
Alea merasa sangat syok mendapi kenyataan seperti itu sampai ia terus memeluk tubuh gadis kecilnya. Saat ini hal yang paling di takuti Alea benar benar sudah terjadi, kehadiran Chiko membuat hidupnya ternacam bahaya. Pasalnya jika suatu hari nanti Chiko mengambil hak asuk Miska, maka Alea tidak akan sanggup hidup tanpa putri kecilnya.
"Bunda kenapa?" dengan wajah polosnya ia mengusap air mata sang ibunda. Alea tak bisa menjawab seolah mulut terkunci rapat. Hanya derai air mata terus meluap tanpa henti.
"Sayang...." Antony menyentih pundak istrinya sambil menggeleng kepala, meminta sang istri menghentikan air matanya.
"Miska sayang, Ayah sama Bunda mau bicara sebentar, Miska masuk kamar dulu ya nak" Pinta Antony. Miska pun mengangguk lalu berlari ke kamarnya.
__ADS_1
Di raihlah tangan Alea sambil mengusap air di sudut matanya "Apa pun yang sudah terjadi saya tidak akan membiarkan putri kecil kita di ambil olehnya. Saya berjanji akan selalu menjaga kalian sekuat tenaga sampai nafas terakhir"
Alea menatap mata suaminya "Tapi aku takut mas, dia akan berbuat nekat dan kita akan...." tangisnya kembali pecah ketika membayngkan hal terburuk dalam hidupnya itu.
Meski Antony juga merasa resah tapi dia akan berjuang mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. Sesungguhnya Antony jauh lebih takut jika nantinya Chiko mengambil Miska dan Alea. Dengan hati gusar Antony memeluk istrinya untuk beberapa saat.
"Sekarang ini saatnya saya mengambil hak saya kembali..." Ucap Chiko.
__ADS_1
"Kenapa saya tidak boleh mengambil apa yang seharusnya jadi milik saya? dia itu cuma orang asing yang mengaku sebagai ayahnya, tapi kamu tau sendiri kalau kebenarannya Miska itu putri kandung saja" Ucap Chiko dengan nada sedikit di tekan.
"Iya kamu memang ayah kandungnya saya tau itu. Tapi yang saya takutkan jika kamu mengambil paksa Miska dari ayah dan bundanya, dia malah akan membenci kamu"
Ucapan Adam membuat Chiko emosi "jadi kamu lebih memihak pada mereka? keluar kamu dari mobil saya" Chiko pun keluar dari mobilnya lalu menarik Adam kelaur dari dalam Mobil.
"Chiko, dengarkan dulu penjelasan saya...." Adam mencoba memberikan penjelasan, namun Chiko sudah larut dalam emosi. Dia pun meninggalkan Adam sendirian di tepi jalan.
__ADS_1
"Astaga....bagaimana dia akan menjadi seorang ayah kalau dia tidak bisa mengontrol egonya sendiri" Adam tidak menyangka kalau sahabatnya akan berreaksi seperti itu. Sejatinya seorang ayah akan mengerti apa yang di inginkan anak anak mereka ketimbang mementingkan ego pribadi, seorang ayah juga di tuntut menjadi figur panutan yang baik supaya kedepannya akan membentuk pribadi si anak dengan baik.
Apakah kualitas Chiko saat ini bisa menjadi figur ayah yang seperti itu? tentu saja Chiko belum mempunyai kualitas seorang ayah yang baik, pasalnya dia tidak bisa mengontrol emosi dan berpikir bijaksana. Seorang ayah tentu tidak akan memaksa anaknya untuk sesuatu yang ia inginkan, justru akan memberikan apa pun yang terbaik untuk si buah hati.