Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Demi buah hati


__ADS_3

Tiba hari di mana Chiko mendonorkan sumsum tulang belakang. Setelah melakukan beberapa tes, Akhirnya Chiko bisa secepatnya mendonorkan sumsum tulang belakang pada putri kandungnya sendiri. Dia meminta Dokter menyembunyikan identitasnya dari keluarga Miska, Dokter dan tim medis lainnya setuju. Mereka juga sudah mengetahui kalau si pendonor adalah Ayah kandung anak itu, di pikiran mereka saat ini adalah, mungkin kedua orang tua anak itu bercerai dan saling memiliki keluarga masing masing, sampai pendinor tidak mau identitasnya terungkap.


"Terima kasih Tuhan Engkau telah datangkan malaikat untuk putri kami" Tak henti henti kedua orang tua miska mengucap rasa syukur. Di depan ruang operasi mereka saling berpegang tangan. Tidak hanya mereka yang ada di sana, melainkan juga ada Adam yang tengah duduk tidak jauh dari mereka. Sebelumnya Adam telah menyampaikan bahwa dia di utus Andrian untuk mengikuti berjalannya operasi itu karena ada beberapa hal sehingga membuat Andrian tidak bisa hadir. Namun, saipa sangka bahwa ucapan Adam hanya alasan saja, karena sejatinya Andrian ada di dalam ruang operasi bersama dengan putri kendungnya. Keduanya sedang berjuang bersama.

__ADS_1


Operasi sudah memakan dua jam lamanya tapi masih belum ada tanda tanda bahwa operasi sudah selesai. Antony terlihat panik dengan melipat kedua tangannya sembari terus berjalan mondar mandir menunggu pintu raang operasi terbuka. Alea terlihat terus berdoa sepanjang waktu opersi berlangsung, pasalnya ia melantunkan ayat suci dari mulutnya secara pelan.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar" Lirih Adam sambil melihat layar ponselnya. Ia mendapat pesan dari istrinya kalau ponsel Chiko tertinggal di rumahnya dan berulang kali ponsel itu berdering tak henti. Sang istri meminta ijin pada Adam untuk menjawab telepon itu tapi Adam melarangnya, sebab Chiko paling tidak suka barang miliknya di sentuh orang lain apa lagi sampai ikut campur dalam urusannya. Karena Adam melarangnya, sang istri pun mengerti lalu menutup telepon.

__ADS_1


Adam terus menemani Chiko yang belum sadarkan diri "Seberapa kejam diri kamu tidak akan menutup hati nurani seorang ayah pada anaknya" Ucapnya penuh senyum. Pertama kali dalam hidup melihat Chiko berani berkorban nyawa demi putrinya, belum pernah sekali pun Adam melihat sosok angkuh seperti Chiko rela berkorban untuk seseorang.


Di dalam sebuah ruangan terpisah, Alea memegang tangan putri yang masih belum sadarkan diri, sedangkan Antony mengusap kepala Miska "Maafkan Ayah,sayang" Air mata Antony menetes menyentuh pipi putrinya. Tanpa sengaja Alea melihat air menetes di pipi putrinya, ia pun menengadah .elihat mata suaminya mengucur deras. "Mas, jangan salahkan diri sendiri. Justru aku dan Miska yang harus banyak berterima kasih, mas sudah mau menjaga kami berdua dengan tulus dan penuh kasih sayang. Apalah kami tanpa adanya kamu, Mas" Tangan Alea berpindah mengecup tangan Antony.

__ADS_1


Beberapa tahun yang lalu saat Alea membutuhkan sosok peran ayah dan suami di situlah ia mendapatkan peran keduanya dalam diri Antony. Di saat ia terpuruk dan hampir menyerah, Antony jugalah yang menjadi penguat untuknya. Ketulusan dan kasih sayang ia dapatkan dari Antony, sampai Miska lahir pun dia selalu siap menjaga, melindungi, mengasihi,mencinta dengan sepenuh hati. Miska tidak pernah kekurangan materi maupun kasih sayang seorang ayah, karena Antony selalu memberikan apa yang Miska buruhkan tanpa di minta.


__ADS_2