I Love You Jessica

I Love You Jessica
Terus meminta dinikahi


__ADS_3

Setelah keduanya selesai berdebat tentang uang, ahirnya Faris memenangkan keras kepala Jessica. Lalu mengantarkan Jessica kerumahnya. Ternyata ngga terlalu jauh, hanya sekitar tiga puluh menitan dari kontrakan Faris.


Rumah Jessica tidak terlalu besar, namun tidak terlalu kecil. Tapi terlihat begitu mewah bila dipandang dari depan.


Faris begitu tertegun melihatnya. Benar apa dugaannya, Jessica memang anak orang kaya.


"Ayo masuk dulu…" Ajaknya dari samping pintu depan. Faris menolaknya dengan halus.


"Kapan-kapan saja nona, saya harus narik dulu. Ini udah lumayan siang. Kalau mampir-mampir nanti sampai sore ngga mencapai target."


"Jadi kapan dong bisa kesini lagi?" Ada rasa tidak enak Faris pada Jessica yang memaksa menawarinya masuk. Tapi dia harus tetap bekerja bukan?


"Kapan-kapan aja ya? Aku janji kok main kesini. Tapi kalau sekarang belum bisa…"


"Okelah. Aku tunggu ya!"


"Baik Nona !"


***

__ADS_1


Saat malam tiba, Aisyah meminta untuk bertemu. Meskipun Faris masih mengendara jauh, tapi Faris berusaha menyempatkan untuk menemui wanita yang akan dinikahinya itu. ahirnya keduanya bertemu dikedai kecil dekat kontrakannya.


"Ada apa minta ketemu disini Aisyah?" Tanya Faris sambil menyesap kopi yang masih sedikit berasap.


"Mas, ayah minta kamu cepet halalin aku. Aku sudah menjawab sebentar lagi, tapi ayah terus aja ngomel."


Ucapan barusan membuat semangat Faris meredup. Dia benar-benar belum menyimpan uang lebih. Ayah Aisyah benar-benar picik? beliau meminta mas kawin dengan nominal yang sangat tinggi. Apa yang harus dilakukannya?


"Katakan pada beliau agar lebih bersabar. Insyaallah sebentar lagi. Aisyah... Mas bisa menikahimu saat ini juga, tapi ayahmu mungkin ingin yang terbaik untukmu. Dan masalahnya mas belum pegang uangnya sebanyak itu sayang..."


"Lalu kita harus gimana? Apa sebaiknya kita nikah siri saja mas." Faris membulatkan matanya. Kekasihnya ini begitu nekat ingin dinikahi tanpa restu orang tua.


"Ngga bisa Aisyah, jangan berfikiran seperti itu. Ayahmu yang akan menjadi walinya nanti. Kita tidak bisa main ambil langkah sendiri."


"Tapi menikah diam-diam tanpa restu dari orang tua itu, kita tidak akan pernah bahagia Syah? Coba pikirkan lagi. Jangan sampai kita berujung pada penyesalan. Bersabarlah !"


"Sabar, sabar, sabar aja terus ! Sampai kapan aku harus sabar??"


"Kenapa mesti kita terburu-buru Aisyah, kita tidak pernah kontak fisik apapun. Kamu tidak sedang hamil, kenapa kesannya seperti memaksa dan harus cepat-cepat?"

__ADS_1


"Bisa saja Mas jahat padamu, kalau memang Mas bisa. Tinggal berhutang dengan jumlah sekian pada rentenir untuk menikahimu. Tapi Mas memikirkanmu Syah! Itu akan berdampak pada pernikahan kita nanti. Yang awalnya nikah harus bahagia dan punya anak-anak, malah harus pusing terlilit hutang. Kamu mau Syah?"


Airmata Aisyah luruh begitu saja, nada yang digunakan oleh Faris sedikit tinggi dan penuh penekanan.


"Maafin Mas Aisyah, Mas hanya ngga mau kamu tersiksa nantinya. Mas ingin kita bahagia. Walaupun hidup sederhana."


"Kalau Aisyah tidak mau menunggu Mas lagi, Aisyah boleh menerima pinangan dari laki-laki lain. Mas ikhlas. Lagian pekerjaan mas hanyalah supir online. Mungkin tidak cukup untuk membiayai hidupmu. Hidup mas sendiri, tidurpun masih ngontrak. Ngga punya kelebihan apa-apa selain yang sedang Mas jalani saat ini.."


''Cukup Mas! Bukan jawaban itu yang aku minta. Kamu pikir aku wanita matre."


"Lantas harus bagaimana menjelaskannya? Jangan menekan mas seperti ini Aisyah. Mas sedang berusaha. Siang malam Mas bekerja untuk menghalalkanmu. Bersabarlah!"


"Tiap hari kamu hanya menanyakan itu-itu terus."


Faris benar-benar kesal dengan sikap Aisyah yang selalu tidak jelas apa maunya. Dia segera menyambar jaketnya lalu memutuskan untuk pergi. Melihat Faris seperti itu Aisyah lebih dulu menyegatnya.


"Mas ! Aku belum selesai bicara..."


"Apalagi Aisyah? Semua sudah jelas. Kamu saja yang tidak bisa melihat perjuanganku seperti apa selama ini."

__ADS_1


"Ayo mas antarkan pulang. Masuklah ke mobil."


Aisyah langsung memasuki mobil dan Faris mengantarkannya kedepan rumah.


__ADS_2