
"Selamat datang Mr Park" Sambut beberapa orang di depan pintu kantor, semua orang berbaris rapi di depan pintu, mereka menundukkan kepala sebagai salam hormat. Chiko pun berjalan masuk dengan di dampingi asisten pribadinya. Dia tidak perduli semewah apa sambutan mereka karena dia tidak suka basa basi.
"Silahkan ikuti saya Mr Park, kita akan menuju ruang rapat" Salah seorang mendatanginya lalu berjalan menuju ruang rapat.
"Silahkan masuk Mr Park" Si laki laki tadi membukakan pintu untuknya.
Dengan langkah tegap Chiko pun masuk ke dalam ruangan, di sana sudah ada banyak orang yang menunggu kedatangannya. Semua yang ada di sana berdiri sembari memberikan salam dengan sedikit membungkukkan kepala dan satu tangan di letakkan di atas perut.
"Selamat datang Mr Park, selamat bergabung dengan perusahaan kami" Sang pemilik perusahaan, Devanka Adinata. Seorang pimpinan tertinggi di perusahaan terbesar di negara A. Beliau menjabat tangan Chiko sebagai tanda kerja sama mereka.
Di lepaslah kaca mata Chiko sembari menjabat tangan Devan.
Beberapa wanita yang ikut rapat tercengang melihat ketampanan wajahnya sampai mereka tidak mengedipkan mata dalam waktu yang lama.
"Silahkan duduk...."
__ADS_1
Chiko pun duduk di samping Devan. Sebelumnya mereka sudah menjadi rekan kerja di Belanda, tapi setelah bertahun lamanya mereka tidak saling bertemu. Devan menjalin kerja sama dengan perusahaan terkuat di Belanda untuk memperkokoh perusahaannya.
Meeting pun di mulai. Semua orang tercengang melihat kelihaian seorang Mr Park dalam dunia bisnis, caranya menjelaskan sangat jelas dan tepat. Semua orang memberi tepuk tangan atas presentasinya.
"Tuan, setelah ini ada rapat lagi di Cafe Kemuning" Bisik Asistennya saat rapat telah usai. Chiko sedikit melonggarkan dasinya sebelum ia keluar dari ruang rapat. Jadwal merting hari ini sangat padat sampai tidak ada waktu untuk bersantai sejenak.
"Jam berapa kita ke sana" Chiko kembali memakai kaca mata kemudian meninggalkan ruang rapat.
"Satu jam dari sekarang" Asisten pribadinya mengecek sebuah laporan di ponselnya untuk pertemuan bisnis berikutnya.
"Ada Tuan, jam 8 malam nanti ada temu janji dengan seseorang" Seseorang yang di maksud dalam agenda tersebut adalah Adam. Setelah sekian lama ia ingin bertemu dengan sahabat dan orang kepercayaannya.
"Oke" Sang asisten membukakan pintu mobil lalu Chiko masuk.
Dari kejauhan banyak tenaga kerja kagum dengan ketampanan yang di miliki Chiko, mereka baru pertama kali bertemu dengannya tapi ketampanan Chiko mampu membuat mereka terpesona. Dingin sifatnta serta tegas tindakannya membuat mereka tergila gila.
__ADS_1
"Dengar dengar Mr Park belum menikah loh" Ucap salah satu di antara mereka.
"Terus lo kira bisa gitu deketin Mr Park yang kaya raya bak raja itu, idih mustahil" Ceteluk seseorang lainnya.
"Siapa tau aja Mr Park khilaf terus jatuh cinta sama gue, kan lumayan udah ganteng, kaya pula"
"Jangan mimpi kalian" Dari belakang datanglah Devan. Dia mendengar karyawanny memuji ketampanan Chiko.
"Pak Devan, kita cuma bercanda" Jelas mereka.
Devan tersenyum melihat karyawannya menunduk ketakutan "Santai saja kalian, saya tidak akan menyampaikan ini pada Mr Park. Dari pada kalian sibuk berangan angan lebih baik kalian kerja lagi, oke"
"Baik, Pak" Mereka semua bubur kembali ke meja masing masing.
"Dasar mereka ini tau nama aslinya saja tidak tapi sudah banyak menghayal" Devan menggeleng kepala sembari merapihkan jasnya kembali.
__ADS_1
Di sisi lain Chiko kembali mengingat manisnya gadis kecil itu, senyumnya pun melebar.