Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Undangan makan malam


__ADS_3

Adam tertegun melihat gadis kecil di gendongan Chiko "Mereka nampak dekat sekali seperti ayah dan anak....ups, bicara apa aku ini" ucapnya dalam hati. Tapi kalau di lihat lihat mata, alis, hidung dan bentuk bibir sama persis seperti Chiko.


"Maaf sayang Om masih banyak kerjaan. Lain kali saja kalau ada waktu luang Om ajak kamu makan di sini lagi, Oke?" Chiko melingkatkan jari telunjuk dan jempolnya. Setelah itu Miska mengikuti gerak tangan Chiko "Janji ya Om..." mengacungkan jari kelingking meminta sebuah janji, Chiko pun mengikat jari kelingkingnya dengan jari kelingking Miska.


"Miska sayang Om ganteng...." Miska pun lepas dari gendongan Chiko menuju ke arah Ayahnya.


"Oh iya, Tuan Andrian. Saya sekeluarga ingin mengundang anda makan malam di villa kami, untuk menebus kesalah pahaman kami terhadap anda" Tutur Antony.


Chiko terlihat diam dengan kepalan tangan, ia sangat muak harus berpura pura baik baik saja di depan keduanya padahal hatinya sangat hancur. Adam menyadari perubahan Chiko, ia pun memaaang badan di samping Chiko sembari menyenggol lengannya.


"Om harus datang pokoknya Miska tungguin Om ganteng"


"Kamu tenang saja, Nak. Om ganteng kamu ini doyan makan kok" Adam menyeringai girang bisa memanfaatkan momen seperti ini untuk membuat sahabatnya malu.


"Apaan sih, Dam" Tatapan mata Chiko seolah menusuk ke dalam relung hati paling dalam.


"Tidak hanya Tuan Andrian, anda juga kami undang makan malam di villa kami" Tutur Alea menengahi keduanya.

__ADS_1


"Aduh jadi nggak enak kan, mau nolak gak baik kalau di undang ya saya pasti bersedia datang"


"Dasar otak bambu"


Deg..


Kata itu membuatnya mengingat Chiko, otak bambu adalah panggilan kesalnya untuk Chiko.


"Kamu?" Alea pun menatap Chiko begitu pula dengannya, tatapan keduanya menjadi satu.


Adam melihatnya dan segera menarik lengan Chiko "Maaf kita pergi dulu masih ada meeting"


"Sayang...." Antony memanggil namanya tapi Alea masih penasaran siapa gerangan Andrian itu.


"Sayang ada apa?" Antiny menyentuh pundak sang istri.


"Eh...iya mas"

__ADS_1


"Ayo Bun kita masuk Miska sudah lapar" Ucap Miska sambil memagangi perut kecilnya. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam cafe. Perasaan Alea masih tidak karuan antara takut dia adalah Chiko atau terlalu memikirkan hal yang tidak mungkin. Entahlah pikiran Alea sangatlah kacau, sampai makanan di peringnya hanya di aduk aduk.


Malam harinya semua makanan telah tersaji di atas meja, sengaja Alea masak makanan kesukaan Chiko demi membuktikan kecurigaannya terhadap laki laki itu. Sedari awal ia sudah mulai curiga padanya karena ada aroma melati di bajunya dan aroma khas Chiko ada di badan Andrian wibisana.


"Mari silahkan masuk" Kedatangan Chiko dan Adam di sambut hangat oleh Antony dan Miska. Saat ini mereka berdiri di teras menyambut kedua orang itu. Namun, belum sempat mereka melangkah masuk, Adam mendapat kabar jika salah satu putranya demam. Dia pun memutuskan pulang dan meminta maaf tidak bisa ikut serta acara makan malamnya.


"Ayo Om kita masuk Miska sudah lapar sekali..." Miska menarik tangan Chiko masuk ke dalam rumah. Mereka segera menuju ruang makan, di sana terlihat Alea dan seorang wanita paruh baya tengan menyiapkan piring di meja.


Alea melihat Chiko dengan tatapan penasaran, apakah dia akan berresksi dengan makanan di depannya atau sebaliknya.


"Silahkan di makan..." Ucap Alea sembari membuka piring di depan suaminya. Sebelumnya Alea lebih dulu menyiapka makanan di piring sang suami.


"Biar saya ambilkan...." Alea juga mengambilkan makanan untuk Chiko.


"Maaf, saya tidak makan seafood. Saya alergi" Tuturnya bohong. Sedari tadi Chiko sudah curiga kenapa Alea masak makanan kesukaannya.


Alea menatap Chiko dalam "Alergi...." Seingat dia Chiko paling suka seafood, berarti kecurigaannya salah. Alea merasa lega karena dia sudah mendapatkan jawaban dari kecurigaannya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu anda bisa makan ayam, daging, dan telor. Silahkan di pilih, maaf istri saya tidak tau makanan kesukaan anda. Padahal kami juga tidak begitu suka makan seafood tapi kali ini dia masak seafood" Jelas Antony sambil mengaduk secangkir teh di meja.


"Tidak masalah, saya bisa makan yang lainnya"


__ADS_2