Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Kecurigaan


__ADS_3

Banyak media menayangkan semua berita tentang tanah milik keluarga Arya Kusuma, hingga Alea dan Antony pun sudah mengetahuinya. Saat ini mereka duduk di sofa ruang tamu, Alea menemani suaminya bersantai. Kebetulan hari ini dia libur jadi eqktu libur mereka di gunakan dengan baik.


"Aneh juga sih tanah makan leluhur keluarga Arya sejak jaman dahulu kala tidak ada yang mengusik, kenapa sekarang ada orang datang mengaku tanah itu hak milik mereka? aneh sekali" Ucap Antony sambil menyeruput secangkir teh buatan sang istri.


Alea hanya diam seribu bahasa, karena tidak mau membahas hal bersangkutan dengan laki laki yang dulu pernah menyakitinya. Mendengar namanya saja sudah enggan apa lagi membahasnya "Mas saya mau lihat Miska dulu...." Ucapnya


Antony meletakkan cangkir kopi lalu meraih tangan istrinya "Sekalian buatin pisang goreng dong, Bun. Lagi pingin nyemil"


Alea menatap wajah suaminya "Tumben mas mau pisang goreng"


Antony berdiri sembari melingkarkan tangan di pinggang ramping Alea "Sekali kali tidak apa apa, kan?"


Melihat suaminya tersenyum membuat Alea ikut tersenyum "Iya, saya buatin. Tapi mas tolong dong liat Miska sudah bangun belum" Titah Alea.

__ADS_1


Antony pun menjentikkan jari jempolnya "Oke Bunda Sayang" Sebelum dia pergi lebih dulu mengucup pipi Alea lalu berlarian menaiki anak tangga.


"Mas Anton bisa aja...."


Ketika Alea berbalik hendak menuju dapur, dia terkejut kala mendengar nama Chiko di sebuah pada salah satu stasiun televisi.


"Dia..." Alea melihat layar televisi. Jantungnya berdetak kencang kala potret Chiko terpampang di media.


Di dalam berita tersebut pula menampakkan wajah Adam yang tengah di wawancari beberapa wartawan.


"Adam memagang penuh kendali atas keluarga Chiko, itu artinya dia juga tau keberadaannya...." Alea tersadar sesuatu kala Adam menghilang di rumah sakit seusai operasi Miska usai. Alea tidak lagi menemukan sosoknya di rumah sakit itu, bahkan dia tidak menjenguk Miska. "Jangan jangan pendonor itu adalah....." Segera Alea menggeleng kepala mencoba menampik perasaan curiganya. Tak ingin menambah beban pikiran, ia pun segera menuju dapur membuatkan camilan permintaan sang suami.


Di dalam kamar, Antony menatap wajah putrinya "Sayang, sekarang kamu tidak akan sakit sakit lagi. Ayah sangat bersyukur sekali bisa memiliki anak secantik kamu, nak" Perlahan Antony membenahi selimut di atas badan putri kecilnya. Setelah beberapa saat terdiam melihat wajah putrinya tersebut, Lantas Antony melihat sebuah bingkai foto di atas meja rias. Di sana terlihat senyum manis Miska tengah di gendong olehnya dan sang istri memegang balon. Antony meraih foto "Semoga selamanya kita akan selalu bahagia"

__ADS_1


"Mas....." Ucap Alea sambil membuka pintu kamar Miska.


Antony pun menoleh "Ssssttttttttt......" mengacungkan jari telunjuk di bibirnya sendiri, memberi kode diam untuk sang istri.


Melihat itu Alea pun terdiam. Perlahan ia berjalan menuju ke arah Antony.


"Masih belum bangun?" Lirihnya.


Antony menggeleng kemudian beealih pandang ke wajah Miska "Biarkan dia istirahat dulu, setelah transplantasi itu Miska harus banyak istirahat untuk memulihkan kondisinya"


"Mas....." Menyentuh pundak suaminya "Saya penasaran sebenarnya siapa pendonor itu, kenapa dia tidak minta imbalan apa pun pada kita"


Ucapan Alea membuat Antony terdiam sesaat. Tidak pernah terpikir olehnya tentang hal itu sebelumnya. Kini keduanya saling menatap dengan diam seribu bahasa.

__ADS_1


__ADS_2