
Tak berapa lama Datanglah Adam.
"Ada apa ini?" Belum sempat keluar dari mobil, mereka langsung menyerbu mobil Adam. Mereka semua adalah wartawan. Mungkin mereka mencari Adam karena mereka tau bahwa dia pasti adalah orang kepercayaan kelyarga Arya Kusuma.
"Tuan Adam bisa kami bicara sebentar....." Ucap beberapa wartawan di sekeliling mobilnya.
"Hufffff.....kenapa saya jadi korban media" Adam pun keluar dari mobil.
"Saya akan menjawab pertanyaan kalian semua, sekarang silahkan tanyakan apa yang ingin kalian tanyakan" Ucap Adam sembari membenahi jas warna hitam berpadu dengan kemeja biru muda.
"Apakah benar lahan seluas setengah hektar milik Keluarga Arya Kusuma telah di ambil paksa oleh seorang pengusaha kaya? apakah makam di sana nantinya akan di pindahkan atau bagaimana?" Ucqp salah satu wartawan.
__ADS_1
"Siapa yang bilang tanah itu milik mereka? tanah itu masih milik keluarga Arya Kusuma. Selebihnya biar hukum yang bicara" Ucapnya seraya berjalan ke arah pintu rumah.
Banyak wartawan terus menanyai hal lain terkait pengusuran itu, sebab menurut rumor yang beredar dulunya tanah itu bukan milik kelaurga Arya Kusuma. Meraka hanya menumpang di lahan kerabatnya. Itu isu yang beredar di media. Entah itu benar atau tidak tapi media mengendus kasusnya real tanpa di buat buat.
"Mas......" Nike menghampiro suaminya yang baru saja datang. Dengan menutup pinti kamar dan bersandar sejenak di pahu pintu "Kalian baik baik saja, kan?"
"Kami baik baik saja, mas. Tapi sebenarnya apa yang telah terjadi? kenapa media datang ke rumah kita. Apa mas ada salah sampai mereka memburu mas sampai di sini" Terlihat wajah cemas Nike. Sambil menggendong putra kecilnya dan saru tangan menggandeng anak satunya lagi, ia menghampiri suaminya.
Dengan nafas memburu Adam memejamkan mata sejanak "Bukan, tapi ada sedikit masalah saja. Kamu tenang ya" Di usaplah kepala Nike.
Tak berapa lama media pun bubar. Adam sangat berterima kasih pada anggota keamaan, kemudian ia duduk di teras rumah.
__ADS_1
"Mas ini saya bikinkan kopi" Secangkir kopi di letakkan di atas meja.
"Makasih sayang...." Ucapnya dengan fokus menghubungi Chiko. Setelah panggilan terhubung segara ia beranjak menuju samping rumah. Dia tidak mau jika pembicaraan mereka sampai terdengar di telinga orang lain atau pun istrinya. Meski bagaimana pun Adam selalu menjaga rahasia tentang Chiko dari siapa pun.
"Mas Adam bicara sama siapa sih....kelihatannya penting banget. Bicaranya saja bisik bisik begitu" Lirih Nike.
"Mama, mama, adik bangun" keluarga Aga mambawa mainan mobil di tangan kiri.
"Iya, sayang" Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah.
"Kalau begitu saya akan mengurusnya" Ucap Adam memutus sambungan telepon.
__ADS_1
Chiko merasa sangat pusing dengan semua masalah itu, ia tidak tau menahu tentang tanah makan milik keluarganya, seingat dia tahan itu dulunya milik nenek buyut. Tapi, kalau di tanya masalah surat hak milik, dia sendiri juga tidak tau. "Kenapa semuanya jadi seperti ini, satu masalah belum kelar di tambah masalah lainnya" Kesal Chiko sambil memukul tepi balkon tempat dia berdiri saat ini.
Berita itu tentu langsung menyeruak hingga seliruh kota. Keluarga Arya Kusuma di kenal seorang pengusaha ternama sejak kakek buyut mereka terdahulu. Banyak orang tidak percaya dengan kasusnya saat ini.