
Pagi hari Chiko kembali berdiri di atas balkon kamar, pandangannya tidak lepas dari halaman Villa Alea, dari sana ia melihat sosok anak kecil sedang bermain sepeda. Ada satu suster menjaganya sambil memegang sebuah piring, sepertinya anak itu susah makan. Pasalnya tiap kali suster itu menyuapinya makan pasti dia lari atau menepisnya.
"Tuan....dua jam lagi kita harus sampai di perusahaan, ada yang bisa saya bantu bereskan"Seorang laki laki dengan pakian rapi menghampirinya. Dia adalah asisten pribadi Chiko saat berada di Negara ini. Seperti layaknya seorang asisten, ia mengingatkan atasannya untuk segera bersiap.
"Tidak"Tatapan Chiko masih terus menuju pada anak itu sampai sang Asisten terheran apa yang di lihat Atasannya tersebut.
Mr Park terkenal kejam, tapi sepertinya dia sangat *meny*ukai anak kecil itu
"Ngapain kamu masih di sini?" Ketika Chiko berbalik masih ada sosok asitern yang ikut melihat gadis kecil di halaman lain.
"Maaf, Tuan, saya hanya...." Melihat amarah di mata Chiko, segera ia menunduk kemidian pergi dari sana.
Chiko kembali melihat gadis itu sambil tersenyum kalanya menggayuh sepeda dengan kencang sampai suster kewalahan menghadapi gadis tersebut.
"Miska....pelan pelan sayang nanti kamu jatuh" Teriak seorang dari dalam rumah.
"Sus tangkap dia" Titah Alea pada suster yang membantunya menjaga putri kecilnya itu.
__ADS_1
"Non Miska berhenti" Suster terlihat kewalahan sampai Alea sendiri ikut turut tangan. Mereka berdua mengatur siasat, suster menjaga di belakang sedangkan Alea di depan Miska.
"Miska turun, atau Bunda nggak mau beliin es krim"
"Dia masih sama seperti yang dulu" Chiko pun mengundurkan langkah saat hatinya terasa sakit melihat senyum di wajah Alea, ingatan menyakitkan kala itu membuatnya sesak nafas, akhirnya dia memutuskan untuk tidak melihatnya lagi.
Selesai bersiap segera Chiko masuk ke dalam mobil, namun di belum sempat ia masuk tiba tiba saja ada sebuah bola masuk dalam pekarangannya.
"Bola siapa ini..." Mencari siapa pemilik bola yang masuk dalam halaman rumahnya. Dari balik pagar ada seorang wanita mengintip.
"Tuan...bolehkan saya masuk"
"Pak buka pagarnya" Titah Chiko pada tukang kebun.
"Baik, Tuan."
Masuklah mereka berdua, si gadis kecil bersembunyi di balik badan susternya "Maaf Yuan saya ingin mengambil bolanya tadi majikan saya tidak sengaja melempar bola kejauhan" Jelas Suster itu. Chiko masih memegang bola sambil melihat wajah manis di balik badan suster.
__ADS_1
"Coba sini cantik ini bola siapa?" Chiko menunduk, memperlihatkan bola pada gadis kecil itu. Dengan malu malu Miska tersentum sambil memegang tangan susternya.
"Bola Miska..." Ucap Miska polos, ketika tangan kecil hendak meraih bola di tangan Chiko, seketika itu pula Chiko menarik kembali bolanya.
"Oh...jadi nama kamu Miska, kalau begitu Om boleh minta satu hal dari kamu"
Miska menatap wajah susternya.
"Nggak usah takut, Om cuma minta satu kiss dari Miska" Mengulas senyum sembari menunjuk pipi kirinya.
Miska pun memajukan langkah, lalu menciumnya.
"Emuachhhh.....makasih Om ganteng" Setelah mencium pipi Chiko, dengan sigap Miska meraih bola di tangan Chiko lalu berlari.
"Non Miska....."
"Tidak apa apa, biarkan saja" Ucap Chiko sambil melihat tubuh kecil tenggelam dari bakik pagar.
__ADS_1
"Maafkan anak majikan saya Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Suster pun pergi.
Chiko merasa antara dia dan Miska ada sebuah ikatan kuat "Wajahnya mirip sekali sama kamu(Alea)" Chiko pun masuk ke dalam mobil kemudian menuju tempat rapat.