Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Amarah meluap di hari pernikahan


__ADS_3

Di lain sisi ada Chiko yang duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong, ia tidak pernah menduga jika akhirnya akan menikah dengan pilihan otang tua. Ingin sekali ia memberontak denga ketetapan ini, tapi ia lebih takut kehilangan hak waris dalam keluarganya.


"Gadis kecil itu kenapa harus melarikan diri..." Memukul tepi ranjang dengan sangat keras"Semua terjadi karena dia tidak bisa cepat hamil, kalau saja dia bisa hamil pasti pernikahan ini tidak akan pernah terjadi"Kesal Chiko. Saat ini penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah pernikahan itu.


"Sial...." Chiko pun bangkit lalu menuju jendela kamar, tirai terbuka mentari pun menelusup masuk menyiram hati nan luka. Sinar terangnya membuat mata silau sampai Chiko mendongak ke atas sambil nemejamkan mata, sedangkan kedua tangannya masuk ke dalam saku celana.


Hari pernikahan telah selesai di laksanakan, Kikan masih di kamar mandi membersihkan diri, gemericik air terdengar sampai luar. Tak berapa lama Kikan selasai mandi, ia hanya memakai piyama mandi dan handuk melingkar di kepala, senyumnya melebar kala melihat sosok laku laki yang di cintai telah menjadi suaminya.


"Sayang..." Dari belakang Kikan memeluk Chiko. Tentu itu mengejutkan Chiko "Apa apaan ini" Berusaha melepas kedua tangan Kikan, namun Kikan semakin mengeratkan pelukannya. Punggung Chiko terasa anah ada sesuatu yang sengaja di gesekkan di sana, membuatnya mengertakan rahang. Meski sebagai laki laki normal, ia tidak menyangkal jika birahinya mulai memuncak. Meski begitu, Chiko sangat menjaga diri supaya tidak terjadi hal buruk padanya sebab, Chiko sangat membenci Kikan.


"Kenapa sih, kamu kan suami ku." Manja Kikan.


Sangkin kesalnya Chiko pun membiarkan Kikan berulah selama tingkahnya masih normal.


"Sayang, apa kamu tidak ingin...." Lirih kikan sambil kedua tangan membuka kancing kemeja yang Chiko kenakan.

__ADS_1


"Lepas...." Dengan keras Chiko melepas tangan Kikan lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang, kenapa sih? kita ini suami istri harusnya kamu menggauli ku selayaknya seorang suami" Dari luar pintu kamar mandi Kikan berceloteh karena hasratnya di tolak Chiko.


Chiko tidak perduli dengan ucapan Kikan, ia pun melepas kemeja yang di pakai lalu menyiram kepalanya dengan air dingin, suara gerericik air menyiram wajahnya. "Kenapa saya harus di hadapkan dengan sebuah perjodohan dini yang membuatku tercekik seperti sekarang ini" Lirihnya sambil mengusap wajah yang di sirah air shower.


Drttttt...


Terdengar ponsel Chiko bergetar, segera ia matikan shower lalu mengeluarkan ponselnyabdari saku celana.


"Kamu melihatnya dimana? kirim alamatnya" Raut wajah sumringah terlihat dari wajah Chiko.


"Oke, saya kesana sekarang" Segera Chiko kelaur dengan hanya menunggukan handuk yang melingkar di pinggang.


Kikan menatap badan Chiko penuh kekaguman, badan kotak kotak terawqt juga otot yang kekar dengan sedikit bulu halus di dada membuatnya menyeringai "Aaa, sayang, mau langsung tancap gas?"Dengan manja Kikan hendak menghampirinya, namun Chiko menghentikannya dengan satu tangan "Stop, jangan mendekat atau saya akan semakin muak sama kamu" Chiko pun membuka lemari kemudian mengambil pakaian.

__ADS_1


"Kenapa sih nggak mau dekat sama aku, aku ini istri kamu lho. Harusnya...."


"Cukup!" Bentak Chiko. Kesabarannya telah habis di buat oleh Kikan. "Jangan menuntut lebih dari pernikahan ini karena kamu hanya sebagai istri dalam perjodohan, bukan istri dalam keinginan. Kamu bisa memiliki saya sebagai suami kamu tapi kamu tidak akan mendapatkan cinta saya seumur hidup kamu, ngerti" Tegas Chiko seraya kembali mesuk ke dalam kamar mandi hendak berganti pakaian.


"Chiko kamu jahat...." Teriak Kikan sambil melempar bantal, ia menangis meraung di samping ranjang sambil membuat onar di kamar itu. Semua bantal spray dan selimut di buang ke lantai sampai berserakan dimana mana.


Chiko keluar dari kamar mandi, melihat lantai penuh dengan barang barang membuatnya geram "Apa cuma itu yang bisa kamu lakukan? kalau perlu semua baju kamu itu di buang ke tempat sampah" Emosi Chiko meluap sampai di keluarkanlah semua pakaian Kikan dari lemarinya.


"Istri macam kamu tidak pantas untuk ku" Ketus Chiko sembari meraih kunci mobil.


"Kamu mau kemana?" Dengan tatapan penuh air mata Kikan pun meraih lengan Chiko "Jangan pergi"


Chiko melihat Kikan lalu menepis tangannya "Bukan urusan kamu" Segera ia meninggalkan Kikan.


"Chikooooo...."Teriak Kikan histeris.

__ADS_1


__ADS_2