Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Kembalinya Chiko


__ADS_3

Berselang beberapa jam Chiko terbangun, ia meminta Adam untuk membawanya kembali ke Belanda untuk masa pemulihan, setelah pulih ia akan kembali ke negara ini lagi. Setelah menjalani perawatan dua hari dua malam akhirnya Chiko di ijinkan pulang, setelah itu Adam memesankan tiket kembali ke Belanda.


"Kamu yakin?" Adam mencoba meyakinkan keputusan Chiko untuk kembali ke Belanda dalam waktu yang cukup lama.


Saat ini Chiko duduk di kursi roda karena ia masih kesulitan berjalan.


"Apa boleh buat ini satu satunya jalan"


"Oke, kalau itu keputusan kamu saya bisa apa"


Tak berapa lama Chiko menyuruh Adam pulang, sebab ada meeting dengan klien penting.


Sehari dua hari di lewati dengan biasa saja, sampai saatnya Chiko merindukan sosok putri kecilnya. Selama di Belanda ia merasa sangat kesepian tanpa hadirnya Miska, sebenarnya baru saja Miska melakukan panggilang video call bersamanya. Miska kecil bercerita bahwa kondisinya semakin membaik dan Sokter telah mengijinkan dia pulang ke rumah. Miska belum tau kalau Chiko telah kembali ke Belanda, sebab ia tidak mau memberi tahunya demi memulihlan kondisi Miska saat ini. Chiko bilang pada Miska kalau pekerjaannya sangat banyak sampai tidak bisa menjenguknya.

__ADS_1


"Andrian, sayang, kamu makan dulu, Nak" Seorang wanita cantik menghampirinya dengan membawa sepiring nasi dan segelas air purih. Wanita itu adalah ibu angkatnya, Nyonya Wibisana. Dia sudah tau semua kejadian yang menimpa Chiko.


"Biar saya saja, Mam. Aw....." Terlihat Chiko meringis kesakitan kala hendak memposisikan badan. Dengan cekatan Nyonya Wibisana membantunya duduk dengan nyaman.


"Jangan banyak gerak dulu, di bilangin bandel sih" Wanita itu memperlakukan Chiko layaknya memperlakukan putra kendungnye sendiri. Walau dia tau dua orang dengan satu wajah dan dua karakter sangat sulit untuk bersikap. Sosok Andrian sendiri cenderung manja, sedangkan Chiko sendri mempunyai karakter keras dan angkuh, cenderung cuek. Awalnya Chiko kesulitan saat dia harus berusaha menjadi sosok Andrian di hadapan kedua orang tua angkatnya. Namun, perlahan mereka bisa menyesuaikan diri dengan anak angkat mereka begitu juga sebaliknya.


"Kenapa kamu harus sembunyi darinya?" datanglah seorang laki laki paruh baya dengan setelan jas berjalan ke arah mereka berdua.


"Maksud Papa?"Nyonya Wibisana duduk di samping suaminya sembari merapihkan dasi yang di kenakan.


"Papa jangan gitu, ih..." Nyonya Wibisana menyenggol lengan suaminya, ia tau raut wajah anaknya menjadi masam seolah tak mau kehiudpan pribadinya di campuri.


"Papa mau berangkat kerja dulu, kamu jagain anak kesayangan kamu itu" Kesalnya sambari bangkit meninggalkan Chiko dan sang istri.

__ADS_1


"Papa...." Istrinya pun mengejarnya sampai di teras rumah.


Drtttttttt....


Suara pinsel bergetar di atas meja, Dengan susah payah Chiko berusaha meraihnya. Namun, ia sangat kesulitan karena punggungnya masih terasa nyeri.


"Biar saya bantu ambilkan, Tuan" Seorang asisten rumah tangga mengambilkan ponselnya.


"Makasih ya..." Ucap Chiko. Sang Asisten rumah tangga kembali melakukan tugasnya.


"Miska Video Call.....apa dia sudah tau kalau saya tidak di villa, atau dia...." Tidak lama kemudian ponselnya kembali bergetar. Sebelum itu Chiko memposisikan badan duduk tegak meski ada rasa nyeri "Halo sayang....." Dengan senyum melebar ia sapa putri kecilnya. Dari layar ponsel terlihat wajah mantun Miska dan sisa air mata pada kedua pipinya. "Om ganteng jahat, hajat, jahat" Air mata gadis kecil itu kembali membeludak.


"Kenapa sayang? apa Om punya salah sama Miska?" Dari lauar ponsel terlihat Miska tengah di pangku Alea dan di dekatnya ada sosok Antony.

__ADS_1


"Pokoknya Miska nggak mau bicara sama Om, Om jahat" Seketika layar menjadi hitam. Dari kejauhan terdengar suara Ale membujuk putrinya agar tidak merajuk "Om Andrian banyak kerjaan, Nak. Nanti kalau pekerjaan sudah selesai, Pasti Om Andrian kesini lagi"


Chiko penasaran apakah Miska sudah tau bahwa dia kembali ke Belanda, belum sempat mejelaskan panggilan telepon sudah terputus.


__ADS_2