Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Pertemuan pertama


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu.


Chiko duduk di sebuah taman bermain, dengan penuh penyesalan dia terdiam diri, bertemankan sebotol minuman kaleng dalam gengaman, pandangan kosong menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya sudah tiada. Begitu banyak penyesalan yang ia sesali selama ini.


Andai semua ini tidak di takdirkan atas diriku maka saat ini mereka masih bersamaku...


Kenapa Engkau (Tuhan) Takdirkan hidupku seperti ini, kenapa....


"Om ganteng...." Tiba tiba saja ada seorang gadis kecil duduk di dekatnya, dia adalah Miska putri kecil Alea. Entah dari mana datangnya Miska saat ini tapi Chiko senang bisa melihat gadis kecil itu.


"Jangan sedih, Om. Kalau Om mau bersandar saja di bahu Miska, kata Ayah tempat ternyaman saat sedih ya di bahu Miska, Om bisa coba kok, Miska nggap apa apa" Senyum simpul Miska terlukis


"Oh ya, sini coba biar Om bersandar di bahu kecil Miska, muat nggak ya..." Chiko bersimpuh di depan Miska yang tengaj duduk di kursi taman, setelah menatap wajah gadis kecil itu perlahan ia memeluknya seraya menyendarkan dagu di pundak cekil itu. Ada rasa nyaman memang setelah memeluk Muska si gadis kecil di dekapannya. Chiko tenggelam dalam kenyamanan hingga ia memejamkan mata sejenak.


"Benar kan, Om. Miska bisa buat Om nggak sedih lagi" Tuturnya sambil mengusap pundak Chiko.


"Iya, kamu benar. Tapi sedihnya masih ada gimana dong" Segera Chiko duduk tanpa alas apa pun, ia tak perduli yang penting dia bisa melihat wajah cute Miska.


Gadis itu pun meraih tangan Chiko "Kalau Om ganteng sedih makanlah coklat ini (Sambil memberikan coklat yang ia bawa) kata Bunda kalau kita sedang sedih, makan saja coklat pasti sedihnya hilang. Tapi, jangan terlalu banyak nanti Om jadi gendut.....hehehe" Dengan kepolosan seorang anak kecil mampu meluluhkan kesakitan dalam hatinya.


"Terima kasih, sayang."

__ADS_1


Dengan kepolosan seorang anak, Miska pun menepuk pundaknya sendiri "Mulai sekarang bahu Miska juga milik Om ganteng"


Entah perasaan macam apa ini, setiap kali melihat wajah anak ini hatiku serasa tenang tanpa beban. Sorot matanya sangat indah dan sejuk....


Miska tersenyum melihat Chiko menerima coklat yang ia berikan.


"Miska...." Seorang wanita berlarian memanggil nama anak itu, dia adalah Alea. Dengan tergesa gesa berlarian ke arah Miska yang tengah duduk bersama Chiko.


"Miska kenapa kamu tidak ijin sama bunda kalau mau pergi, jangan bikin bunda khawatir dong" Alea sedikit memarahi putrinya.


Baru pertama kalinya Chiko melihat secara langsung wanita yang di rindukan selama ini. Melihatnya sedekat itu membuat Chiko merasa kembali di masa lalu. Ketika Chiko larut dalam lamunan tiba tiba saja Miska menarik lengannya "Om ganteng tolong Miska..." Bisiknya polos.


"Jangan marahi dia tadi saya yang mangajaknya ke sini"


"Miska sini..." Miska pun di seret Alea menjauh dari Chiko "Jangan sembarangan ikut orang asing, emang kamu nggak takut...."


Belum sempat Alea berucap Chiko sudah dulu berdiri di sampingnya "Kamu tenang saja, saya bukan orang seperti itu. Perkenalkan saya Andrian wibisana villa saya bersebalahan dengan villa anda" Chiko mengulurkan tangan.


Alea melihat uluran tangan itu, sedikit ragu untuk menjabat. Kecurigaannya belum sirna dari hati.


"Bunda, Om ganteng ini memang tinggal di Villa sebelah kita" Ucap Miska sembari kembali ke samping Chiko, gadis kecil itu menggelendot di sampibg badan Chiko seolah kemistri keduanya sudah terbentuk dengan sendirinya.

__ADS_1


"Miska sini" Alea masih enggan menjabat tangan orang yang dia anggap asing tersebut.


"Nggak mau, Miska mau main sama Om Ganteng. Bunda pulang saja nanti Miska pulang sama On Ganteng" Miska pun menarik tangan Chiko menuju sebuah permainan, di taman itu tersedia banyak permainan, Miska mengajak Chiko menuju sebuah Ayunan.


"Om dorong Miska kuat kuat ya" Miska duduk di atas ayunan. Chiko melihat Alea sebelum ia mendorong ayunan itu, terlihat Alea kesal kerena di acuhkan putrinya. Alea duduk di bangku teman tempat mereka duduk semula, sedangkan pandangannya terbuang ke samping wajah.


"Om Ganteng...."


"Eh....iya sayang, kenapa?" Chiko melihat wajah Gadis kecil itu dari atas, miska mendongak melihat wajah Chiko.


"Dorong yang kuat, Om" Pinta Miska.


Chiko tersenyum "Oke, Miska siap ya" Chiko pun segera mengayun perlahan membuat Miska kembali protes "Yang kenceng dong Om"


Chiko geleng kepala "Nanti Bunda kamu marah loh"


"Nggak apa apa, Bunda itu marahnya sebentar baiknya seumur hidup" Celetuk gadis kecil itu membuat Chiko terkikik geli.


"Siap ya..." Chiko mengambil ancang ancang untuk mengayun gadis kecil itu.


Mereka berdua terlihat bahaya, Miska sampai tertawa lepas.

__ADS_1


"Miska sepertinya menyukai laki laki itu biasnaya dia tadak pernah sedekat itu sama orang yang baru di kenal" Heran Alea.


__ADS_2