Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Antony


__ADS_3

Sesaat setelah Alea mengangkat telepon dari Antony, Miska sudah hilang dari pandangannya, itu membuat Alea kembali panik. Dia berlarian memanggil nama Miska seolah baru saja kehilangan sang putri.


"Miska dimana kamu nak" Teriak Alea sambil berlarian kesana kemari mencari putri kecilnya.


"Ada yang melihat anak saya, dia memakai baju merah dan rambut kuncir dua" Bertanya pada seorang pengunjung yang juga ada di sekitar taman bermain. Mereka menggeleng kepala, sontak saja Alea panik, ia pun menghubungi suaminya.


"Hik hik hik....Mas, Miska hilang...." Isak tangis Alea terdengar nyaring di telepon. Tanpa sepatah kata Antony pun segera berlari keluar ruangan. Dia masih bekerja tapi tanpa ragu meninggalakn tugas demi putri kecilnya. Koridor rumah sakit yang panjang membuat Antony semakin khawatir "Minggir kalian..." Ada seorang perawat tengah mendorong seorang pasien menggunakan kursi roda, tetap saja Antony tidak perduli karena saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah putri kecilnya.


"Dok, ada apa?" Tanya seorang Dokter pula, tapi Antony tidak memperdulikannya.

__ADS_1


"Ada apa sama Dokter Antony kenapa dia terlihat panik sekali, ah mungkin ada pasien gawat darurat" Ujarnya sembari kembali berjalan.


"Miska di mana kamu, nak" Antony segera melajukan mobil menuju taman bermain. Sebelumnya Alea sudah mengirim alamat dirinya dan buah hatinya berada.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam sampailah Antony di taman itu, seharusnya jarak tempuh menuju taman dari rumah sakit berkisar satu jam. Demi gadis kecilnya dia rela bertaruh nyawa, bara api akan di tapaki, lautan akan di arungi, bahkan tingginya gunung akan ia daki. Baginya rintangan terbesar sekali pun tidak ada artinya kalau sudah menyangkut putrinya. Beruntungnya jalanan tidak terlalu padat karena masih pukul 09:00 waktu setempat.


Antony terlalu mencintai putrinya, sejak Miska masih dalam kandungan Dialah yang menjaga sekuat tenaga. Mencoba memberikan kasih sayang seutuhnya, bertekat menjaganya meski dalam kondisi tersulit. Kisah cinta Antony dan Alea berawal dari semua perhatian yang Antony berikan padanya, Alea juga tidak ingin anaknya lahir tanpa ada sosok seorang Ayah. Akhirnya mereka sepakat untuk menikah setelah Miska terlahir.


Meski mereka sudah menikah tapi keduanya masih menunda kehamilan agar kasih sayang mereka tercurah sepenuhnya kedapa Miska seorang. Di tambah Miska butuh perawatan khusus. Antony tidak ingin hal lebih dari apa yang telah ia dapat. Memiliki kedua wanita yang sangat di cintai membuatnya bahagia, meski ia tau jika putri kecil itu bukan darah dagingnya.

__ADS_1


"Sayang angkat, kamu di mana?" Antony berusaha terus menerus menelepon istrinya. Namun, ponsel sang istri tidak bisa di hubungi. Sambil mondar mandir tidak karuan.


"Ayah....."


Tiba tiba saja Antony terperanjat melihat seorang anak kecil tengah naik sepeda terjatuh di depannya. Anak itu memegang lututnya sambil menangis memanggil Ayahnya. Tidak lama setelah itu ayah dari anak tersebut datang lalu menggendongnya.


"Jangan sampai terjadi hal buruk kepada Miska" Melihat anak itu menampah kepanikan di hati Antony. Segera ia berlari sekuat tenaga, menengok kanan kiri mencari putri kecilnya itu.


"Astaga, di mana mereka" Mengacak rambut dan kembali berlari. Pikirannya kacau balau, ia sangat takut kehilangan Miska, sangat, sangat takut.

__ADS_1


"Mama ada pak Doktee aku takut" Seorang anak kecil melihat kehadiran Antori yang masih memakai jas putih dan stetoskop masih melingkar di kedua bahunya.


__ADS_2