak kakinya)Andrian, Andrian Wibisana" Hampir saja Adam keceplosan tapi ia bisa mengerem dengan tepat.


Alea terkejut melihat wajah Adam. Tentunya tidak asing untuknya karena laki laki di hadapannya itu dulunya adalah kaki tangan Chiko. "Kamu? bukankah kamu itu..."


"Siapa tidak tau orang hebat seperti Tuan Adam ini, dia pemegang perusahaan Arya Kusuma" Pungkas Antony.

__ADS_1


Meliahat tatapan mata Alea pada Adam membuat Chiko sedikit rasah, ia takut jika Alea bisa mengenalnua dari gelagat Adam yang hampir saja menyebut namanya.


"Om temenin Miska makan yuk, Miska mau di suapin Om ganteng" Miska memperlihatkan senyum polos, dengan sesekali mengusap pipi Chiko.


__ADS_2