
Kini Chiko menetap di Belanda dan mendirikan perusahaan bersama sahabatnya yang sudah dulu tinggal di sana. Chiko berganti nama menjadi Andrian Wibisana, ia mendirikan perusahaan dengan bermodalkan otak, tekat, dan beberapa sisa uang tabungan. Di belanda Chiko di angkat sebagai anak dari seorang pengusaha ternama, kebetulan saat itu putra beliau meninggal dan Chiko orang pertama yang menyelamatkan putranya kala mengalami kecelakaan, meski nyawanya tak dapat di tolong. Istri pengusaha itu sangat merasa kehilangan hingga mengakibatkan depresi berkepanjangan, dan pada akhirnya Chiko di antar sebagai putra mereka. Andrian Wibisana, anak tunggal dari penguhasa ternama dengan sejuta prestasi sama halnya dengan Chiko. Melihat kondisi keluarga mereka membuat Chiko iba dan setuju menjadi anak angkat mereka. Dengan begitu Chiko bisa terlepas dari masa lalunya dan mulai menjalani hidup baru dengan keluar baru, dan tempat yang baru.
Mereka sangat menyayangi Chiko layaknya putra sendiri, tapi Chiko tidak ingin kembali bergantung dengan harta orang tua. Dengan senang hati mereka juga ingin mendanai semua kebutuhan Chiko sampai ingin membantunya mendirikan perusahaan. Namun Chiko menolak asupan dana dari ayah angkatnya. Ia ingin berusaha berdiri sendiri bagaimana pun caranya, Meski semua itu tidak mudah baginya, seolah berjalan di atas bara api, Namun Chiko melalui dengan sangat baik dan hati hati. Julukannya dalam dunia bisnis adalah Mr Park, dia adalah memimpin yang paling di segani karena karakter yang kuat dan tegas. Saat ini Singa jantan yang dulu selalu berlindung di balik warisan orang tua, sudah berdiri kokoh dengan badan tegak. Chiko menutup semua akses keluarga dan kerabat sejak saat ia pergi kala itu, pernikahan yang berlangsung satu hari menjadi tragedi di media karena dalam waktu yang singkat si pengantin wanita menjadi janda. Seminggu setelah kepergian Chiko saat itu Kikan mendapat surat dari pengadilan agama. Adam di utus untuk mengurus segala sesuatunya. Awalnya proses perceraian tidak berjalan lancar, hingga ada beberapa Drama sampai Kikan mengancam bunuh diri, tapi pada akhirnya semua berjalan lancar. Banyaknya masalah dan ancaman Kikan beserta keluarga tidak lagi mempengaruhi niatnya untuk pergi jauh dari kota tersebut. Di tambah salah paham yang berkepanjangan membuatnya kekeh untuk mengasingkan diri. Di balik suksesnya Chiko ada banyak jasa dari para sahabat dan keluarga barunya.
"Akhirnya saya bisa lepas dari bayangan hitam itu" Ucap Chiko sembari melihat sebuah bingkai foto di atas meja kantornya.
"Sudah empat tahun lamanya kamu meninggalkan keluarga, apa kamu tidak merindukan mereka?" Tanya Vans, salah satu teman dan juga rekan kerjanya.
"Jangan bahas tentang mereka setelah ribuan luka telah ku lalui dengan baik" Chiko pun kembali mengingat betapa sakitnya dia kala harus menuruti semua perintah keluarga hanya demi warisan.
Perpisahan Chiko dengan Kikan sudah tidak muncul di media lagi, karena tertelan oleh masa.
__ADS_1
Awalnya pihak keluarga maupun keluarga Kikan kesulitan mencari Chiko di berbagai belahan negara. Bagaimana tidak, karena Chiko yang dulu tidak hanya mengubah identitas tapi juga merubah wajahnya. Chiko melakukan operasi plastik di Korea bersama keluarga barunya. Wajahnya di operasi sedemikian mirip seperti Andrian, supaya mereka selalu mengingat sang putra. Meski jiwa raganya tak lagi bersama mereka setidaknya ada bayangan wajahnya di wajah Chiko saat ini.
Tok tok..
"Permisi, pak, ada seseorang hendak bertemu bapak"
"Suruh dia masuk"
"Mr Park, saya di utus untuk mengantar berkas ini oleh bos besar kami" Sebuah Dokumen rahasia di berikan laki laki dengan perawakan tinggi besar.
Chiko melihat dokumen di atas meja sembari memberi kode pada Vans.
__ADS_1
"Semua sesuai yang kita rencanakan, tinggal nunggu dari pihak mereka mengosongkan lahan." jawab Vans melihat dokumen tersebut.
Chiko mengulurkan tangan "Oke, saya terima tawaran dari kalian."
"Baiklah, Terima kasih"
Setalah selesai bekerja Chiko mengajak Vans pergi ke Club malam sekedar melepas penat. Di temani musik keras dan banyaknya orang di sana membuat Chiko meras bebas melepas diri. Ia bergabung dengan yang lainnya.
"Kita pulang saja, kamu sudah terlalu mabuk" Vans berusaha membujuk Chiko untuk pulang sebab Chiko sudah dalam pengaruh alkohol.
"Gue mau bebas seperti burung di luar sana....." Chiko meracau sesuka hatinya.
__ADS_1