Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Malam hari


__ADS_3

Malam harinya di atas balkon kamar dengan cahaya jingga menemani, Chiko melihat teras rumah Alea, dinginnya angin malam menemani penantian seorang lelaki yang ingin melihat wanitanya. Kisah mereka memang sudah usai 4 tahun silam, tapi rasa cinta masih tertinggal di hati, tidak hanya cinta luka pun masih sangat menyiksa.


"Malam ini terasa dingin sekali" Mengusap kedua lengannya sembari duduk di tepi balkon. Kaki menggantung dan pandangan tak luput dari halaman Villa mewah di sampingnya.


Di bawah sinar terang lampu halaman terlihat dua mobil mewah terparkir rapi. Ada dua orang pria paruh baya yang tengah berdiri di samping kiri pintu gerbang tersebut, meraka adalah penjaga pintu gerbang dan satunya lagi memakai seragam biru kehitam hitaman. Dari luar tidak nampak siapa pun di karenakan pagar rumah terlalu tinggi sampai dua meter tingginya. Namun, dari balkon villa yang di tempati Chiko, halaman luas villa Alea nampak jelas.


"Dari tadi saya tidak nampak batang hitung si wanita itu" Tidak lama setelah itu datang lagi sebuah mobil berwarna kuning memasuki pekarangan, dari dalam mobil keluarlah seorang wanita cantik tengah menggendong seorang balita kurang lebih usianya 4 tahun. Bocah kecil itu bersandar di bahunya. Dari kejauhan Chiko melihat sekilas wajah wanita itu "Alea.... benarkan itu kamu"


Setelahnya keluar lagi seorang laki laki, dia membawa sebuah tas slempang milik Alea, kemudian si laki laki menggendeng punggung Alea layaknya mereka pasangan keluarga.

__ADS_1


"Bukankah dia itu...." Chiko ingat dengan wajah laki laki itu "Iya, dia adalah Dokter yang waktu itu"


"Dia sudah terlelap, sepertinya lelah seharian main" Ucap Antony sembari mengusap kepala bocah kecil dalam gendongan Alea.


Alea sedikit membenahi posisi anaknya "Pasti dia capek sekali, seharian mas manjain dia terus, semua yang dia mau pasti mas turuti" protes Alea.


Antony tersenyum sembari mencubit pipi Alea "Waktu luang hanya akan kita gunakan demi kesenangan anak, selebihnya rebahan saja" Sejatinya Antony sangat mencintai putri kecil Alea.


Mereka saling bercanda ria sehingga anak di gendongan Alea terbangun. Dia mengucek mata melihat sosok Antony lalu tersenyum senang.

__ADS_1


"Ei....kamu sudah bangun sayang" Antony mengambil alih si anak itu lalu membawanya masuk, kemudian Alea tersenyum mengikuti mereka masuk.


"Cih... laki laki mana lagi yang dia goda, Padahal dia sudah menikah dengan yang lainnya, masih saja sok mesra sama orang lain. Menjijikkan" Maki Chiko dari atas balkon kamarnya, pemandangan itu membuat hati memanas.


Dari dalam mobil keluar lagi seorang lelaki parah baya yang di anggap Chiko suami Alea "Loh....kok dia juga keluar dari mobil yang sama" Chiko tercengang melihatnya turun sambil mengelap mobil.


"Jadi dia itu hanya supir lalu sebenarnya Dokter itu apanya Alea..." Chiko semakin penasan dengan kehidupan Alea sekarang ini. Ingin sekali ia marah, memaki, dan teriak sekuat tenaga untuk melapas amarahnya, tapi kembali lagi Alea sudah bukan siapa siapa lagi.


Kesalah pahaman saat itu belum terungkap sampai Chiko mengira bahwa Alea bukan gadis yang baik baik, dia bisa tidur dengan siapa saja yang dia mau asalkan bisa mendapat uang dan kepuasan.

__ADS_1


Di dalam rumah Antony merebahkan gadis kecilnya di sofa ruang tamu "Siapa yang bau asem? sepertinya baunya dari sini" Di sentuhlah ketiak bawah gadis kecil itu, sontak saja si gadis kecil tertawa kegelian.


Alea tersenyum sembari menggelengkan kepala "Kalau sudah bersama pasti pada heboh"


__ADS_2