
Satu tangan kokoh melingkar di perut buncit wanita dua puluh tujuh tahunan yang sedang mengandung anak kedua dari keluarga kecil mereka. Tangan itu menelusup masuk kedalam baju atasan tipis dan langsung bersentuhan dengan kulit. Diusapnya pelan-pelan dan dibacakan doa dan ayat-ayat suci alquran. Jessica merasa bayi didalam perutnya merasa lebih tenang.
Tepat sembilan bulan usia kandungannya saat ini dan berjenis kelamin perempuan. Jessica langsung hamil pada saat percobaan pertama ketika bulan madu kedua mereka di puncak.
Tidur saling membelakangi menurutnya adalah tidur yang paling nyaman posisinya. Sudah hampir tiap hari belakangan ini Jessica sangat kesulitan untuk tidur malam. Malah di rasa menjadi terbalik, malam untuk begadang dan siang untuk terpejam.
"Masih belum tidur juga bun?" Faris berbisik di telinga istrinya.
"Belum Mas, belum ngantuk. Bayinya kaya mau keluar rasanya. Dia kalau gerak-gerak perutnya semakin terasa kencang." HPL diperkirakan seminggu lagi dan Jessica sudah merasakan tanda-tandanya.
"Berarti besok Mas gak usah berangkat kerja dulu ya bun, takut dedenya lahir aku gak ada…"
"Ya, Mas. Aku juga mau ngomong gitu tadinya."
Tok tok tok !
"Bentar ya dek, Ayah buka pintu dulu…" Faris menjauhkan tangannya dari posisi tadi dan beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu.
Cklek~
"Huaaaaaa…. Ayah, Bunda mana? Bunda pergi? Huaaa bundaaaa huaaa…" Khizam menangis bersamaan dengan pintu terbuka.
"Ya ampun nak, Bunda ada didalam. Kamu mimpi ya?" Khizam masih saja trauma kalau Bundanya bisa pergi lagi... kasihan dia. Faris menggendong anaknya dan membawanya tidur bersama mereka.
__ADS_1
"Sini nak, Bunda nggak pergi. Bunda disini," anak itu masih terdengar sesenggukan lalu mendekat pada Jessica dan tidur di tengah-tengahnya. "Bobo sama Bunda sama Ayah ya?" Anak itu mengangguk dan tangisnya berangsur-angsur mereda.
"Dia dari kamar sebelah kesini sendiri Mas? Bukannya tidur sama Bu Menik ya,"
"Iya sendirian gak ada orang lagi dipintu, Bu Meniknya capek kali Bun..."
Memang Bu Menik yang sekarang ini sibuk, turut andil dalam menjaga Khizam karena Jessica sudah tidak bisa kemana-mana dengan perutnya yang sudah semakin membesar. Sedangkan Faris tiap hari pasti harus pergi, ada saja yang harus di urusnya. William sudah mempercayakan penuh padanya.
"Ya udah Khizam tidur sama kita malam ini ya Mas…" Tangan Jessica mengelus-elus punggung kecil anaknya.
"Bundaaaaa… huuwaaaaaa…"
"Eh kok nangis lagi sih nak, ini udah malam. Bobok ya.." Jessica beralih menatap Faris "dia mimpi buruk kayaknya ya Mas,"
"Sepertinya" jawab Faris. "Jangan nangis, nanti adiknya Khizam yang ada diperut Bunda bangun." Ucapan Faris sontak membuat Khizam terdiam.
"Adik tadi di perut Bunda sudah bobo, tapi kalau Khizam berisik bisa bangun lagi." Jessica meraih tangan mungil Khizam. "Dielus adiknya nak, biar adiknya juga bobo yaa.."
Akhirnya lama kelamaan Khizam tertidur. Secara bergantian mereka mencium kepala Khizam berulang-ulang.
Kemudian tidurlah satu keluarga kecil yang sudah lengkap dan bahagia.
***
__ADS_1
Kurang lebih satu tahun kemudian.
"Omaaa!"
"Eh iya sayang! Cucu Omaaaa, Ya Allah rasanya baru kemarin sekarang sudah pada besar-besar ya." Indira meraih tubuh Khizam yang sudah berusia empat tahun itu dan diberikannya kado berukuran besar yang berisi mainan.
"Terima kasih Oma!" Ucap Khizam dan kembali mendekati kue ulang tahunnya.
Ya, saat ini Khizam sedang berulang tahun dan mengundang banyak orang untuk syukuran kecil-kecilan dirumah.
Peluk cium Indira dan Jessica yang saat ini menggendong putri kecilnya yang sudah berusia satu tahun. Mereka bercerita saling melepas rindu.
"Assalamualaikum…" teriak salam dari luar.
"Waalaikumsalam." Jawab orang rumah bersamaan.
"Oh Ya Allah alhamdulillah wa syukurillah. Aisyah!" Ucap Jessica melihat kedatangan Aisyah dan suaminya, digendongannya juga sama-sama sudah ada bayi kecil yang menghiasi keluarga mereka.
"Hai, apa kabarmu dan keluarga Je?" Ucap Aisyah pada Jessica.
"Baik banget Aisyah,"
"Eh ada tamu penting..." Faris tersenyum melihat kedatangan Aisyah dan tampak sudah berbahagia. "Ciyee udah gendong baby juga,"
__ADS_1
"Ya harus dong, emangnya aku cewek apaan yang gak bisa move on dari mantan hellooo..." Canda Aisyah. "Suami aku juga gak kalah ganteng dari kamu." Ucapannya lantas menciptakan gelak tawa dari mereka semua. Mereka mengingat masa lalu mereka dulu yang terlibat cinta segitiga.
Mereka semua berdoa bersama, saling berbincang dan yang pasti makan-makan besar. William sampai meneteskan air mata haru di usianya yang tergolong tidak muda lagi, tapi masih diberi kesempatan dapat melihat anak cucunya bahagia.