Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Luapan Emosi


__ADS_3

Sejauh mata memandang hamparan biru lautan, hanya wajahnya selalu terngiang. Saat ini Chiko tengah berdiri di atas hamparan pasir laut. Bertemankan gemuruh ombak. Anging menyeka wajah perlahan seolah tertawa atas kepiluan.


"Kurang apa diriku ini? harta, ketenaran, rupawan, tapi kenapa nasibku tak semujur jalan hidupku?" Gejolak api amarah masih bergejolak dalam dirinya.


Menunduk mencari sesuatu "Aaaaaaaaaaaaaa....." Teriak Chiko seraya melempar sebuah batu kecil sampai terlempar beberapa meter dari tempat dia berdiri saat ini.


"Kalian semua penjahat......"


Dari kejauhan Adam melihat Chiko seraya duduk di bawah pohon, tengah menikmati es kelapa muda yang ia pesan. "Hati Chiko sedang tidak baik baik saja." Sebagai sahabat juga rekan bisnis, tentu Adam tau karakter Chiko seperti apa. Kalau Chiko sudah terbakar api cemburu, dia akan meluapkan amarah di tempat ini.


Tatapan mata tidak menentu melihat lautan seolah tak nampak berujung "Kenapa semua jadi runyam seperti ini" mengacak rambut.

__ADS_1


"Eh....bukankah dia itu yang lagi viral di media sosial?" Salah seorang mengenali wajah Chiko. Mereka langsung menggosib sesuka hati meraka.


"Iya, dengar dari berita sih dia jomblo. Tapi kok katanya lagi berjuang memperebutkan hak asuh anak, ya. Apa mungkin dia itu sudah menikah terus punya anak gitu?" Sangat mudah bagi orang lain mengetahui semua kabar aktual tentang orang kaya seperti dia. Setelah berhasil merebut kembali tanah milik keluarga besar, namanya semakin di kenal masyarakat luas. Di tambah sekarang terdengar kabar bahwa dia tengah memperjuang seorang gadis kecil di pengadilan, memperebutkan hak asuh seorang anak.


Salah seorang langsung menyenggol lengan teman yang lain "Masa sih dia udah nikah? Kalau benar dia udah nikah, kok aku nggak pernah lihat beritanya. Masa iya lahir di keluarga terpandang nikah saja sampai tidak di liput media. Nggak mungkin, kan?"


"Jangan jangan anak itu anak haram. Anak di luar nikah. Hasil hubungan gelap"


"Bicara apa kalian?" Ucapan mereka terdengar sampai ke telinga Chiko. Sontak saja dia langsung marah. "Kalau bukan seorang wanita sudah habis kalian di tangan saya. Kalian tau apa tentang kehidupan saya? jadi, jangan pernah usik kehidupan orang lain. Mengerti?!" Kesal Chiko seraya menunjuk salah satu wajah mereka. Kedua bola mata seolah hendak melincar dari tempatnya. Hati Chiko masih di kuasai amarah, malah di guyur bahan bakar. Tentu langsung meledak seketika.


"Maaf, Tuan. Kami minta maaf" ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


(Takut juga kalau pas lagi galak kaya gini, bikin merending. Muka cakep, duit banyak, tapi sayang sangat pemarah) Yang tadinya kagum sekarang berubah menjadi risih.


"Kalian boleh menghina saya sepuas kalian, tapi kalau sudah menyangkut anak, saya tidak akan tinggal diam." Ucap Chiko dengan nada Tinggi.


"Kami menyesel, Tuan. Mohon ampuni kami...."Sontak mereka ketakutan dan langsung pergi.


Menepuk dahi "Apa lagi yang dia perbuat...." Segera Adam berlari menghampiri Chiko.


"Kenapa? ada masalah apa? sepertinya tadi kamu marah sama mereka" Menepuk pundak Chiko.


Dari tatapan mata terlihat kalau dia sangat murka "Nggak usah bahas mereka, nggak penting. Sekarang ini aku butuh ketenangan."

__ADS_1


"Lebih baik kita pulang saja dulu. Sudah jam segini, pasti anak anak ku mencari ku dari tadi" Sembari mengeluarkan ponsel. Seari tadi sang istri terus menerus menelepon. Sengaja Adam tidak menjawab karena ia masih ingin menemani Chiko.


__ADS_2