
Antony terkikik geli melihat kedua wanita tercintanya hanya bisa melihat barang kesukaan mereka tapi takut mengambilnya, padahal Antony sengaja tidak memberi tau kalau dia yang sudah membeli semuanya untuk mereka. Atas dasar kejutan tak teeduga membuat Antony tak bisa berpura pura lebih lama lagi. Ia pun melepaskan gelak tawa "Hahahahahaha.....kalian lucu sekali"
Alea dan Miska saling menatap sebelum mereka melempar pandang kepada Antony "Ayah....."Ucap Miska sembari meraih kambali baju princes "Jadi ini ayah yang belikan untuk Miska?"
Antony masih terpingkal pingkal melihat ekpresi mereka berdua, sampai dia memegang perut "Iya,sayang itu semua dari Ayah"
Alea mengahmpiri suaminya yqng duduk di sebelah Miska "Dasar kamu ya mas buat orang jantungan saja" Memekulnya pelan dsngN bantal kotak.
"Hahahaha....ampun sayang, ampun" Setelah Alea berhenti memukulnya Antony pun bangkit seraya memeluk sang istri "Kalau saya bilang itu dari saya bukan kejutan namanya, tapi pemberian. Selamat hari kebahagiaan sayangku" Antony semakin mengeratkan pelukannya pada Alea.
"Ih....mas Anton, kamu paling bisa buat kami bahagia" Lirih Alea sembari mencubit hidung mancung suaminya.
__ADS_1
Melihat kedua orang tuanya saling berpelukan membuat Miska perlahan turun dari sofa lalu memeluk badan kedua orang tuanya. Maklum tinggi badan Miska baru mencapai bagian paha orang dewasa, jadi dia melingkarkan tangan ke pinggang Ayah dan Bundanya.
"Makasih, ayah, Bunda. Sudah membuat Miska bahagia" Moment bahagia itu tidak bolek terlewat begitu saja. Antony bergegas menggendong anaknya sembari meraih ponsel di saku celana "Mending kita foto dulu yuk" Mereka bertiga berfoto ria, memperlihatkan kebahagian sebuah keluarga.
Emuahhhhh....
Miska mencium pipi Ayahnya sambil melihat ke arah kamera.
Foto demi foto telah tersimpan indah dalam ponsel Antony.
"Mas makasih ya buat hadiahnya hari ini" Ucap Alea.
__ADS_1
Dengan masih menggendong buah hatinya, Antony mengusap kepala Alea "Itu tidak sebarapa dengan kebahagian yang baru saja kita dapatkan. Dengan keberhasilan Transplantasi ini anak kita akan sembuh dari sakitnya, dan itu sudah sangat membahagiakan" Senyum Antony melebar indah.
Alea memeluk suami dan anaknya. Betapa bahagia kehidupannya saat ini, mempunyai suami seperti Antony, dan putri cantik seperti Miska.
Saat ini kebahagiaan Alea tidak sebanding dengan luka di hati Chiko. Dalam diam terselip kesakitan dalam kata terurai duka. Takdir sungguh membuatnya pusing.
"Kenapa kita di Takdirkan seperti ini? andai saja waktu itu saya lebih bersabar sejenak, pasti kalian sudah menjadi milikku" Ujarnya sambil menatap ke layar ponselnya, di mana terdapat sebuah foto Alea dan putri kecil mereka. Kebetulan waktu di taman Chiko melihat Alea tengah menggendong Miska karena iseng Chiko pun mencuri potret mereka berdua.
Jangan gali masa lalu seseorang karena di sana tersimpan luka mendalam. Jangan jadikan patokan masa depan, karena masa lalu tidak akan menjadikan masa depan dan masa depan tidak alan menoleh masa lalu. Sebening embun di esok hari tidak akan membasahi daun pada siang hari, masa lalu tetaplah masa lalu, masa sekarang kejar masa yang akan datang.
Kenangan bersama Alea kembali muncul dalam benaknya. Dari cara mereka saling memandang, saling memadu kasih, dan semua tentang Alea. Dia juga berandai andai kalau saja dulu Alea hamil saat masih bersamanya pasti saat ini mereka menjadi layaknya keluarga kecil bahagia. Ketika angan tak sejalan dengan kenyaatan kepahitan pun mulai muncul, bayangan kebahagaiaan keluarga Alea membuatnya sakit. "Kenapa harus dia Harusnya saya"
__ADS_1