
"Udah selesai makannya? Ngga mau nambah lagi?" Tanya Faris setelah melihat Jessica mencuci tangannya.
"Udah cukup !" Jawab Jessica, tangannya meraih esteh yang masih utuh milik Faris.
"Itu milikku. Ahhh Jessica !!" Jessica dengan santai menghabiskannya tanpa mempedulikan teriakan Faris.
Faris mengalah dan ahirnya memesan minuman lagi. "Mas ! Aku pesen air mineral satu aja."
Faris bingung sendiri melihat betapa santainya Jessica tanpa merasa tidak enak atau rasa bersalah karena menenggak minumnya sampai habis. Faris berfikir, apa dengan laki-laki memang terbiasa seperti itu? Bagaimana kalau minuman itu sudah Faris minum sebelumnya? Bagaimana jika orang lain penyakitan? Apa tidak takut tertular? Unfung Faris pria yang sehat. Benar-benar ini cewek !
Tak berapa lama airpun datang, lalu Faris meminumnya hingga tandas.
"Setelah ini aku segera kembali kedepan butik kamu ya Jess. Tolong antarkan aku kemobilku sekarang." Pinta Faris, Jessica menatap mata Faris dengan tatapan satu garis lurus membuat dada Faris berdetak lebih kencang.
Duuh jangan melihatku terlalu lama cah ayu. Rasa apa ini? Aku rasa aku punya penyakit jantung dadakan.
"Oke !"
Faris membayar makanan meninggalkan Jessica kekasir, lalu mereka berdua masuk kedalam mobil dengan Jessica yang duduk dikursi kemudi seperti tadi.
Baru beberapa menit perjalanan, Faris memperhatikan Jessica mengambil dompet dengan kesusahan. Terbesit dihatinya ingin membantu, tapi .... Ragu..
"Jess, kamu sedang mengemudi. Kamu mau ngambil apa, biar aku bantu." Ucap Faris menawarkan.
"Uang."
__ADS_1
"Apa kamu mau membeli sesuatu?"
"Iya aku ingin membelimu."
Faris tercengang mendengar jawabannya yang semakin ngelantur tidak jelas.
"Ini, ambillah. Ini sebagai ganti makan siang disana tadi. Jangan menolak !" Ucap Jessica menyodorkan beberapa lembaran uang berwarna merah.
"Maaf Jess, aku sudah berjanji akan mentraktirmu. Aku ikh--" Belum selesai bicara Jessica memotong ucapannya.
"Terima! Aku sudah bilang tidak ingin menerima penolakan lagi. Kamu selalu saja menolak." Dengan berat hati Faris menerima uang itu, lalu Jessica kembali berbicara.
"Tenang saja itu halal, aku tidak pernah mendapatkan uang dari cara yang haram. Sedikit-sedikit aku mengetahui hukum islam."
"Juga sebagai ganti waktumu yang terbuang karena kamu sudah menemaniku makan."
"Dan itu rezeki dari hasil kebaikanmu. Sudahlah, terima saja. Aku tidak akan menganggapmu pria matre karena kamu menerima uangku."
"Kamu pria yang baik yang sudah menjagaku dan mengantarkanku pulang malam itu, hanya berterimakasih saja aku rasa belum cukup." Terang Jessica, tapi sebenarnya bukan hanya itu saja melainkan ada perasaan nyaman didalam hati sana.
"Jika saja bukan dirimu, mungkin aku tidak akan selamat." Jessica menyadari, malam itu pakaiannya begitu seksi dan terkesan sangat vulgar. Dia tidak bisa membayangkan kalau tertidur ditempat orang yang salah.
"Baiklah akan aku gunakan uang ini Jessica, terimakasih.." Jawab Faris dengan sedikit mengulum senyum.
"Iya sama-sama."
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan butik yang sejak lama masih melakukan rehab. Kini sebentar lagi tinggal upaya finishing.
"Kamu mau langsung balik?" Tanya Jessica yang sudah turun dari mobil.
"Iya, lantas mau kemana lagi.."
"Aku pikir kamu masih mau menemaniku.."
"Aku memiliki seorang kekasih, nanti jika dia melihat bagaimana?" Terang Faris membuat wajah Jessica sedikit berubah? tapi sedetik kemudian Jessica terlihat biasa lagi. Dia tampak mampu menghadapi situasi keterkejutannya.
Sebetulnya ini yang Faris inginkan agar Jessica bisa menjaga jarak dan tidak mendekatinya lagi seperti tadi.
"Kekasih? Apa dia lebih cantik dariku?" Tanya Jessica tanpa basa basi.
"Aku tidak bisa membandingkan, hanya saja kekasihku menutup seluruh tubuhnya terkecuali wajahnya."
Jessica merasa tertampar mendengar kata-kata Faris. Namun seperti itulah kenyataannya.
"Oh... Begitu ya? Ya sudah balik sana !"
Faris geleng-geleng dengan wanita ini, memang perkataannya sedikit pedas, tapi Faris malah mendengarnya lucu dan terlihat manja dan menggemaskan.
"Aku pulang dulu yah, assalamualaikum."
"Waalaikum salam." Jessica langsung berlalu kedalam ruko itu dan masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
Faris langsung masuk kedalam mobil dan mengaktifkan aplikasi lalu mulai mengendarai jalanan mencari orderan.
To be continued.