
Hampir semua media menayangkan berita temtang teka teki keberadaan Chiko Arya Kusuma. Ada juga beberapa media menanyakan perihal kedekatan Adam dengan seseorang pengusaha sukses dari belanda. Mereka juga berasumsi bahwa kedekatan mereka tidak hanya sekedar rekan kerja melainkan layaknya saudara. Dari perilaku Adam kepada pengusaha hebat dari Belanda itu membiat media mencium kecurigaan tentang siapa sebenarnya Andrian Wibisana, bahkan mereka menyanhkut pautkan kedekatan keduanya. Apakah benar sosok pengusaha sukses yang di kenal sebagai Andrian Wibisana iru adalah Chiko Arya Kusuma?
Saat ini Alea baru saja selesai masak. Hari ini Miska mau meminta sang bunda masak makanan kesukaannya, telor gulung keju. Miska yang tengah duduk di sofa ruang tamu sambil melihat berita di televisi, sekilas ia melihat wajah Andrian di berita. Sontak gadia kecil itu berteriak memanggil Bundanya "Bunda ,bunda, sini"
Setengah berlari Alea menuju ke arah sang putri kecilnya, kedua tangannya membawa piring dan segelas susu "Ada apa sayang?"
"Bun, lihat itu Om Ganteng"
Sontok saja Alea melihat layar televisi. Benar saja berita tentang keberadaan Chiko tengah di gali para media sampai kecurigaan mereka terhadap kedekatan Adam dan Andrian.
(Jangan jangan memang benar Tuan Andrian itu adalah Chiko? nggak mungkin, Wajah mereka saja jauh berbeda. Tapi bagaimana kalau....) Pandangan Alea tenggelam dalam lamunan.
"Bunda....." Miska menghuyung badan Alea dengan kuat karena sudah beberapa kali berkata tapi Bundanya hanya diam sambil terus memegang repot.
"Eh iya sayang ada apa, nak" Segera Alea mengalihkan pandang ke arah Miska "Lebih baik matikan dulu tvnya. Miska makan dulu biar Bunda suapin, oke?" Senyum Alea mengembang menutupi kecurigaan yang sempat tersemat dalam hatinya.
"Nggak mau, Miska mau lihat Om Ganteng. Miska kangen sama Om ganteng, Bun" rengek Miska.
Sesekali Alea memejamkan mata, mengatur deru nafas yang seolah mengusai diri (Nggak mungkin, pasti hanya pikiranku saja. Dia bukan Ayahnya Miska) Berilang kali menepis kecurigaan. Alea berusaha kembali membuat putrinya mengerti tentang bagaimana situasi di dunia luar dengan caranya sebagai seorang ibu. Dia menjelaskan bahwa Om Gantengnya itu masih dalam masalah bisnis dan Miska belum boleh melihat berita seperti itu. Akhirnya Miska mau mengerti dengan syarat dia mau bertemu Andrian secepatnya.
__ADS_1
"Nanti kalau Om Andrian sudah selesai kerja, bunda pasti suruh om Andrian datang ke sini. Tapi, Miska harus makan dulu" Ucapnya sambil meraih piring di atas meja. Perlahan ia menyuapi Miska.
"Gimana Enak?"
Miska mengunyuh makanan di dalam mulutnya penuh kenikmatan kemudian mengacungkan jempol "Enak Bun, masakan Bunda paling nikmat sedunia"
"Iya dong Bundanya siapa dulu"
Selesai makan Miska berjalan jalan ke teman samping rumahnya di temani sang bunda. Miska duduk di ayunan sedangkan Alea mendorong dari belakang perlahan. Semerbak harum bunga bunga mekar menemani sore hari mereka.
Bip, bip, bip
"Mobil siapa itu" Lirih Alea kala sebuah mobil mewah memasuki rumahnya. Mobil warna merah itu berhrnti di halaman rumahnya.
"Om Ganteng...." Melihat sosok laki laki keluar dari mobil tersebut membuat Miska berlari ke arah laki laki itu.
"Miska jangan lari lari, nak." Ucap Alea memperingati putri kecilnya itu. Baru saja dia pulih dari operasinya, dan badan masih sangat rentan.
"Hay, sayang" Di raihnya putri kecil yang berlarian ke arahnya lalu menggendongnya.
__ADS_1
"Miska kangen Om Ganteng" Miska memeluk erat tubuh Chiko dengan sesekali melihat senyum di bibir Chiko.
"Om juga sangat kangen sama Miska. Baru beberapa minggu rasanya udah kaya setahun aja" Di cubitnya hidung mancung Miska.
"Oh iya, Om Ganteng kok nggak jenguk Miska pas di rumah sakit? Miska kan pengen di temenin Om ganteng"
Ucapan Miska membuat Chiko melempar pendang ke arah Adam yang sudah berdiri di sampingnya dengan membawa bingkisan.
"Itu sayang Om harus kerja dulu buat beliin Miska mainan. Tuh Om bawa mainan baju, dan banyak lagi. Yuk lihat yuk" Demi mengalihkan pembicaraan Miska, Chiko pun mengalihkan pandang pada banyaknya bingkisan di tangan Adam.
"Asik....makasih ya Om Ganteng" Putri kecil itu lantas mencium pipi Chiko.
"Miska turun, nak. Kasian Om Andrian" Alea menghampiri mereka lalu hendak mengambil alih Miska dari gendongan Chiko, tapi Miska malah semakin mengeratkan kedua tangannya di leher Chiko.
"Sudahlah, tidak masalah. Biarkan saja gadis kecil saya ini bermanja pada saya"
"Ehem..." Adam berdehem takut Chiko kelpasan bicara "Maaf ini barang barang mau di taruh mana, ya"
"Taruh di dalam saja" Mereka semua pun masuk ke dalam rumah. Alea mempersilahkan mereka duduk kemudain bergegas menuju dapur hendak membuatkan minuman untuk para tamu.
__ADS_1
"Kenapa dia bilang Miska (gadis kecil saya)Jangan jangan dia benar...."Sesekali terdiam lalu kembali menggeleng kepala "Nggak mungkin, nggak mungkin" Kembali menampik kecurigaan demi membuatnya tenang.