Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Keluarga bahagia


__ADS_3

"Sayang, kamu bobok gih sudah malam,besok pagi pagi sekali Ayah harus berangkat kerja, Adek harus bangun pagi temani Ayah sarapan, Oke" Antony membuka telapak tangan, gadis kecil itu lalu tersenyum menampakkan gigi kecilnya sambil menepuk telapak tangan Antony dengan keras.


"Oke, Ayah. Tapi, pulang kerja harus bawa aku makan es krim" Dengan semangat si gadis kecil itu meminta satu imbalas dari sang Ayah.


Antony melihat Alea tengah menggeleng memberi kode padanya, meski begitu Antony tidak kuasa menolak permintaan sederhana putrinya. Sudah sejak tiga bulan lalu, Alea melarang putri kecilnya makan Ice cream. Untuk anak usia 4 tahun Ice cream adalah makanan favorit di semua anak anak, tapi Alea melarang keras putrinya makan karena baru beberapa bulan sang anak keluar dari ruma. Dari sejak lahir Putri kecilnya kerap sakit sakitan karena beberap faktor, putrinya lahir prematur dan penyakit bawaan lahir, leukimia. Alea terpaksa melahirkan dini karena di sebabkan saat usia kandungan 7 bulan Alea tergelincir saat mengepel lantai, karena ia mengalami pendarahan hebat akhirnya Alea harus melahirkan secara prematur.


"Miska....bunda sudah bilang nggak boleh makan es krim" Alea mencoba memperingatkan putri kecilnya, karena ia tidak mau anaknya jatuh sakit, karena di musim panca roba seperti ini harus bisa menjaga diri dengan baik kalau tidak pasti akan terserang flu. Tapi, namanya anak kecil semakin di larang maka semakin besar keinginan.


"Sudahlah bun biarkan saja toh tidak setiap hari. Biarkan Miska kecil Ayah ini tersenyum bahagia" Dengan gemas Antony mencubit hidung mungil Miska, sembari mebempelkan keningnya di kening kecil Miska.


"Ayah memang the beast" Miska melihat wajah mancun Bundanya dengan sedikit nada menggoda. Mereka ayah dan anak paling suka membuat Alea kesal, kalau sudah kesal pasti Alea diam. Itu yang membuat mereka tertawa girang, mancun wajahnya mengundang tawa bagi keduanya.


"Tapi Ayah juga tau kan bagaimana kondisi Miska saat ini, dia itu penderita...." Belum sempat Alea berucap, Antony lebih dulu melayangan kedipan mata. Itu pertanda kalau Antony tidak mau membahas penyakit di depan gadis kecilnya.


"Miska menggoda bunda lagi ya" Bisik Antony sambil melihat sang istri yang duduk manyum melipat kedua tangannya. Ia tau bagaimana khawatirnya seorang ibu kalau sudah menyangkut anaknya.


"Iya, Yah, Bunda lucu kalau marah" Miska terkikik geli melihat Ibundanya diam seribu bahasa.


Antony menutup mulut kecil Miska "Bunda lagi marah besar, Adek kiss bunda gih biar manyunnya ilang, jelek kalau manyum begitu pqtung saja tersenyum masa bunda manyun sih"


Si gadis kecil itu pun lantas turun dari sofa lalu mendekati Alea "Mami, Mami, Miska minta maaf" Dengan wajah memalas Miska menatap wajah sang ibunda.


"Oke, Bunda nggak marah tapi kasih kiss dulu dong" Alea menunduk menyodorkan pipi kanannya, mengharap sebuah ciuman tapi yang ia dapat melainkan cubitan lembut.


Antony terkejut melihat putrinya terus menggoda Alea sampai keduanya main kejar kucing dan tikus, hampir seluruh ruang tamu mereka putari sampai akhirnya Miska lelah dan di pelukan Ayahnya.


"Adek sini nak kita kabur...." Antony membawa kabur Miska dengan menaiki anak tangga, menuju kamar mereka. Tak luput Alea mengejar mereka sampai ke dalam kamar.


