Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Pilu


__ADS_3

"Aw...." Pertahan Alea membuka mata sembari memegang kepala. Matanya terasa pening dan pandangan memutar. "Pusing sekali..." Beberapa kali memejamkan mata. Di lihatnya seseliling ruangan dan jarum infus menusuk tangannya.


"Akhirnya tumbang juga..." Sadar jika ketahanannya telah roboh. Semua di sebabkan oleh kelakuan Chiko, berulang kali Alea harus menerima gempuran hasrat terbesar dalam diri Chiko. Sekali saja Chiko kesal pelampiasan pertanya pasti Alea. Tubuh sintal Alea tidak mampu bertahan kala keganasan Chiko kembali meluap. Entah setan mana yang menghampiri Chiko sampai tega berbuat kejam pada gadis tidak bersalah seperti ini.


"Begini, pak. Kalau anda ingin segera memiliki momongan tidak seperti itu caranya, justu cara anda malah akan menyebabkan kerusakan dinding rahim hingga bisa barakibat fatal" Jelas seorang Dokter.


Di dalam ruangan Dokter mereka saling berbincang pasal keinginan Chiko yang ingin wanitanya hamil secepat mungkin. Karena kecerobohan Chiko sendiri, Dokter mengatakan ada kerusakan pada sel telur yang di sebabkan suatu dorongan kuat terus menerus hingga terjadi sedikit kerusakan. Meski tidak terlalu parah, tapi Dokter meminta Chiko untuk berhati hati karena rahim seorang wanita rawan cidera.


"Bukankah semakin sering di buahi maka besar kemungkinan dia akan segara hamil" Ucap Chiko tanpa rasa bersalah.


Sang Dokter tersenyum sambil memajukan kursi. Kasus yang beliau tangani baru satu satanya yang di temui selama bekerja di rumah sakit tersebut "Tidak seperti itu, pak. Sekarang begini, kalau bapak minum obat dalam sehari melebihi dosis yang Dokter berikan, maka tidak akan baik untuk kesehatan bapak. Jika Dokter menyarankan sehari 1 kali dan bapak minum obat lebih dari 5 kali dalam sehari pasti dampaknya akan buruk, bisa overdosis atau bahkan kematian. Sama halnya dengan berhubungan intim, jangan sampai keinginan Bapak punya anak malah akan membuat sitri bapak terluka" Pak Dokter hampir melepas tawa sebab baru kali ini mendapat pasien seperti ini. Di tambah sosok laki lakinya terlalu over dalam birahi.


"Proses pembuahan itu membutuhkan waktu, kalau terlalu sering melakukan (Sambil menjentikkan dua jari telunjuk dan jari tengah) dampaknya ya seperti sekarang ini"


"Saya tidak melakukannya sesering itu hanya beberapa kali dalam sehari, em...3 sampai 4 kali mungkin"


Dokter pun geleng kepala masih tidak menyangka laki laki seperti Chiko memiliki hasrat yang besar.

__ADS_1


Astaga dia itu suami macam apa...


"Itu sama saja seperti makan durian minumnya arak"


Seketika wajah Chiko berubah, nampak malu dan wajahnya menunduk.


Astaga malu sekali...


Betapa malunya Chiko saat ini, andai bisa menyenbunyikan wajah maka ia akan segera bersembunyi.


"Baik. Saya mengerti, saya pamit undur diri dulu" Bangkit dari duduknya lalu beranjak pergi.


Melihat sosok Chiko berjalan ke arahnya, Alea segera mambuang muka, menatap arah jendela.


"Kamu marah, ya..." Duduk di tepi ranjang seraya meraih tanga kanan Alea yang tertancap jarum infus. Perlahan Chiko meniup tangan Alea dengan penuh kelembutan, tetap saja Alea masih diam dan acuh. Kali ini Alea sudah tidak tahan lagi dengan sikap Chiko. Kala amarah tidak lagi bisa mereda maka diam adalah pilihan.


"Sayang...." Membelai rambut Panjang Alea, namun Alea menapikkan dengan menggeser kepala.

__ADS_1


"Hey, lihat saya."


Ale masih ttap diam meski wajahnya di paksa saling berhadapan. Kedua tangan Chiko mengunci kedua sisi wajah Alea.


"Please, jangan diam seperti ini, sayang. Saya janji tidak akan berlaku kasar lagi"


"Dasar wanita murahan...." Seorang wanita datang lalu menjambak rambut Alea.


"Dasar wanita nggak tau malu, dia ini calon suami saya. Dasar ******"


Alea berusaha melepas tangan Kikan.


"Heh.....apaan kamu" Chiko mendorong Kikan sampai ia terjatuh.


"Sayang, kamu mendorongku hanya demi wanita murahan sepergi dia. Apa hebatnya dia, udah dekil, jelek, norak. Nggak ada apa apanya sama aku...."


Chiko maraih lengan Kikan lalu menariknya keluar "Urusan kita belum selesai " Teriak Kikan.

__ADS_1


Alea tersenyum tapu air matanya tumpah "Kehidupan macam apa ini..."


__ADS_2