Hilangnya Kesucian Alea

Hilangnya Kesucian Alea
Ungkap


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian keluarga Antony dan Chiko semakin dekat, di tambah lagi Miska sering main ke rumahnya dan mereka nampak sering main bersama. Meski pekerjaan semakin banyak tapi itu bukan halangan untuk tetap bersama Miska. Di sela sela waktu padatnya ia menyisihkan waktu untuk menelepon atau mengajaknya keluar sekedar makan siang atau membeli makanan kesukaan Miska.


Hingga di suatu siang Chiko di kejutnya dengan kondisi Miska yang tiba tiba saja hidungnya mengelirkan darah. Tentu hal itu membuatnya panik dan langsung membawanya menuju rumah sakit, sesampainya di sana ia mendapatkan kabar buruk karena kondisi Miska semakin memburuk. Leukimia yang di derita gadis kecil itu semakin memperburuk kondisinya.


"Tuan Andrian bagaimana kondisi anak saya?" Tanya Antony yang baru saja datang beserta sang istri. Tadinya Miska baik baik saja saat keluar dengan Chiko. Mereka juga tidak menyalahkan Chiko dengan kondisi anaknya saat ini, sebab Dokter sudah memberi tau mereka jika lambat laun kondisi fisik Miska akan semakin melemah. Satu satunya jalan keluar adalah dengan tranplantasi sumsum tulang belakang. Tapi, Alea kesulitan mendapatkan cangkok untuk putrinya karena dia tidak mau memberi tau ayah kandung Miska tentang keberadaan putri kandungnya itu. Antony sudah mencoba segala hal demi membuat putrinya sembuh, dan lagi lagi semua itu tidak berhasil.


Chiko melihat derai air mata di wajah Alea "Dokter sedang menanganinya" Tutur Chiko sambil melihat pintu ruangan.


"Mas bagaimana ini, aku takut kehilangan Miska." Alea menghuyung tubuh suaminya dengan wajah sedih.


"Kamu tenang dulu sayang, Anak kita akan baik baik saja Miska anak yang kuat, kita bantu doa semoga Tuhan lekas angkat penyakitnya dan hidup layaknya anak yang lain"


Perkataan Antony membuat Chiko bertanya tanya gerangan apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Antony bicara seolah penyakit Miska sudah lama di derita.

__ADS_1


"Maaf, kalau boleh tau apa penyakit Miska selama ini?"


Alea dan Antony saling memandang sebalum pandangan mereka tertuju pada Chiko.


"Kenapa kalian diam? saya sangat menyayangi Miska, saya ingin tau kondisinya saat ini"


"Anak kami mengidap penyakit bawaan, Leukimia"


Betapa terkejutnya Chiko kala mendengar kenyaan itu hingga membuat kedua kakinya melemas dan akhirnya ia pun terduduk di kursu panjang "Mana mungkin akan sekecil itu harus menderita penyakit seperti itu, nggak mungkin, ini nggak mungkin" Seolah menolak kenyataan.


Alea menggeratkan ikatan di lengan suaminya kala ikut merasakan sakitnya Miska di dalam sana. Jika saja mereka bisa bertukar posisi, maka Alea ingin saat ini juga beralih posisi denga putrinya agar putrinya tidak merasakan sakit berkepanjangan seperti itu.


Ting...

__ADS_1


Terdengar ponsel Chiko berbunyi, dengan masih syok ia melihat ponselnya. Ternyata ada pesan dari Adam mengenai kelanjutan penyelidikan tentang Dokter Antony.


"Saya pamit keluar sebantar" Chiki pun kelaur dari rumah sakit tersebut menuju parkiran rumah sakit.


Betapa terkejutnya Chiko saat melihat pesan di ponselnya, di sana tertera tanggal pernikahan Alea dan Antony juga banyak bukti bukti lainnya.


"Kalau mereka menikah di tahun ini berarti itu sebelum Miska lahir, dan tanggal resign Dokter Antony itu setelah Alea hilang dari rumah sakit. Kalau di pikir lagi usia Miska 4 tahun lebih 5 bulan berarti....." Sesaat Chiko terdiam.


"Jadi Miska adalah anak kandung ku...." Chiko pun kegirangan. Segera ia menghubungi Adam dan menjelaskan kemungkinan besar Miska adalah darah dagingnya.


"Jangan langsung ambil kesimpulan terlebih dahulu, siapa tau mereka berhubungan sebelumnya. Dari pada kita mengira ira lebih baik kita malakukan tes DNA" ujar Adam dari sambungan telepon.


Chiko terdiam sembari mematikan panggilan telepon, pikirannya terus memikirkan beberapa kemungkinan.

__ADS_1


__ADS_2