"Ayah sama anak sama jahilnya. Awas ya kalau sampai ketangkap bunda, nanti Bunda cubit hidungnya"

__ADS_1


"Ahahahaha....bunda jangan, geli bunda, ampun" Miska terbahak kala tangan Alea menggelik kaki Miska.


"Sayang sini sembunyi" Antony menarik Miska masuk ke dalam selimut, Alea pun segera naik ke atas ranjang, ia mencari celah selimut lalu ketiga orang itu bermain di balik selimut. Setelah bercanda ria beberapa saat, mereka pun terbaring bersama di atas ranjang, kepala Miska bertumpu pada lengan sang Ayah, sedangkan Alea tidur menyamping setengah lingkaran, melihat wajah putri dan suaminya.


"Miska sayang Ayah dan Bunda, sayang, sayang, sayang" Ucap Miska polos.


Alea dan Antony saling berhadapan sembari melihat putri mereka menggenggam kedua tangan mereka.


Alea tersenyum "Sayang Miska sebesar apa?"


"Sebesar ini....." Miska melingkarkan kedua tangannya ke atas, lingkaran kecil tangan Miska lalu di masuki kepala Antony.


"Emuachhhh...." Di ciumlah Kening sang Ayah lalu mereka tersenyum.


"Katanua sayang sama bunda kok cuma Ayqh yang di kiss" Protes Alea.


"Nggak mau Bunda belum keramas" Lagi lagi Miska menggodanya.


Seketika Alea terdiam sembari memegang pipinya.


"Kalau gitu Miska juga mau kiss juga. Emuachhhh...." Di ciumlah pipi sebelahnya.


"Makasih sayangnyq Bunda" Alea pun memeluk Miska penuh cinta, tak luput Antony pun meneluk keduanya.


Dalam pelukan kedua orang tuanya Miska tertidur pulas.


"Astaga, dia tertidur" Segera Alea merebahkan tubuh sang anak.


"Dia terlihat bahagia sekali..." Lirih Antony.

__ADS_1


"Kena tipu.....weeeeeee" Tiba tiba saja Miska kembali terbangun.


"Miska...." Alea geleng kepala melihat putrinya bisa melakukan hal jail seperti itu.


"Hahahaha.....Ayah sama Bunda kena tipu"


"Sudah, sudah, jangan bercanda terus sudah malam." Antony membuka selimut yang menutupi tubuh Miska lalu membuatnya duduk di pangkuan Alea.


"Bunda, Ayah besok harus berangkat pagi karena ada temu janji sama pasien. Bunda ajak Miska ganti baju dulu, Ayah mau siapkan obat Miska"


Alea menatap wajah putri dengan wajah iba, di usia sekecil ini Miska harus merasakan pahitnya obat obatan, jika sehari tidak minum obat maka kesehatannya pasti menurun.


"Hey....jangan sedih seperti itu, kita harus yakin Miska kecil kita ini akan baik baik saja. Kita akan menua bersamanya sampai dia memiliki banyak anak" Antony pun memeluk Alea yang sudah tidak kuasa menahan air mata.


Miska melihat kedua orang tuanya saling berpelukan membuatnya sedih, pasalnya ia tau keduanya sedih karena penyakit yang ia derita.


"Ayah, Bunda..." Miska ikut sedih, ia memeluk kedua orang taunya.


"Kita harus kuat lihat Miska sekarang kasian dia kalau kamu sampai menangis di depannya" Bisik Antony.


Alea pun berusaha keras menahan air matanya "Hey, putri kecil Bunda kok sedih..."Alea mengusap butiran air mata di pipi putrinya.


"Miska sedih kalau lihat Bunda sedih" Miska menundukkan kepala.


"Sudah cepat ganti baju jangan sedih sedih lagi. Besok Ayah belikan mainan yang buanyak buat kesayangan Ayah ini" Menyentuh Dagu Miska lalu beranjak pergi mengambil kotak obat yang tertinggal di mobil.


😊😊😊😊😊😊😇


Kakak semua minta likenya ya...

__ADS_1


jempol kalian semangat author


__ADS_2