I Love You Jessica

I Love You Jessica
Haneymoon


__ADS_3

Tok tok tok !


"Masuk,"


Jessica tersentak, kala ia sedang fokus-fokusnya mengontrol pengeluaran dan pemasukan dilayar komputer diruangannya, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Bu..." Panggil asisten berperawakan besar, maaf bukan bermaksud mengejek, dia memag gendut, tapi lumayan cakep kok. Perempua ini bernama Caca. Jessica langsung menatap Caca yang kini sudah duduk didepannya.


"Kamu dah masuk, dah selesai liburannya?" Tanya Jessica, tangannya meraih gambar rancangan yang dibuatnya yang masih terlihat berantakan.


"Udah, fres tau pikirannya." Jelas Caca, raut wajahnya sumringah membayangkan beberapa hari kemarin tidur di tempat yang dingin.


"Aku tadi abis beli kue putu nih... Mau ngga? Hari lagi dingin, ini deh anget-anget." Tawar Caca mulutnya sibuk mengunyah.


"Boleh, dikit aja deh." Eh, kok tumben mau biasanya engga.

__ADS_1


"Liburan kemana Ca?" Tanya Jessica, mata Jessica masih terus menatap layar tanpa menoleh.


"Liburan ke Bogor, ngadem disana. Kebetulan cuman nebeng temen-temen lagi pada honeymoon." Jawab Caca, mukanya miris.


"Mau-maunya nemenin mereka honeymoon. Lah kamu yang jomblo ama siapa Ca?" Tanya Jessica terkikik.


"Kan nggak nemenin dikamarnya sih Bu, aku sama temen yang lain. Kan ada juga yang dibayarin, yang penting aku bantuin mereka ngurus keperluan-keperluan pemotretan dan lain-lain..."


"Temennya cewe apa cowo?" Curiga Jessica.


"Cewe lahh, gila apah! Belum sah udah tidur bareng lawan jenis, ngga kebayang apa yang bisa dibanggain sama suami akooh nanti kalau sudah bergumul dengan seorang pria."


"Jadi kenapa baru pemotretan? Katanya dah lagi honeymoon? Temanmu siapa sih?"


"Ihh Bu !! Nanyanya satu-satu dong, jangan kaya tronton gitu atuh, susah jawabnya..." Jessica menghentikan kesibukannya. Dia fokus ke gambar rancangan gaun yang dibuatnya, niat mau memberikan pada Caca agar diperbaiki dan dihalusin lagi.

__ADS_1


"Jadi temen aku itu taaruf, makanya foto prewedingnya gak ada. Makanya baru pemotretan sekarang. Tetangga sebelahku. Sudahlah kalau ngga tau ngga usah nanya."


"Ohh iya kalau gitu aku emang ngga tau, yang penting sekarang kamu kerjain ini. Tolong selesain lagi, nanti minta tolong dijahitkan sama penjahit-penjahit andalan kita. Semua bahan yang diperlukan sudah disediakan dibelakang." Titah Jessica, pernak-pernik dan pouch make-upnya sudah dia masukkan kedalam tas.


"Lah Ibu mau kemana? Nanti kalau kami ada perlu gimana? Jangan pergi dulu lah Bu... Repot banget nih akunya." Rengek Caca pasa Jessica.


"Aku ngantuk Ca, mau bobo syantik dirumah, lagian kemarin aku handle sendiri semuanya. Jadi gantian kamu yang selesein sekarang. Oke?"


Yaah percuma dong libur, batin Caca mengadu.


"Kejamm!!" Marah Caca, menginjak-injak lantai. BUGH BUGH BUGH


"Hei, hei, hei !! Itu baru dibangun nanti gempa sama kamu loh ! Awas kalau lantainya retak nanti kamu bisa digadaikan disini, tidak boleh pulang dan jadi jomblo akut." Jelas Jessica menakut-nakuti lalu pergi meninggalkan Caca sendiri yang mulutnya masih ngunyah kue putu dari tadi. Niatnya mau dikasihin malah dihabiskan sendiri.


"Bu Jessicaaaa ! Tunggu dulu, ini penjelasannya belum jelas... Glek.." Sekuat tenaga Caca menelan makanan tapi keburu Jessica pergi. Padahal, penjelasannya tadi masih belum masuk kedalam otaknya.

__ADS_1


"Yahhh pergi, dah jauh lagi.." Pupus sudah harapannya, selama hampir dua minggu tidak bekerja membuat Caca sedikit lupa dengan kebiasaannya. Dasar bod*h, perut aja digedein. Otak masih aja kecil. Rutuk Caca kepada dirinya sendiri.


***


__ADS_2