Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Ungkap


__ADS_3

Chiko meminta Adam ke Villanya. Ada banyak hal yang ingin di katakan sampai Adam harus kerepotan mengurus malasah perusahaan dan urusan pribai Chiko. Mau tidak mau Adam harus saggup karena dia tidak hanya di bayar dalam pekerjaan melainkan juga sahabat dankeluarga Chiko satu satunya.


Adam sendiri banyak menerima bantuan darinya, tidak hanya berupa materi tapi juga pengalaman, dan banyak hal lain. Dalam kehidupan ini Uang selalu berkuasa dari segalanya. Sejak pertemuan pertama mereka Adam telah berjanji untuk selalu ada dalam setiap langkah Chiko.


Berpuluh tahun yang lalu Keluarga Chiko tengah berbahagia karena putra kesayangan mereka baru saja menyelesaikan study di luar negri. Setibanya di bandara Chiko tidak sengaja melihat sosok Adam tengah menangis di kursi panjang, melihatnya tersedu sedu mengggerakkan hati Chiko lalu menghampirinya. Adam menceritakan bahwa kedua orang tuanya mengalami kecelakaan pesawat dari tanah lahirnya menuju ke kota tempat Adam mengais rejeki. Dari situlah awal mereka bertemu, hingga saatnya mereka kembali di pertemukan di perusahaan Keluarga Chiko. Lambat laun mereka semakin akrap dan menjadikan dia teman juga asisten pribadinya.

__ADS_1


"Di lihat dari tanggal kelahiran anak ini dan tanggal pernikahan mereka, jelas banget kalau anak ini lahir sebelum mereka menikah. Lalu anak itu anak siapa sebanarnya..."


Chiko menyandarkan bada pada bahu sofa dengan kaki di lipat, tangan kanan memegang sebatang rokok yang telah ia nyalakan. Perlahan ia menghisap rokok lalu perlahan melepaskan asap ke langit langit rumah. Pikirannya sangat kacau antara tidak tega memihat Misak atau takut kecewa jika dia bukanlah putri kandungnya.


Mereka duduk di ruang tamu. Adam tengah mengotak atik ponselnya karena ada beberapa maslaah di kantor, Meski begitu Chiko masih saja egois, ia mau Adam di sampingnya dalam duka maupun senang.

__ADS_1


"Kalau di lihat dari mata hidung senyum dan bentuk bibir sih mirip seperti kamu, tapi kalau di bandingkan dengan kamu yabg sekarang jelas jauh berbeda. Memang tatapan mata senyum dan bentuk bibir masih sama, tapi wajah kamu 90 persen telah berubah jauh" Jelas Adam dengan menyeringai, tanda menggoda sahabatanya. Sengaja Adam melakukan itu suapaya memacah ketegangan di antara keduanya.


Chiko melempar ujung batang rokok ke arah Adam "Jangan bahas masalah wajah muak saya lihat wajah palsu ini" Segera ia bangkit menuju sebuah pojok ruangan di mana terletak sebuah meja kecil dengan foto keluarga Andrian Wibisana.


Adam melempar kembali batang rokok ke arah Chiko "Gila Lo, bisa di hajar sama bini kalau baju bau rokok kaya begini. Kasian anak anak gua"

__ADS_1


Chiko tak lagi menghiraukan kicauan Adam, saat ini banyak hal yang ia sesalkan tapi tak bisa ia kembalikan semula.


__ADS_2