I Love You Jessica

I Love You Jessica
Walaupun hujan, tapi terasa hangat


__ADS_3

Caca : Barusan Tn. William datang menanyakan keberadaan Ibu sama saya. Tapi saya jawab gak tau, emang kenyataannya gak tau. Ibu sebenarnya kabur kemana? Saya ingin Ibu datang, saya sebentar lagi menikah.


Jeje : Aku sama Mas Faris, tenang aja. Dia jagain aku kok. Tolong urus usahaku ya Ca, aku percayakan semuanya ke kamu. Maaf aku sama Mas Faris ingkar janji gak bisa datang ke pernikahan kalian. Keadaan yang membuat kita seperti ini.


Caca : Iya gak apa-apa saya tau dan maklum, mungkin sudah jalannya. Nanti akan ada saatnya Papi William sadar. Ibu sehat-sehat sama bayinya ya! Jangan banyak pikiran. Nanti beritahu alamatnya ke saya. Kapan-kapan saya datang. Butik aman ditangan saya bu.


Jeje : Makasih banyak Caca.. Happy wedding. God bless u !


Caca : Thank you my bu bos!


Dunia ini indah, jika tidak dikuasai oleh orang yang berhati dengki. Dunia ini akan terasa damai, andai setiap makhluknya saling mengerti akan keinginan satu dengan yang lainnya. Namun semua hanyalah omong kosong. Diatas bumi ini, banyak berpijak makhluk-makhluk yang sombong. Mereka mudah membuat makhluk lain terluka. Hingga makhluk itu harus sakit setengah mati saat berjuang mendapatkan apa yang dia inginkan.


Tok tok tok !!


Mendengar ketuk pintu dari luar, Jessica meletakkan penanya. Lalu bergegas menghampiri suaminya.


"Assalamualaikum. Je, sayang… Mas pulang! Ayo makan dulu." Panggil Faris di tangannya sudah ada kantong plastik berisi beberapa makanan berat, buah-buahan dan sembako dan keperluan lainnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, iya Mas. Waah baunya enak. Aku mau langsung makan Mas, aku laper banget."


Jessica segera membuka bungkusan plastik yang berisi soto ayam dan menuangkannya di mangkok. Lalu dia mulai makan dengan lahapnya. Melihat Jessica makan dengan lahap, batin Faris menghangat. Dia tersenyum lalu mengelus puncak kepala Jessica dan mengecupnya berulang-ulang.


"Mas Faris, kenapa gak ikut makan? Aku suapin ya,"


"Habiskan saja sayang, Mas bisa makan sendiri."


"Tapi sekarang terima dulu suapan aku Mas, aaaa…" Faris membuka mulutnya saat Jessica menyuapinya.


"Mas makan sendiri ya, kamu habiskan makannya."


***


Tetes-tetes air dari langit mulai membasahi bumi. Hujan, adalah suatu tanda kebesaran Tuhan yang nampak nyata. Air hujan, setiap rintikannya menyapu debu dijalanan. Dan ketika malam, hujan yang cukup lama menciptakan suasana lebih dingin dari biasanya. Terlebih yang sejak mulai hari ini memutuskan untuk tinggal di pinggiran kota.


"Sayang, Mas dingin..." lirih Faris yang tengah memeluk Jessica dari belakang. Mencium aroma yang sangat harum dari tubuh Jessica dan menyulut gairah baginya. "Kita pindah ke kamar yuk."

__ADS_1


"Apa mau aku buatkan teh Mas?"


"Gak perlu sayang, Mas gak perlu teh, Mas perlu kamu. Sudah lama kita nggak melakukannya. Mas rindu sayang, ingin menjenguk anak kita, kamu capek nggak?"


Jessica menggeleng. Dia pun sama-sama merasakan rindu. Melihat Jessica mengangguk tanpa ragu, Faris mulai mengecupi bagian tengkuk istrinya, lalu menggendongnya ke dalam kamar.


"Nggak seberat dulu lagi, sekarang harus teratur makannya ya. Kamu kurus…"


"Iya Mas, kemarin aku banyak pikiran dan susah makan. Tapi sekarang aku janji mau makan yang banyak biar adek sehat didalam.."


"Tadi Mas belikan susu untukmu, nanti sebelum tidur akan Mas buatkan ya..."


"Hu...umm."


To be continued.


....

__ADS_1


Siap-siap, beberapa part kedepan bakalan gila-gilaan konfliknya.


__ADS_2