Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
kerungkap


__ADS_3

"Alea...." Chiko berlari lihatnya terjatuh di lantai sambil menangis. "Kamu kanapa?" belum sempat dia menyentuhb lengan Alea, Alea lebih dulu berbalik dan sedikit menjauh darinya "Bertenti kamu, jangan sentuh saya" jari telunjuk Alea mengacung tegak. Pandangannya penuh amarah.


Chiko bingun apa yang membuat Alea sampai seperti itu "Ada apa? kenapa anda menatap saya penuh kebancian seperti itu"


Alea berdiri dengan masih metap mata Chiko "Sampai kapan kamu akan menyembunyikan identitas kamu, Tuan Chiko Arya Kusuma"


Seketia Chiko terkejut bagaimana Alea bisa tau jati dirinya "Maksud anda apa, Chiko siapa? saya ini Andrian Wibisana. Sudah berulang kali saya tegaskan bahwa saya bykanlah Chiko, sampai kapan anda akan...."


"Ya, wajah kamu ini memang milik Andrian Wibisana tapi ragamu, jiwamu, dan kehidupanmu adalah jati diri kamu yang sesungguhnya. Sekarang pergi kamu dari sini, pergi!" dengan berani Alea mendorongnya keluar dari rumah.


"Alea dengarkan saya dulu, tolong Alea, tolong" Berusaha bicara baik baik tapi Alea langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia bersandar di balik pintu, tubuhnya melemah dan dia pun terduduk melipat kedua kakinya. Wajah penuh air mata tenggelam di sela sela kedua lututnya.


"Alea buka pintunya biarkan saya bertemu sama anak kandung saya, Alea buka pintunya atau saya akan menempuh jalur hukum untuk mengambil anak kandung ku" ucapnya dari luar rumah. Benar saja ketakutan Alea semala ini akan menjadi momok terburuk dalam kehidupannya.

__ADS_1


"Chiko sudah jangan gegebah, kita pergi saja. Biarkan dulu Alea menenangkan pikiran setelah itu baru kita pikirkan langkah selanjutnya." Adam menyaksikan drama ironis keduanya sampai ia pun ikut tenggelam dalam drama itu. Tadinya Adam hendak pergi karena ada masalah yang harus di tangani, setelah mendengar perdebatan mereka membuat Adam mengurungkan niatnya.


"Tidak bisa, pokoknya saya harus bertemu Miska dan akan memberitahu dia bahwa saya adalah ayah kandungnya. Dia itu darah daging ku" Chiki mulai lepas kendali, dia menggedor pintu dengan sangat keras sampai Adam berusaha keras menarik dirinya untuk menjauh dari sana.


"Chiko tolong kendalikan dirimu, jangan seperti ini"


"Minggir kamu Dam, jangan ikut campur urusan saya. Karena identitas saya sudah terbongkar sekarang saatnya saya mengambil apa yang menjadi hak saya"


"Hak apa yang kamu maksud?" sambung Alea yang saat itu berdiri di belakang mereka. Setelah mendengar semua kata kata Chiko hatinya memanas sampai dia berani berhadapan langsung dengannya.


Dengan keberanian penuh Chiko mengatakan "Hak seorang ayah mendapat pengakuan diri dari anak kandungnya"


Langkah kaki Alea semakin mendekat padanya, tatapan tajam itu tidak lepas dati kebencian selama hidupnya "Bagaimana seorang ayah mendapat haknya kalau selama ini dia tidak memenuhi haknya sebagai seorang ayah. Kemana anda saat saya membutuhkan dukungan? di mana anda saat saya melahirkan darah daging anda? di mana anda saat putri anda berbaring berbukan bulan di rumah sakit? kemana anda selama ini? kemana?" Bentak Alea. Wajahnya terlihat memerah serta tanpa di sadari air matanya luluh lantah di depan laki laki itu.

__ADS_1


"Berani sekali kamu memojokkan saya sepertu itu? sekarang saya mau tanya apakah selama ini kamu memberitahu saya kalau kaku hamil anak saya? apa kamu juga tau bagaimana kerasnya saya mencari kamu hingga akhirnya Adam melihat kamu di sebuah klinik kandungan. Kamu sedang bersma laki laki lain yang tidak bukan adalah Dokter Antony.Sebenarnya ini salah siapa, ha?"


"Tentu kamu salah. Memang dari awal kamulah yang harus di salahkan atas semua ini, kalau saja kamu tidak melakukan itu teehadapku maka...."


"Sudah cukup!" Seseirang tiba tiba muncul dari sampibg rumah. Dia adalah Antony.


"Ayah..." mendengar teriakan ayahnya Miska pun berlari ke arahnya.


"Miska sayang..." mereka semua baru sadar jika pertengkaran iru di saksikan Miska.


"Ayah kenapa Om ganteng sama Bunda bertengkar?" Miska memeluk Ayahnya dengan erat sambil menenggelamkan wajahnya. Gadis kecil itu sangat ketakutan.


"Miska, Miska sayang" Chiko hendak mendekatinya tapi Antony mendoringnya "Jangan sentuh anak saya. Tuan Adam bawa dia pergi dari rumah saya, atau saya akan melaporkan kalian kapada pihak berwajib kareamna sudah membuat keributan di rumah inu" Ucapnya sembari memeluk anak dan istrinya, lantas dia membawa keduanya masuk.

__ADS_1


"Hei tunggu dulu..." Chiko hendak mengejar mereka tapi Adam menghentikannya lalu mambawanya pergi dari sana.


__ADS_2